majalahsora.com, Kota Bandung – Sidang Terbuka Senat Universitas Bale Bandung (UNIBBA) dalam rangka Wisuda ke-XVII menjadi momentum penting bagi ratusan lulusan yang resmi menyandang gelar sarjana.
Tak hanya sebagai seremoni akademik, wisuda ini menjadi penanda awal perjalanan baru yang lebih menantang, dinamis, dan penuh tanggung jawab sosial.
Unsur Pembina Yayasan Pendidikan Bale Bandung (YPBB), Medi Mahendra, AP., S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bale Bandung, R.H. Firman B Sumantri, MBA,. dan Unsur Pembina YPBB, Medi Mahendra, AP., S Sos, M.SI., saat memberikan penghargaan di acara Wisuda XVII UNIBBA
Ia menekankan pentingnya sikap adaptif, jujur, dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai bekal utama para wisudawan dalam menghadapi realitas kehidupan setelah kampus.
Kegiatan wisuda ke-XVII UNIBBA digelar di Padjadjaran Convention Center, Sutan Raja Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/12/2025).
Sebanyak 243 orang wisudawan dan wisudawati dari 12 program studi dan tujuh fakultas resmi dikukuhkan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Rektor UNIBBA, Dr. Ir. H. M. Ibrahim Danuwikarsa, M.S
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Sadzily, M.Si., Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., perwakilan LLDIKTI Wilayah IV Syahrir Lubis, S.T., M.Kom., Penanggungjawab Tim Perencanaan, Keuangan dan BMN, Ketua Yayasan Pendidikan Bale Bandung R.H. Achmad Darmawan Sumantri, Ketua Pembina YPBB R.H. Firman B. Sumantri, MBA., Ketua IKA UNIBBA Amas Sutiana, S.Pd., M.M.Pd., serta tamu undangan lainnya.
Kepada majalahsora.com dan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Medi Mahendra menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya atas capaian para lulusan.
“Saya turut berbahagia, selamat untuk para wisudawan wisudawati tahun akademik 2024–2025,” kata Medi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung.
Wakil Rektor II, Muhammad Iqbal, S.E., M.M., saat membacakan Dosen, Prodi, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa berprestasi di lingkungan UNIBBA
Medi sependapat dengan pernyataan Gubernur Lemhanas RI TB Ace Hasan Sadzily yang menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak kehidupan yang lebih menantang.
Menurut Medi, prinsip adaptif, jujur, dan berdampak bagi masyarakat harus menjadi pegangan para sarjana.
Ia berharap keilmuan yang diperoleh selama menimba ilmu di UNIBBA dapat diaplikasikan secara nyata.
243 sarjana tahun akademik 2024-2025 ditelurkan oleh UNIBBA
“Ya semoga keilmuan yang mereka dapatkan selama menimba ilmu di UNIBBA bisa diaplikasikan di masyarakat, baik saat mereka bekerja di instansi pemerintah atau swasta bahkan ketika mereka berwirausaha,” ujarnya.
Lebih lanjut, Medi menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat. Menurutnya, ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga para sarjana dituntut untuk terus memperbarui diri.
“Belajar itu tidak ada batasnya, sebelum kita masuk ke liang lahat. Ilmu yang kita peroleh juga harus bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, sehingga menjadi amal ibadah dan kebaikan bagi kita kelak di akhirat,” kata Medi.
Doa restu dan dukungan finasial orangtua menjadi bagian tak terpisahkan para lulusan dalam mendapatkan gelar sarjana
“Sebaik-baiknya manusia yakni manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Medi juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan dan civitas academika UNIBBA. Ia memuji peran Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, dosen, serta tenaga kependidikan yang telah memberikan layanan optimal kepada mahasiswa sejak awal masuk hingga meraih gelar sarjana.
“Terima kasih juga kepada Pak Rektor dan jajarannya. Semoga dicatat sebagai amal ibadah,” katanya.
Asep Yanyan, S.Pd., M.Pd., Dosen Prodi Pendidikan Geografi, FKIP, Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas
Tak hanya unggul secara akademik, Medi menilai UNIBBA juga berhasil menanamkan nilai ketaqwaan dan jiwa sosial kepada mahasiswanya.
Ia mengaku bangga melihat kepedulian mahasiswa UNIBBA yang menggalang donasi untuk membantu korban banjir bandang di Pulau Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Medi, nilai empati dan kepedulian sosial menjadi salah satu kekuatan lulusan UNIBBA di tengah masyarakat. [SR]***











