majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Komitmen mencetak generasi unggul yang siap memimpin Indonesia masa depan kembali ditegaskan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Bale Bandung (UNIBBA) dalam rangka Wisuda ke-XVII.
Pesan strategis itu disampaikan langsung oleh Gubernur Lemhanas RI, TB Ace Hasan Syadzily, saat menghadiri prosesi wisuda yang digelar di Padjadjaran Convention Center, Hotel Sutanraja, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/12/2025).
Di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi yang begitu sangat cepat, TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari keberhasilan akademik, melainkan awal dari kehidupan yang sesungguhnya.
Di hadapan para wisudawan dan wisudawati UNIBBA ke-XVII, ia menyampaikan tiga pesan penting yang harus menjadi pegangan lulusan UNIBBA dalam menapaki fase kehidupan berikutnya.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bale Bandung, R.H. Firman B Sumantri, MBA., saat memberikan sambutan
Pesan pertama, para sarjana dituntut memiliki ketangguhan dalam menjalankan dan mengarungi tahapan baru di dalam kehidupan mereka.
Menurutnya, sebagai sarjana tentu menghadapi tantangan tersebut tidak mudah. Oleh karena itu, mereka harus memiliki ketangguhan di dalam menjalani tahap kehidupan selanjutnya dengan cara terus belajar, terutama mempelajari hal-hal yang baru sesuai dengan dasar ilmu yang telah mereka dapatkan selama menyelesaikan kuliah di UNIBBA.
“Di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi yang begitu sangat cepat, mereka harus memiliki ketangguhan. Wisuda bukan akhir dari keberhasilan, wisuda itu bahkan adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya,” ujar TB Ace Hasan Syadzily.
Pesan kedua, ia menegaskan kembali bahwa para wisudawan harus menjadi pemimpin. Pemimpin setidaknya bagi dirinya dan keluarganya.
Rektor UNIBBA, Dr. Ir. H. M. Ibrahim Danuwikarsa, M.S., saat membrikan sambutan dan arahan bagi para wisudawan
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan akan tumbuh apabila pada diri seseorang selalu termotivasi untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta hadir di tengah masyarakat untuk berbuat yang terbaik.
“Yang kedua, saya ingin menegaskan kembali soal bahwa mereka harus menjadi pemimpin. Pemimpin setidaknya bagi dirinya dan keluarganya,” katanya.
Pesan ketiga, TB Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya dampak keilmuan bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar alumni UNIBBA tidak menjadi beban bagi masyarakat, tetapi justru harus memberikan manfaat nyata melalui keilmuan yang dimiliki.
“Jadi jangan sampai alumni dari UNIBBA ini menjadi beban bagi masyarakat, tetapi harus berdampak. Dengan keilmuan yang dimilikinya, harusnya itu bisa mendorong bagi upaya mereka untuk bermanfaat buat masyarakat lebih luas,” tegasnya.
bersama Ketua IKA UNIBBA, Amas Sutiana, S.Pd., M.M.Pd., sinergi wujudkan lulusan UNIBBA Berdampak
Lebih lanjut, ia mengingatkan para lulusan untuk tetap tangguh, tetap belajar, memiliki daya tahan yang kuat, inovasi, serta kemauan untuk terus bekerja secara sungguh-sungguh.
Dirinya juga menyampaikan ekspektasi dan harapan yang tinggi terhadap UNIBBA agar bisa menjadi universitas yang paling diandalkan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya di Kabupaten Bandung.
Menurutnya, Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk yang sangat luas dan tinggi membutuhkan perguruan tinggi yang mampu mencetak keilmuan yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan sumber daya alam yang ada.
Dengan demikian, UNIBBA diharapkan bisa berdampak nyata terhadap upaya kemajuan daerah.
Sektetaris APTISI Jabar, Rektor Digitech University, Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., bersama perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, Syahrir Lubis, S.T., M Kom, Penanggungjawab Tim Perencanaan, Keuangan dan BMN (duduk kedua dari kanan)
“Saya punya ekspektasi dan harapan yang tinggi terhadap UNIBBA agar bisa menjadi perguruan tinggi yang berdampak terhadap kemajuan daerah,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIBBA Ibrahim Danuwikarsa mengatakan bahwa sebanyak 243 lulusan mengikuti wisuda yang berasal dari 7 fakultas dan 12 program studi.
Ia menyampaikan bahwa pihak universitas terus berupaya menghasilkan lulusan yang selaras dengan program kementerian, yakni lulusan yang berdampak di masyarakat.
“Tentu kami dari pihak universitas berusaha untuk selalu lebih baik menghasilkan lulusan dalam artian lulusan ini sesuai dengan program kementerian. Jadi harus lulusan yang berdampak di masyarakat,” ujarnya.
Wisudawan wisudawati UNIBBA tahun akademik 2024-2025
Rektor menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kurikulum. Seluruh program studi secara berkelanjutan melakukan pembaruan dan revitalisasi kurikulum sesuai dengan standar kementerian pendidikan tinggi dan berbasis Outcome-Based Education (OBE) atau Pendidikan Berbasis Luaran, dengan tujuan utama menghasilkan lulusan yang dapat diserap oleh pengguna.
“Jadi melengkapi tenaga kerja, baik di lingkungan pemerintahan, di lingkungan industri, dan juga di lingkungan usaha,” katanya.
Selain pendidikan, UNIBBA juga mengarahkan penelitian dan pengabdian masyarakat agar kampus benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Peran orangtua sangat penting dalam mendukung kesuksesan putra-putrinya menjadi sarjana di UNIBBA
Dengan dukungan dana dari Yayasan Pendidikan Bale Bandung, UNIBBA memiliki hibah mandiri untuk penelitian yang ke depan diharapkan semakin besar baik dari sisi nilai maupun jumlah.
“Ini tujuannya adalah untuk penelitian-penelitian ini betul-betul istilahnya hilirisasi dari hasil penelitian. Jadi penelitian ini bukan hanya murni untuk keilmuannya, tetapi bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
“Hal yang sama juga diterapkan dalam program pengabdian masyarakat yang diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, utamanya di Kabupaten Bandung,” ia menambahkan. [SR]***











