majalahsora.com, Kabupaten Indramayu – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam workshop “SMK Go Global” di Kota Bandung, Senin 1 Desember 2025, lalu, bersama ratusan Kepala SMK Negeri Swasta, menargetkan satu juta lulusan SMK dari berbagai program keahlian atau jurusan bisa bekerja ke mancanegara.
Menyikapi program tersebut, majalahsora.com bersama Forum Wartawan Pendidikan Jabar berkunjung ke salah satu SMK berkualitas di Indramayu, SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Kamis 4 Desember 2025.
Sekolah ini dikenal memiliki program rekrutmen tingkat nasional dan internasional bagi lulusan yang ingin bekerja ke Jepang dan Jerman.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, H Nanang Hadi Munthaha, S.T., menjelaskan bahwa SMK Muhammadiyah Kandanghaur Kabupaten Indramayu memiliki Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) yang memfasilitasi lulusan yang berminat bekerja ke luar negeri, seperti Jepang dan Jerman. Program kerja sama internasional tersebut sudah berjalan kurang lebih selama empat tahun.
Kepala SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, H. Afandi, S.Pd., M.Ed., (pakai jas coklat) saat perekrutan oleh Astra Group
Setiap hari Sabtu, siswa yang berminat mengikuti latihan bahasa Jerman dan Jepang.
“Ya Insya Allah kami juga sudah mengirimkan anak-anak tersebut sesuai dengan keminatannya,” ujar Nanang, di ruang kerjanya, Jalan Raya Kandanghaur No 28 A.
Untuk lulusan yang bekerja di dalam negeri, sekolah mendapat kepercayaan dari Astra Group untuk melakukan rekrutmen pada bidang roda dua, roda empat, spare part, maupun alat berat.
Kerja sama rekrutmen ini telah berlangsung sangat lama, dengan pihak industri datang langsung ke sekolah untuk melakukan proses seleksi. Bahkan sejak tahun 2010, juga menjadi tempat rektrutmen bagi lulusan SMK se-Jabar termasuk lulusan dari Jawa Tengah.
Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri, H Nanang Hadi Munthaha, S.T
“Alhamdulillah kami mendapatkan kepercayaan dari Astra Group itu sampai sekarang masih lakukan rekrutmen, tidak putus. Untuk rekrutmen ini lulusan kami dari 90 persen yang bekerja, 60 persennya bekerja di Astra Group,” kata Nanang.
Penempatannya meliputi Astra Honda Motor di Cikarang, Sunter, dan perusahaan Toyota. Semua proses berjalan tanpa pihak kedua, langsung dari perusahaan.
Masih dari keterangan Nanang saat ini, jadwal rekrutmen di SMK
Muhammadiyah Kandanghaur sangat padat.
“Pada tanggal 2 Desember 2025 dilakukan pemberangkatan siswa ke PT Toyota. Tanggal 3 Desember 2025 digelar medical check up (MCU) dengan Astra Honda Motor, tanggal 6 Desember 2025 MCU dengan Astra Daihatsu Motor, dan tanggal 13-14 Desember 2025, dilaksanakan tes psikotes PT Toyota. Seluruh agenda tersebut merupakan rangkaian rekrutmen Astra Group untuk bulan Desember 2025,” jelasnya.
Medical check up perekrutan pegawai Astra Group di SMK Muhammadiyah Kandanghaur, Indramayu
Saat disinggung apa keunggulan yang dimiliki hingga banyak lulusan diterima dan pihaknya lama dipercaya oleh Astra Group, Nanang menyebut keunggulan sekolah terletak pada hubungan antar BKK di seluruh SMK se-Jawa Barat.
SMK Muhammadiyah Kandanghaur telah menjalin kolaborasi dengan banyak sekolah, dan mereka mempercayakan proses rekrutmen kepada pihak sekolah. Informasi disampaikan melalui grup komunikasi, kemudian sekolah lain menyiapkan siswa dan mengirimkannya sesuai jadwal yang ditentukan.
Nanang juga menyampaikan harapan terhadap program Menko PM. Menurutnya, sekolah masih membutuhkan informasi akurat dari lembaga-lembaga rekrutmen mengenai dunia usaha maupun peluang kerja luar negeri.
Ia menegaskan kesiapan sekolah membuka sosialisasi, terutama bagi siswa perempuan, agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan aman. [SR]***








