majalahsora.com, Kota Bandung – Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Guru Nasional tahun ini di SMAN 3 Kota Bandung berlangsung sarat makna lewat gelaran “Nagabonar Terharu XVI”, Rabu 10 Desember 2025.
Kegiatan yang setiap tahun digelar ini, menjadi wadah penghormatan sekaligus apresiasi siswa kepada para guru melalui pagelaran kesenian, lomba-lomba, dan pemberian cenderamata termasuk kepada guru purna bakti.
Acaranya dipusatkan di Aula Baru (Albar), dengan menampilkan berbagai ekskul, serta lingkung seni Sunda yang membuat peringatan tahun ini terasa lebih meriah.
Kepala SMAN 3 Kota Bandung, H. Solihin, M.Pd., menyerahkan potongan tumpeng Peringatan Hari Guru Nasional Kepada Sucipto, M.Pd., Guru Purna Tugas SMAN 3 Kota Bandung
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zainal Asyikin, menjelaskan bahwa Nagabonar Terharu merupakan singkatan dari “Nasionalisme Keluarga 3 Bulan November Tergabung Hari Guru”, yang sudah menjadi tradisi selama 16 tahun.
Menurutnya, momentum ini memperkuat nilai karakter baik guru maupun siswa. Guru semakin mencintai peserta didiknya, sementara siswa semakin menghargai dan patuh kepada guru.
Melalui kegiatan yang terfokus pada apresiasi, karya, dan perlombaan, siswa mengungkan rasa terima kasih dengan cara lebih istimewa dibandingkan hari-hari biasa.
Dihadiri Guru Purna Bakti
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 3 Bandung, Zainal Asikin, S.Pd., M.Si., secara simbolis menyerahkan tumpeng Hari Guru Nasional 2025, kepada salah saru Guru Purna Tugas
Dalam kesempatan ini hadir pula guru purna bakti yang diundang oleh panitia, di antaranya Sucipto, Guru Matematika SMAN 3 Kota Bandung yang purna tugas sekitar Mei 2025.
Cipto sangat senang bisa kembali berada di acara Nagabonar Terharu ini, kegiatan yang memberikan apresiasi kepada guru dari siswa.
“Ini merupakan tradisi yang baik yang perlu terus diadakan,” kata Cipto alumni SMAN 3 angkatan 1982-1985.
Penampilan grup nasyid SMAN 3 Kota Bandung, dalam acara Nagabonar Terharu XVI, di Alula Baru SMAN 3 Bandung
Kiprah Cipto sebagai Guru Matematika dari tahun 2010 sampai 2025 membuatnya merasakan dinamika yang terjadi seiring kebijakan pendidikan dari pemerintah.
“Alhamdulillah masyarakat masih menilai SMAN 3 sebagai SMAN terbaik. Bagi semua warga tiga termasuk guru sebagai ujung tombaknya semoga dapat mencerminkan sikap, perilaku, dan performa terbaiknya,” ujarnya.
“Sehingga masyarakat saat mengetahui kami sebagai guru SMAN 3 akan berkata, Oh pantas saja karena Guru SMAN 3. Jangan sampai mereka berkata, masa sih Guru SMAN 3,” tegasnya.
Aan Hendrawati, S.Pd., bersama Guru-guru SMAN 3 Kota Bandung diberi cenderamata oleh siswa
Dengan demikian, kata Cipto, SMAN 3 akan tetap menjadi yang terbaik.
“Saya yakin Guru-guru SMAN 3 selalu menjunjung tinggi motto, Knowledge is Power but Character is More,” pungkasnya.
Apresiasi Lewat Seni dan Persembahan Siswa
Masih berkenaan dengan kegiatan ini, Zainal menegaskan bahwa seluruh rangkaian Nagabonar Terharu 16 dikoordinasikan siswa melalui OSIS dan PK (Perwakilan Kelas) setiap angkatan.
Lingkung Seni Sunda SMAN 3 Kota Bandung, tanpil totalitas di acara Nagabonar Terharu XVI
Tahun ini, penampilan kesenian Sunda menjadi sorotan karena menunjukkan kecintaan siswa terhadap budaya Sunda.
