majalahsora.com, Kota Cirebon – Satu bulan lebih memimpin SMAN 6 Kota Cirebon, Lina Herlina yang kini dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah langsung mencatatkan prestasi prestisius.
Rotasi promosi yang menempatkannya di sekolah ini berbuah manis, setelah SMAN 6 meraih juara umum Pekan Olahraga Pelajar Kota Cirebon (POPKOTA) Tahun 2025, gelar yang terakhir kali diraih 20 tahun lalu.
SMAN 6 menjadi juara umum POPKOTA dengan meraih 51 medali emas dari total 29 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, mengungguli juara bertahan SMAN 1 Kota Cirebon.
POPKOTA merupakan ajang kompetisi bergengsi multi cabor bagi pelajar jenjang SMP sederajat, dan SMA, SMK sederajat di Cirebon. Tahun ini diadakan pada tanggal 6 November hingga 28 November 2025. Ajang ini menjadi arena untuk melahirkan bibit atlet pelajar potensial di Kota Cirebon.
Keberhasilan SMAN 6 pun dinilai Lina sebagai anugerah sekaligus tantangan besar untuk dipertahankan dan menjadi modal bagi dirinya membawa SMA ternama itu dengan berbagai langkah strategis.
Kepala SMAN 6 Kota Cirebon Dra. Hj. Lina Herlina, M.Pd., saat melakukan koordinasi
“Alhamdulillah sangat membanggakan. Suatu anugerah bagi saya sebagai kepala sekolah baru,” kata Lina dengan penuh syukur, kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Kamis (11/12/2025).
Selain POPKOTA, SMAN 6 juga mencatat prestasi lainya. Melalui ekskul PMR meraih juara favorit 3 dan umum 2 pada lomba yang diadakan di MAN 1 Kota Cirebon, pada 16 November 2025.
Lina lantas mengungkapkan mengenai program Pancawaluya Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM), bahwa SMAN 6 menjadi sekolah pertama di Kota Cirebon yang menyelenggarakan in house training (IHT) Pancawaluya di awal November 2025.
Setelah menerima materi, guru mulai menerapkan penguatan pembiasaan karakter kepada siswa, mulai dari kedisiplinan hadir ke sekolah pada pukul 06.30, penyambutan siswa di pagi hari oleh guru piket, kegiatan sholat berjamaah, hingga budaya membuang sampah pada tempatnya.
“Itu karakter-karakter yang kami bangun kepada anak-anak kami dari pengaplikasian Pancawaluya,” terang Lina.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 6 Kota Cirebon, Eka Novianto, M.Pd
Di samping itu ia menjelaskan program akademik dan nonakademik yang saat ini berlangsung padat. Setelah PSAS (Penilaian Sumatif Akhir Semester), sekolah juga akan menggelar Porak antar kelas.
Prestasi lainnya, keterlibatan siswa pada pameran yang diselenggarakan Kementerian Sosial Budaya di Pelabuhan, serta pameran lukisan siswa di Gramedia, Jumat 12 Desember 2025, bahkan akan ada dilelang lukisan, sebagai bentuk apresiasi.
Ketika disinggung mengenai tantangan, Lina tidak memungkiri adanya pembinaan intensif agar bisa mempertahankan juara umum POPKOTA.
“Siswa kami harus diperkuat lagi latihannya. Kami harus bekerja keras, bekerja sama dengan semua unsur keluarga besar SMAN 6, termasuk alumni dan orangtua siswa,” katanya.
Lina optimis dengan sumber daya manusia yang ada di SMAN 6, termasuk guru penggerak.
Kepala SMAN 6 Kota Cirebon, Saat meninjau ruang kelas yang telah direhabilisasi dalam program revitalisasi pemerintah pusat tahun 2025
“Itu modal yang paling kuat di sini,” tegasnya.
Ia menambahkan tahun pertama kepemimpinannya akan fokus mempertahankan kualitas sekolah sambil melihat potensi mana yang perlu ditingkatkan.
Soal lulusan, Lina menyebut tingkat keterimaan ke Perguruan Tinggi Negeri jauh lebih besar dibanding sekolah yang ia pimpin sebelumnya, dengan jalur undangan (SNBP) mencapai lebih dari 50 siswa.
“Informasinya yang masuk ke perguruan tinggi lebih banyak. Tahun ini luar biasa SMA 6,” ujarnya.
Bahkan ada siswa yang mendapat golden ticket masuk PTN setelah meraih prestasi tingkat nasional.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMAN 6 Kota Cirebon, Akbar Maulana, S.Pd., M.A
Lina pun menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi bersama seluruh SDM SMAN 6 Kota Cirebon.
“Mudah-mudahan lancar dengan segala program yang ada,” kata Lina.
Capaian Selama Memimpin SMAN 8 Kota Cirebon
Sebelum dirotasi, selama hampir empat tahun Lina menjadi Kepala SMAN 8.
“Waktu itu saya promosi jadi kepala sekolah, dari Guru di SMAN 1 Krangkeng, Kabupaten Indramayu,” katanya mengenang.
Ia menjelaskan saat awal dipromosikan menjadi kepala sekolah, ia berniat meningkatkan kualitas SMAN 8 Kota Cirebon, mulai dari bidang kesiswaan, sarana prasarana, ketertiban dan kedisiplinan termasuk kuantitas siswanya.
