majalahsora.com, Kota Bandung – Baby Kids & Teens Fest 2025 atau Bakat Fest menjadi salah satu agenda pameran, acara edukatif dan hiburan terbesar di Kota Bandung pada akhir tahun ini.
Acara yang digelar tanggal 11–14 Desember 2025 di Graha Manggala Siliwangi Bandung ini, menghadirkan rangkaian program komplit bagi keluarga, mulai dari pameran, pertunjukan, hingga beragam kompetisi untuk bayi, anak, dan remaja.
Bakat Fest 2025 bertujuan memfasilitasi tumbuh kembang anak dari usia SD hingga remaja.
Pameran ini juga dihadiri berbagai unsur pemerintahan, di antaranya perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II, Sekdis Disbudpar Kota Bandung, perwakilan Disdik Kota Bandung, serta DPD Asperapi Jawa Barat, menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap industri pameran dan UMKM.
Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, mengapresiasi penyelenggaraan Bakat Fest
Ketua Pelaksana Bakat Fest 2025, Anut Nurrakhmat, menjelaskan konsep acara yang dikemas dengan deretan lomba bagi balita, anak-anak, hingga remaja.
Selain itu, Bakat Fest menghadirkan berbagai penampilan siswa dari banyak sekolah, termasuk wadah kreativitas bagi anak berkebutuhan khusus melalui media pertunjukan.
Ia menegaskan bahwa konsep utama kegiatan ini tetap berfokus pada edukasi. Tahun ini, terdapat 101 tenan termasuk UMKM kuliner.
Harapannya, hadirnya para pelaku UMKM dapat menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.
Bayu Satya Prawira, S.H., perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II, menegaskan bahwa dewan mendukung Baby Kids & Teens Fest
Untuk balita, Bakat Fest menghadirkan lomba merangkak, lomba minum susu, hingga lomba makan roti sebagai latihan motorik.
Bagi anak SD, disediakan lomba kreativitas musik seperti angklung, rampak jaipong, dan modern dance. Untuk remaja, Bakat Fest bekerja sama dengan komunitas K-Pop menghadirkan kategori lomba khusus.
“Bakat Fest telah hadir sejak tahun 2000 dan berencana memperluas penyelenggaraan melalui roadshow ke berbagai kota di Jawa Barat, seperti Cirebon, Tasikmalaya, Bogor, dan Sumedang, bahkan menuju level nasional,” kata Rakhmat, saat pembukaan.
Ia mengajak orangtua di Bandung dan sekitarnya untuk datang bersama anak-anak mengikuti berbagai lomba dan menikmati penawaran menarik dari para tenan.
Baby Kids & Teens Fest acara yang ditunggu-tunggu warga Kota Bandung, Jawa Barat dan luar Jabar
“Ajak anaknya dan ikuti berbagai lomba serta dapatkan hadiah menarik hingga diskon-diskon menarik dari tenan yang ada di sini,” pungkasnya.
Dukungan DPRD Jabar
Bayu Satya Prawira, S.H., perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi II, menegaskan bahwa dewan mendukung penuh kegiatan ini. Menurutnya, pameran seperti Bakat Fest bukan hanya ditunggu masyarakat, tetapi juga mampu mendorong kemajuan UMKM.
Ia menilai kolaborasi antara Pariwisata, UMKM, dan Koperasi penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Dirinya juga menyampaikan komitmen untuk terus bekerja sama dengan Asperapi agar event ekspo sejenis lebih banyak digelar di Kota Bandung.
Leo Hermanto, perwakilan Asperapi Jawa Barat
Bayu mengungkapkan bahwa sudah ada pembicaraan dengan Pemprov Jawa Barat terkait penyediaan fasilitas yang lebih baik, terutama dari segi venue atau hall yang saat ini masih dalam tahap pengkajian mendalam.
Bayu berharap Kota Bandung memiliki venue memadai bagi para pengusaha ekspo, khususnya yang berada di bawah naungan Asperapi.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak sungkan meminta bantuan ke Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat jika membutuhkan dukungan terkait kegiatan pameran dan pengembangan UMKM.
Terkait anggaran, Bayu menyebut hal tersebut masih dibahas dalam APBD murni 2026 guna mendukung kegiatan serupa.
Banyak produk berkualitas dihadirkan dengan penawaran harga menarik
Ia menekankan pentingnya pemerintah tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga sektor pariwisata dan UMKM demi memperkuat ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk.
Perwakilan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), Jawa Barat
Leo Hermanto, perwakilan Asperapi Jawa Barat, sependapat mengenai pentingnya fasilitas venue yang lebih baik.
Dirinya menilai pelaku industri pameran di Jawa Barat sangat banyak dan memiliki potensi berkembang hingga level internasional apabila didukung sarana yang memadai.
Menurutnya, semakin banyak pameran digelar, semakin besar peluang pemerintah melihat peningkatan industri tersebut.
Ketua Pelaksana Bakat Fest 2025, Anut Nurrakhmat, menjelaskan konsep acara yang dikemas dengan deretan lomba bagi balita, anak-anak, hingga remaja
Leo juga menekankan efek multiplayer dari sebuah pameran.
“Kegiatan di satu kota dapat memberi dampak bagi wilayah sekitar, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak ticketing yang berkisar 10–15 persen dari harga tiket,” kata Leo.
Apresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, mengapresiasi penyelenggaraan Bakat Fest.
Irwan menyebut pameran ini berperan mengembangkan perekonomian Kota Bandung karena banyak tenan dan pelaku usaha dapat memasarkan produknya di sini.
Salah satu tenan yang ada di pameran Baby Kids & Teens Fest 2025
Menurutnya, Bakat Fest juga menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas anak-anak hingga remaja.
“Acara ini dinilai mampu mendatangkan wisatawan dari luar kota, apalagi momentum penyelenggaraan yang berlangsung hingga akhir pekan. Disbudpar Kota Bandung turut membantu mempromosikan kegiatan ini melalui media sosial dan jaringan media partner,” katanya.
Irwan juga menyebut pertumbuhan wisatawan ke Kota Bandung meningkat sepanjang 2025 karena banyak festival terselenggara, seperti Pocari Run, Asia Afrika Festival, dan beberapa kegiatan dalam Calendar of Events.
Ia berharap semakin banyak event digelar untuk terus meningkatkan jumlah wisatawan.
Tanggapan Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung
Bakat Fest 2025 bertujuan memfasilitasi tumbuh kembang anak dari usia SD hingga remaja
Sementara itu, Riyantini, Penilik Ahli Utama sekaligus perwakilan Disdik Kota Bandung, menilai Bakat Fest memberikan nuansa baru bagi kreativitas anak usia dini.
Riyantini melihat kehadiran lembaga pendidikan di acara ini dapat mendorong sekolah untuk memaksimalkan pengembangan anak usia dini, termasuk kolaborasi antara sekolah, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.
Mewakili Disdik Kota Bandung, berharap Bakat Fest mampu menjadi wadah pembelajaran positif bagi anak, termasuk memperkenalkan pola makan bergizi dan kesehatan. Riyantini juga mengapresiasi kolaborasi yang sudah terjalin selama 25 tahun penyelenggaraan event ini.
“Kgiatan seperti coding atau kursus anak usia dini bisa turut digandeng pada edisi berikutnya,” tutup Riyantini. [SR]***













