majalahsora.com, Kota Bandung – Awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Pendidikan Jabar sengaja melakukan liputan ke SMA, SMK dan SLB Negeri yang ada di Jawa Barat, khususnya meliput penempatan 641 kepala sekolah yang dirotasi maupun promosi dan dilantik langsung oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) di halaman Gedung Sate pada 29 Oktober 2025.
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian adalah SMAN 1 Kota Bandung, sekolah unggulan yang kini dipimpin kepala sekolah baru.
Tanty Erlianingsih, S.Pd., M.Pd., yang efektif mulai bertugas sebagai Kepala SMAN 1 Kota Bandung sejak 3 November 2025, mengatakan hampir tiga bulan memimpin sekolah tersebut dengan fokus utama pada penguatan karakter siswa berbasis Gapura Pancawaluya, peningkatan prestasi akademik dan nonakademik, hingga konsolidasi menghadapi tantangan serius berupa sengketa tanah yang kini berproses di Mahkamah Agung.
Dalam keterangannya, Tanty menyampaikan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah penguatan pendidikan karakter bagi siswa. Pendidikan karakter tersebut berbasis Gapura Pancawaluya yang kini diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya Anugerah Gapura Pancawaluya tingkat Cadisdis Wilayah VII peringkat kedua, khususnya dalam peningkatan disiplin siswa.
Wakasek Humas SMANSA Bandung, Aam Amelia, S.Pd
“Yang pertama adalah penguatan karakter siswa, pendidikan penguatan karakter bagi siswa yang berbasis Gapura Pancawaluya. Alhamdulillah, kemarin kami mendapatkan penghargaan anugerah Gapura Pancawaluya untuk tingkat KCD VII peringkat kedua,” ujar Tanty di ruang kerjanya, Jalan Ir. H. Juanda No 93, Rabu (3/2/2026).
Ia menjelaskan, penguatan karakter tersebut merupakan bagian dari sembilan langkah pembangunan Jawa Barat yang dilaksanakan di SMAN 1 Kota Bandung.
Langkah-langkah itu dimulai dari menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih, peningkatan kompetensi guru, larangan membawa kendaraan bermotor, pendidikan ekologi, hingga implementasi nilai-nilai Pancawaluya yang sudah mulai dilakukan secara konsisten.
Langkah selanjutnya, menurut Tanty, adalah peningkatan kompetensi guru melalui penguatan karakter IHT Pancawaluya serta penguatan kompetensi akademik.
Dalam beberapa bulan terakhir, SMAN 1 Kota Bandung tercatat melaksanakan berbagai kegiatan nasional, seperti TKA, menjadi sampel instrumen akademik dari kementerian dan Pusdatin, serta disurvei sebagai sampel pengelolaan ijazah terbaik. Sekolah ini juga menjadi sampel penerapan pendidikan anti korupsi oleh Bappenas dan KPK.
#Save SMANSA Bandung
Meski banyak program telah berjalan, Tanty menegaskan fokus besarnya adalah mempertahankan prestasi SMAN 1 Kota Bandung sebagai sekolah dengan jumlah siswa terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Secara persentase siswa yang diterima ada diangka 40 %, dari 155 pendaftar, 62 siswa SMAN 1 diterima di PTN.
“Karena tahun kemarin peringkat pertama, maka ini menjadi tugas berat bagi saya untuk bisa mempertahankan predikat itu,” kata Tanty yang sebelumnya, selama tiga tahun menjadi Kepala SMAN 1 Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Adapun formulasi yang diterapkan diawali dengan sosialisasi dan parenting kepada orangtua terkait pemilihan jurusan siswa yang eligible.
Untuk mendukung ke arah sana, pihak sekolah juga menggelar kegiatan akbar Edu Fair SKY “Semansa Kuliah Yuk” yang menghadirkan lebih dari 40 perguruan tinggi, layanan konseling, bimbingan karier, serta edukasi pemilihan jurusan.
Wakasek Sarana Prasarana SMANSA Bandung, Kardiana, S.Pd
“Di sekolah kami memberikan layanan konseling kepada para siswa dan edukasi. Termasuk trik-trik supaya mereka bisa diterima di perguruan tinggi,” jelasnya.
