majalahsora.com, Kota Cirebon – PGRI Kota Cirebon menegaskan komitmennya memperkuat kompetensi pendidik dan menciptakan ekosistem sekolah yang aman melalui pendekatan restoratif justice dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80, yang jatuh pada tanggal 25 November 2025.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 6 Cirebon sekaligus Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, M.Pd., yang terpilih secara aklamsi pada Mei lalu, dan dilantik di Ruang Adipura Kencana, Gedung Balaikota Cirebon, Kamis 23 Oktober 2025.
Sejak pelantikannya, Eka langsung melakukan konsolidasi organisasi, termasuk pembinaan cabang, percepatan pelaksanaan konfensi, hingga melantik kepengurusan di enam cabang PGRI se-Kota Cirebon.
“Alhamdulillah seluruh cabang telah selesai melaksanakan konfensi dan pelantikan. Dari situ kami mulai menjalankan seluruh rangkaian HUT PGRI,” kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di SMAN 6 Kota Cirebon, Jumat (5/12/2025).
Dorong Restoratif Justice di Sekolah
Salah satu fokus besar PGRI Kota Cirebon tahun ini adalah penguatan perlindungan hukum bagi guru bekerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian. Melalui seminar dan penyamaan persepsi, PGRI mendorong penyelesaian persoalan di sekolah tanpa harus berujung pada proses hukum.
“Kami di Kota Cirebon akan mengupayakan tidak ada kasus yang sampai ke ranah hukum. Semua diselesaikan di sekolah melalui pendekatan restoratif justice,” tegas Eka.
Ia bahkan mendorong pembentukan Rumah Restoratif Justice di setiap sekolah agar konflik antara orang tua, siswa, dan pendidik dapat diselesaikan secara adil dan manusiawi.
Eka juga menegaskan pentingnya sekolah tetap berpegang pada aturan.
“Kalau ada orangtua yang tidak sepakat dengan aturan sekolah, silakan memilih sekolah lain yang sesuai,” katanya.
Guru Cirebon Berprestasi di Tingkat Nasional
Dalam rangkaian HUT PGRI, Kota Cirebon mengirimkan sejumlah guru ke ajang Porsenijar Jawa Barat untuk kategori tari, paduan suara, solo vokal, pembelajaran, dan tenis meja. Dua di antaranya berhasil lolos ke tingkat nasional.
“Tingkat Nasional sudah digelar 27–28 November di UPI,” ujar Eka.
Selain itu, PGRI juga menggelar PGRI Got Talent, ajang pencarian bakat yang menemukan talenta guru di luar sebagai pendidik. Temuan paling menarik datang dari guru SLB Budi Utama, seorang tunarungu dengan kemampuan melukis yang dinilai istimewa. PGRI berkomitmen memfasilitasi pameran tunggal untuk mempromosikan karya-karyanya.
Jalan Sehat 4.000 Peserta & Dukungan Bank BJB
Rangkaian HUT PGRI ditutup dengan Jalan Sehat pada 29 November 2025 yang diikuti sekitar 4.000 peserta. Bank BJB turut mendukung acara dengan menyediakan hadiah utama dua unit sepeda motor.
Menurut Eka, yang membuatnya terharu adalah fakta bahwa pemenang hadiah besar dalam beberapa tahun terakhir justru berasal dari kalangan honorer.
“Penjaga sekolah honor, TU honor bahkan yang puluhan tahun mengabdi mendapat motor. Itu rezeki dari Allah,” ujarnya.
Cirebon Jadi Rujukan Pendidikan Ciayumajakuning
Sebagai wilayah rujukan pendidikan di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Kota Cirebon dinilai memiliki tantangan besar dalam menjaga mutu dan reputasi.
Menurut Eka, cara terbaik mempertahankan kepercayaan publik adalah dengan terus meningkatkan profesionalisme pendidik serta kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Informasi sudah di genggaman siswa. Guru harus mampu menjadi pembimbing dan memastikan gadget ataupun media sosial digunakan secara positif untuk pembelajaran,” jelasnya.
Saat ini PGRI Kota Cirebon memiliki 23 pengurus dengan anggota aktif sekitar 2.200 orang yang tersebar di enam cabang: Kesambi, Harjamukti, Pekalipan, Kejaksan, Lemahwungkuk, serta cabang khusus untuk SMA, SMK, SLB, dan Madrasah Aliyah. Masa jabatan Eka akan berlangsung hingga 2030. [SR]***