Laboratorium SMAN 6 Kota Cirebon, yang telah mendapatkan program rehabilitasi dari program revitalisasi pemerintah pusat tahun 2025
“Alhamdulillah semuanya sesuai dengan apa yang saya rencanakan,” ujarnya.
Dari kuantitas siswa, jumlah rombongan belajar (rombel) di SMAN 8 setiap tahun mengalami kenaikan. Awal ia memimpin rombelnya ada 30 naik menjadi 33 kelas. Peningkatan ini diiringi animo masyarakat yang tinggi.
Ia menyebut saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di awal masa kepemimpinannya membludak hingga membuang pendaftar lebih dari satu kelas.
“Pertama kali PPDB saya tingkatkan langsung 11 kelas,” katanya.
Lina pun mengungkapkan bagaimana SMAN 8 yang awalnya berada di wilayah pinggiran Kota Cirebon dengan animo rendah berubah menjadi sekolah dengan minat tinggi.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 6 Kota Cirebon, Lily Solichah, S.Pd.
Ketika awal datang, kata Lina banyak warga tidak mengenali sekolah tersebut.
Secara berkesinambungan ia dan jajarannya memperbaiki tampilan depan sekolah hingga masyarakat dapat langsung mengenali SMAN 8.
Sejumlah sarana pun direhab, mulai dari ruang seni hingga ruang pertemuan.
Sedangkan dari sisi prestasi, Lina menyebut pada bidang akademik sempat stagnan, namun prestasi nonakademik melonjak signifikan.
Antara lain SMA 8 meraih juara FL2SN tingkat nasional pada 2022 untuk kategori penyanyi solo, serta prestasi futsal pada tingkat nasional.
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana SMAN 6 Kota Cirebon, Daniel Adenis, S.Sn
Di era Lina, cabor tinju juga muncul sebagai ekskul andalan, diajang Popnas. Bahkan dalam ajang matematika yang diselenggarakan UGJ Cirebon tahun 2024, SMA 8 sempat masuk 10 besar nasional bersanding dengan sekolah-sekolah unggulan.
Semua itu, tegasnya, merupakan hasil kerja keras guru-guru yang mau berubah dan maju. “Kalau saya kan tidak bisa berbuat apa-apa tanpa mereka ya Pak,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya motivasi kepada rekan guru. “Aloh kita susul nih,” ucapnya sembari tertawa.
Selama hampir empat tahun memimpin, ia meninggalkan banyak catatan positif, termasuk meningkatnya jumlah siswa diterima di perguruan tinggi melalui jalur undangan, mencapai hampir 30 siswa yang masuk UNPAD, UPI, ITB, UNDIP, dan UNS.
Di penghujung wawancara, Lina menyebut masih ada cita-cita yang belum tercapai di SMAN 8, yakni jumlah rombel yang belum mencapai 36 kelas.
Dengan luas lahan yang sama dengan SMAN 6, ia yakin hal itu sebenarnya bisa dicapai lewat berbagai kerja sama.
Staf Waka bidang Humas SMAN 6 Kota Cirebon, Nurdiyanto, S.Kom., saat menggunakan smart tv Merah Putih, program Presiden RI, Prabowo Subianto
“Paling tidak impian saya yang belum berhasil di sana menjadikan SMA 8 itu 36 rombel,” katanya.
Kini, setelah memulai tugas di SMAN 6, Lina berharap di sekolah baru ini bisa melampaui prestasi sebelumnya.
“Mohon dukungan dan supportnya untuk SMA 6 untuk lebih baik lagi,” ujarnya.
Terkait dengan kepemimpinan Lina, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Akbar yakin prestasi akademik SMAN 6 bisa lebih meningkat. Antara lain, pada SNBP tahun depan akan lebih banyak yang diterima di PTN. Berikutnya melengkapi sarana dan prasarana.
“Alhamdulillah kemarin dapat bantuan revitalisasi, lima ruang baru dan satu laboratorium dari Pemerintah Pusat, sudah selesai di bulan Desember 2025,” ujarnya.
SMAN 6 Kota Cirebon, salah satu sekolah primadona buruan masyarakat Cirebon, di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No.79
Senada dengan Lina tugas berat ke depan yakni mempertahankan juara umum POPKOTA, karena sudah 20 tahun SMAN 6 berupaya untuk meraihnya kembali.
Pada ajang POPKOTA, kata Akbar cabor yang dipertandingkan seperti atletik, tinju, bulutangkis, cabor lain.
Akbar menilai hasil ini merupakan sinergi antara Kepala SMAN 6 terdahulu Maman dengan Kepala SMAN 6 saat ini Lina.
Ia juga mengungkapkan, bahwa SMAN 6, sudah menerima bantuan Smart TV interaktif.
Ia menyebut hadirnya Lina membawa harapan baru, program baru, serta peluang untuk mempertahankan atau meningkatkan berbagai prestasi.
Sekadar diketahui, jumlah Guru P3K ada 30 orang, P3K Paruh Waktu satu orang, Guru PNS 26 orang, sedangkan jumlah guru dan tenaga kependidikan sekitar 57. Adapun jumlah siswa ada 1.132 orang diwadahi dalam 33 rombel. [SR]***