Di bidang kesiswaan, Tanty menyebut SMAN 1 Kota Bandung mampu melaksanakan banyak kegiatan meski dengan anggaran terbatas. Di antaranya Bali Nosa (Bazar Literasi November 1) untuk menguatkan jiwa kewirausahaan dan literasi, serta program student company yang membentuk karakter entrepreneur siswa melalui pendirian perusahaan, penyusunan bisnis plan, pengelolaan saham, hingga kerja sama charity dengan Yayasan Kanker Rumah Ibu (Rumah Ambu).
“Anak-anak di sini berkreativitas tanpa bergantung pada pendanaan sekolah. Mereka mencari sponsor dan media partner sendiri. Dari anak, oleh anak, untuk anak,” ungkap Tanty.
Saat ini, sekolah juga tengah merancang kegiatan Entrepreneur Space (EnterSpace) kompetisi business plan tahunan. Di 2026 ini target peserta hingga Bali, serta kegiatan SPAC berupa pemilihan mojang-jajaka yang dikaitkan dengan kegiatan kemanusiaan dan charity.
Tanty menilai keseimbangan antara keterampilan kognitif dan psikomotorik menjadi kekuatan SMAN 1 Kota Bandung, yang tercermin dari prestasi ekstrakurikuler yang hampir setiap hari bertambah.
Lobi SMANSA Bandung
Terkait tantangan, Tanty mengungkapkan bahwa karakter generasi Z di kota besar membutuhkan pendekatan khusus dalam penguatan karakter cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.
“Perlu pembiasaan yang konsisten dan keteladanan dari Bapak Ibu guru,” ujarnya.
Dari sisi sarana prasarana, dalam tiga bulan pertama ia telah melakukan berbagai perubahan, mulai dari penataan lapangan, ruang tata usaha, kebersihan toilet, hingga pengelolaan limbah sampah bekerja sama dengan DLH. Sekolah juga telah divisitasi kementerian untuk rencana rehabilitasi 17 ruangan.
Sengketa Tanah SMAN 1 Bandung dengan Perkumpulan Lyceum Kristen #Save SMANSA Bandung
Sementara itu, terkait sengketa tanah SMAN 1 Kota Bandung, Tanty menjelaskan bahwa posisi sekolah saat ini menang di tingkat banding atas gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK). Namun, perkara tersebut kini berproses di tingkat kasasi Mahkamah Agung.
Perkembangan terbaru, Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) mengajukan gugatan ke Kemenkumham terkait legalitas pendirian yayasan, yang berpotensi memengaruhi proses kasasi.
Wakasek Kesiswaan SMANSA Bandung, Dhoni Ahdiatna, S.Pd., Gr
“Alhamdulillah berkat dukungan Pak Gubernur KDM, Biro Hukum Setda Jabar, dan tim advokat IKA SMA 1, kami terus mengawal proses ini. Negara harus hadir menyelamatkan aset sekolah,” kata Tanty.
Bidang Kesiswaan
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Dhoni Ahdiatna, S.Pd., Gr., menambahkan bahwa program SKY “Semasa Kuliah Yuk” telah dilaksanakan untuk keempat kalinya.
Program tersebut mendatangkan puluhan perguruan tinggi langsung ke sekolah agar siswa dapat berkonsultasi secara langsung terkait minat dan persiapan masuk universitas.
“Anak-anak bisa langsung bertanya apa yang harus dipersiapkan untuk masuk universitas yang mereka inginkan. Antusiasme bukan hanya dari kelas XII, tapi juga kelas X dan XI,” ujar Dhoni.
Ia menyebut sekitar 40 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, hadir dalam kegiatan tersebut.
Dhoni juga menegaskan, meskipun dengan keterbatasan anggaran, kegiatan kesiswaan di SMAN 1 Kota Bandung tetap berjalan aktif dan kreatif melalui OSIS dan berbagai program berbasis karakter Pancawaluya, charity, dan kepedulian sosial.
“Setahun ajaran itu ada sekitar tujuh sampai delapan kegiatan besar yang digagas oleh siswa,” katanya.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Tanty Erlianingsih, SMAN 1 Kota Bandung semakin solid, berprestasi, dan menjadi sekolah yang lebih baik ke depannya. [SR]***