Di samping itu, ada lomba-lomba untuk guru dan siswa, serta pemberian penghargaan kepada guru purna bakti sebagai bentuk penghormatan dan kenangan yang telah mendedikasikan tenaga dan pikiran dalam mendidik putra bangsa.
Ia juga menyinggung perubahan karakter guru seiring perkembangan zaman. Jika dulu hubungan guru dan siswa terasa lebih “feodal”, kini guru terutama yang muda dan P3K lebih dekat dengan siswa tanpa menghilangkan sikap hormat.
Kiri ke kanan: Sapto, S.Pd., Guru Purna Tugas SMAN 3, Wakasek Kesiswaan Zainal Asyikin, S.Pd., M.Si., Wakasek Humas, Yudianto, S.Pd., Dhoni, S.Pd., dan Sucipto, M.Pd., Guru Purna Tugas SMAN 3
Prinsip “Knowledge is Power but Character is More” yang menjadi motto SMAN 3, kata Zainal diterapkan dalam setiap kegiatan untuk membentuk karakter yang lebih baik daripada sekadar ilmu pengetahuan.
Zainal menyampaikan terima kasih kepada siswa karena masih menghargai para gurunya.
Masih dikatakan Zainal meskipun guru bukanlah pahlawan di medan perang, namun perannya di era saat ini tidak bisa disepelekan sebagai pahlawan bangsa.
Keceriaan tersaji dalam kegiatan Nagabonar Terharu XVI SMAN 3 Bandung
Pasalnya para Guru tidak lelah untuk berbakti kepada negara, mendidik, mencerdaskan serta melahirkan generasi penerus yang berkarakter hebat menjadikan Indonesia kuat dan maju.
OSIS Libatkan Semua Angkatan, Guru Keliling Booth Pembelajaran
Ketua Pelaksana Nagabonar Terharu XVI, Raina Saskia Tanjung, menjelaskan bahwa acara ini merupakan persembahan pengurus OSIS dengan melibatkan seluruh angkatan.
Kelas X menampilkan konsep unik berupa booth mata pelajaran, di mana mereka cosplay seperti guru masing-masing.
Guru-guru hebat SMAN 3 Kota Bandung, bangga dan terharu dengan persembahan siswa SMAN 3 Kota Bandung, pada acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025
Para guru diarahkan untuk mengunjungi setiap kelas dan merasakan suasana pembelajaran versi siswa.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, sambutan, potong tumpeng, games, persembahan dari Lingkung Seni Sunda (LSS), lomba puisi, hingga penampilan ekskul lainnya.
Persiapan dilakukan selama tiga minggu meski sempat terhambat oleh kegiatan ASAS. Panitia inti berasal dari OSIS angkatan 73 dengan total 54 anggota.
Jojo Suhana, (kanan), tenaga administrasi SMAN 3 Kota Bandung yang telah mengabdi sekitar 32 tahun, mengucapkan selamat Hari Guru ke-80, Guru Hebat Indonesia Kuat
Bagi Raina, Hari Guru adalah ruang untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang tidak mudah disampaikan setiap hari.
“Di sini kami bisa mengekspresikan rasa terima kasih secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap para guru selalu sehat, ikhlas mengajar, dan sukses selalu.
Tanggapan Kepala SMAN 3 Kota Bandung
Ketua Pelaksana Nagabonar Terharu XVI, Raina Saskia Tanjung (berdiri tengah rambut panjang) bersama LISES SMAN 3 Kota Bandung
Berkenaan dengan peringatan Hari Guru ini, Solihin Kepala SMAN 3 Kota Bandung yang baru menjabat, merasa terharu melihat apresiasi siswa.
“Rasa berterima kasih itu bagian dari karakter. Ini program yang harus dilanjutkan karena membentuk chemistry antara siswa, guru, dan orangtua,” ujarnya.
Ia berharap apresiasi siswa menjadi penyemangat guru untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan dan memudahkan cita-cita siswa di masa depan. [SR]***















