majalahsora.com, Kabupaten Cirebon – Program Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk mengentaskan angka putus sekolah melalui Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) diberlakukan pada Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025/2026.
Program itu pun diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah jenjang SMA dan SMK.
Kepala SMK Negeri 1 Kedawung Kabupaten Cirebon, Sri Handayani, S.Pd., M.M., kepada majalahsora.com mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya menyambut baik program PAPS dari Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) lama pendidikan di Jabar.
Suasana daftar ulang SPMB Tahap II termasuk dari program PAPS SMKN 1 Kedawung, Kabupaten Cirebon, tanggal 10-11 Juli 2025
“Pastinya kami sangat mendukung sekali program Pak KDM dan pemerintah daerah untuk pencegahan anak putus sekolah,” kata Yani, sapaan akrab Kepala SMKN 1 Kedawung kepada majalahsora.com di ruang kerjanya, Jalan Tuparev No 12, Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (9/7/2025).
“Secara prosedur kami juga mengikuti arahan dari Disdik Provinsi dan Cadisdik X,” imbuhnya.
Adapun siswa PAPS yang diterima merujuk dari data yang dikirim oleh Disdik Jabar. Pendaftar pada SPMB Tahap I berasal dari jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dan domisili. Kemudian, oleh panitia SPMB dilakukan analisis mendalam dan disandingkan dengan pendaftar pada SPMB Tahap II.
SMKN 1 Kedawung Kabupaten Cirebon, mendukung program PAPS KDM
“Apakah mereka kembali mendaftar pa dida tahap II, kami lihat. Lalu diambil. Selain nama-nama yang sudah ada kami juga mendatangi RT RW setempat yang tahu persis kondisi warganya. Di samping itu mendatangi SMP Negeri terdekat, memastikan apakah ada siswa yang betul-betul tidak mampu sampai tidak daftar ke sekolah manapun,” kata Yani.
Berikutnya, kata Yani, setelah menganalisa luas ruangan, jumlah guru, dan ketersediaan alat praktik di SMKN 1 Kedawung, akhirnya menambah siswa per kelas maksimal 46 sampai 48 orang, yang tadinya per kelas sekitar 36 orang siswa.
“Itu juga melihat jurusan yang mereka pilih. Alhamdulillah sampai kemarin pengumuman dari laman Disdik Jabar, sudah melakukan daftar ulang,” kata Yani.
“Jumlah siswa PAPS ada 190 orang siswa. Alhamdulillah tadi sudah pada daftar ulang, terbagi di jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Desain Komunikasi Visual, Usaha Perjalanan Wisata, Perbankan, serta Bisnis Daring dan Pemasaran,” pungkasnya. [SR]***







