majalahsora.com, Kota Cirebon – Maman Darmawan, satu bulan lebih dirotasi menjadi Kepala SMAN 1 Kota Cirebon. Sebelumnya selama dua setengah tahun menjabat sebagai Kepala SMAN 6 Kota Cirebon dan membawa perubahan luar biasa. Ia mengaku proses rotasi bukan hal baru baginya.
“Alhamdulillah karena mungkin bukan pertama kali saya pindah rotasi. Ini kali keenam saya dirotasi,” ujarnya, kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di ruang kerjanya, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No.81, Kamis (11/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut membuatnya memahami langkah-langkah awal yang harus dilakukan, yaitu memotret kondisi sekolah, melihat, mendengar, dan mengambil informasi sebelum menentukan kebijakan, terutama karena rotasi terjadi di akhir tahun, tepatnya tanggal 29 Oktober 2025.
Menurut Maman, dirinya tidak ingin gegabah mengubah program yang sudah direncanakan. Meski demikian, setelah mengumpulkan informasi, ia menilai kondisi kekinian SMAN 1 sekolah (SMA) tertua di kota Cirebon mengalami penurunan prestasi. Ia menyebut kini SMAN 1 dari sisi prestasi, kalah dari SMAN 2 dan bahkan SMAN 6.
Namun ia tetap optimis karena melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan, termasuk komitmen alumni yang luar biasa dan potensi akademik yang masih kuat dari sisi UTBK, lulusannya banyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di tanah air.
“Kalau dari sisi UTBK di SMA 1, itu masih banyak yang terserap ke PTN melalui jalur UTBK,” kata Maman.
Namun ia tidak menampik penurunan nilai rapor siswa yang membuat siswa SMAN 1 Cirebon kesulitan bersaing masuk ke PTN melalui jalur undangan rapot (SNBP).
Ia menjelaskan bahwa paradigma lama, nilai kecil tapi kemampuan hebat, sudah tidak relevan karena sekarang seleksi dilakukan oleh sistem (mesin). Nilai 7 tentu akan kalah dari nilai 8.
Karena itu diperlukan komitmen bersama untuk membekali siswa dengan kemampuan yang terukur.
Ketua IKA SMAN 1 Cirebon, A Kuswara, bersama jajaran alumni lainnya, siap berkolaborasi membangkitkan keunggulan-keunggulan SMAN 1 Kota Cirebon (foto istimewa)
Ia menambahkan bahwa salah satu PR besarnya adalah mempersiapkan siswa agar lebih kompetitif masuk perguruan tinggi melalui jalur tanpa tes (SNBP) dengan membekali nilai akademik.
Di sisi non-akademik, ia menegaskan SMAN 1 memiliki potensi besar. Dari segi olahraga saja, sekolah ini pernah juara umum POPKOTA beberapa tahun, meski kini gelar tersebut tidak lagi diraih.
“Insya Allah potensi-potensi itu karena kami komitmen terhadap kompetensi siswa,” ujarnya.
Maman menjelaskan bahwa jalur SPMB membuka banyak pintu, seperti prestasi akademik, prestasi non-akademik, domisili, jalur tidak mampu, serta jalur pindah. Karena itu SMA 1 harus jeli memetakan kemampuan siswa sejak awal.
“Memang di awal kami melakukan pemetaan anak yang domisili ini kemana kami arahkan,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan komitmen bersama guru serta dukungan alumni, SMAN 1 dapat pulih seperti dulu.
Maman juga menyebut arahan Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk berani berpikir out of the box sebagai inspirasi dalam merancang berbagai program dan strategi.
“Jadi kami mungkin akan berusaha melakukan itu,” katanya.
Kepedulian Alumni dalam Mendukung Kebangkitan SMAN 1 Cirebon
Maman pun menyoroti kepedulian alumni, khususnya tokoh Persib dan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) A Kuswara, sebagai Ketua Ikatan Alumni atau IKA SMAN 1 Cirebon.
Kepala SMAN 1 Kota Cirebon Maman Darmawan, S.Pd., M.Pd., takjub dengan kepedulian para alumni SMAN 1 Cirebon (foto istimewa)
“Beliau tokoh penting di Persib yang alhamdulillah kemarin sempat langsung memberikan pernyataan dukungan yang luar biasa,” tutur Maman.
Menurutnya, Kuswara meminta daftar kebutuhan krusial sekolah dan siap membantu melalui pertemuan lanjutan. Bahkan telah dilakukan Zoom Meeting bersama sejumlah jajaran manajemen SMAN 1.
Pertemuan tersebut berlangsung pada 4 Desember 2025. Kuswara juga langsung menghubungi tokoh-tokoh Cirebon lainnya yang merupakan alumni untuk turut hadir, termasuk anggota dewan dan pengusaha.
“Luar biasa. Saya merasa senang karena saya baru datang (sebagai Kepala SMAN 1 Cirebon), saya sudah betul-betul direspon seperti itu,” kata Maman.
Dukungan alumni tidak hanya berupa finansial, tetapi juga bimbingan akademik bagi siswa dalam menghadapi olimpiade, UTBK, dan TKA, terutama dari alumni yang kini berkecimpung pada bidang lembaga pendidikan.
Maman pun takjub meskipun dirinya bukan alumni SMAN 1, tetapi ia merasakan sambutan yang hangat.
Ia pun mengenang masa mudanya ketika tidak berani mendaftar ke SMAN 1 Cirebon karena sekolah itu dulu sangat hebat dan mayoritas lulusan SMPN 1 Kota Cirebon, tempat ia bersekolah.
“Dulu luar biasa SMA 1,” ujarnya.
Kini, dengan adanya lampu hijau dari para alumni, ia yakin SMAN 1 Cirebon bisa bangkit lagi.
“Beliau mah luar biasa. Pokoknya saya salut,” kata Maman. Dukungan emosional dan komitmen alumni diyakininya menjadi fondasi penting kebangkitan SMAN 1 Cirebon. [SR]***







