majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Prosesi wisuda Universitas Bale Bandung (UNIBBA) ke-XVII berlangsung penuh kehangatan dan emosi, di Padjadjaran Convention Center, Sutan Raja Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/12/2025).
Acara sakral ini, menjadi momen puncak perjuangan akademik para mahasiswa sekaligus hari pembuktian bagi orangtua yang telah mendampingi perjalanan panjang anak-anak mereka.
Di hadapan ratusan wisudawan dan keluarga, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bale Bandung (YPBB), R.H. Firman B Sumantri, MBA., berpesan tentang ketekunan, doa, serta kesiapan menghadapi dunia nyata mengemuka dengan kuat.
Gubernur Lemhanas, Dr. H. TB. Ace Hasan Sadzily, M.Si., saat memberikan sambutan di wisuda XVII dengan tema “Meneguhkan Generasi Unggul UNIBBA Memimpin Indonesia Masa Depan”
Firman menyampaikan bahwa wisuda bukan hanya milik para lulusan, tetapi juga milik para orangtua.
Ia menggambarkan suasana haru tersebut dengan ungkapan. “Hari ini adalah hari istimewa. Bukan hanya bagi para wisudawan, tetapi juga bagi seluruh orangtua yang mungkin sudah menyiapkan seragam kebanggaan sejak seminggu lalu, bahkan ada yang sudah memesan fotografer sejak sebelum skripsi disahkan.”
Atas nama Yayasan Pendidikan Bale Bandung (YPBB), Firman menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan.
243 wisudawan sarjana UNIBBA tahun akademik 2024/2025
Menurutnya, para lulusan adalah bukti bahwa perjuangan panjang dapat diselesaikan, meskipun diwarnai rasa malas, tekanan akademik, hingga situasi tidak terduga seperti laptop error saat tenggat waktu atau revisi skripsi yang berulang.
“Ada masa ketika ingin menyerah, ketika dosen bilang, bagus, tapi tolong revisi lagi, untuk keenam kalinya. Namun hari ini, semua perjuangan itu menjadi cerita indah yang akan kalian kenang dengan senyuman,” ujar Firman dalam sambutannya.
Dalam pernyataannya, Firman juga memberikan penghormatan mendalam kepada orangtua dan keluarga wisudawan.
Sidang Terbuka Senat UNIBBA dalam rangka Wisuda ke-XVII
Ia menegaskan bahwa capaian hari ini merupakan hasil doa panjang, pengorbanan, dan keteguhan hati orangtua, mulai dari mengantar kuliah, menanggung biaya pendidikan, hingga menjadi tempat curhat mahasiswa tentang dosen, skripsi, dan dinamika pertemanan.
Menurut Firman, wisuda adalah hari pembuktian bahwa seluruh perjuangan tersebut tidak sia-sia.
Ia menyebut momen ini sebagai salah satu saat paling mengharukan, ketika senyum haru orangtua menjadi saksi keberhasilan anak-anak mereka.
Lulusan UNIBBA berdampak siap terjun di masyarakat
Memasuki fase kehidupan setelah kampus, Firman mengingatkan bahwa dunia di luar perguruan tinggi jauh lebih luas dan penuh tantangan.
Ia menekankan bahwa tidak semua rencana akan berjalan mulus, termasuk dalam mencari pekerjaan.
Firman bahkan menyelipkan humor reflektif bahwa lamaran kerja yang tidak dibalas bukan selalu soal kompetensi, melainkan bisa jadi karena karyawan disebuah perusahaan yang penuh.
Kata Firman senyum haru orangtua menjadi saksi keberhasilan anak-anak mereka
“Hidup memang tidak selalu sesuai ekspektasi. Namun justru di situlah kalian akan tumbuh. Kegagalan bukan akhir, tetapi guru yang paling sabar,” tegas Firman.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan yang harus terus dilanjutkan.
Firman juga menegaskan komitmen Yayasan Pendidikan Bale Bandung untuk terus mendukung pengembangan Universitas Bale Bandung, baik dari sisi kualitas pendidikan, budaya akademik, etika, maupun karakter.
Berfoto bersama Dosen dan Tenaga Kependiidkan UNIBBA bagian penting suksesnya acara wisuda ke-XVII
Menurutnya, kualitas sebuah universitas tidak hanya diukur dari program studi, tetapi dari lulusannya dan kontribusi mereka di masyarakat.
Menutup statement-nya, Firman berpesan agar para wisudawan tidak hanya bangga mengenakan toga hari ini, tetapi juga bangga ketika mampu membuat perubahan di masa depan.
“Berbuatlah kebaikan meskipun kecil, karena dunia selalu membutuhkan lebih banyak orang baik,” ujarnya, seraya mengajak para lulusan untuk mengingat wisuda sebagai hari ketika perjuangan berubah menjadi kebahagiaan. [SR]***











