majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Mengawali tahun 2026, civitas academica Universitas Bale Bandung (UNIBBA) menggelar Rapat Kerja (Raker) penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 di Hotel Grand Palma, kawasan wisata Pangandaran, pada 27–29 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan kampus menuju tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance) sekaligus memperkuat peran UNIBBA sebagai kampus berdampak bagi masyarakat.
Rektor Universitas Bale Bandung, Dr. Ir. H. M. Ibrahim Danuwikarsa, M.S., menegaskan bahwa Raker menjadi forum strategis bagi seluruh pimpinan dan unit kerja untuk menyatukan langkah dalam membangun UNIBBA yang berkualitas.
Ia menekankan pentingnya sinergi, akuntabilitas, dan komitmen bersama agar setiap program kerja benar-benar berorientasi pada peningkatan mutu lulusan serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bale Bandung R.H. Firman B Sumantri, MBA
“Pada intinya kami semua di UNIBBA pimpinan menginginkan tata kelola universitas menjadi good university governance. Prinsip-prinsipnya sudah dipaparkan secara menyeluruh, sehingga setiap individu dan setiap warga UNIBBA harus bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sekaligus bersinergi sebagai tim yang solid untuk mengembangkan UNIBBA,” kata Rektor, kepada majalahsora.com, perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di Kampus UNIBBA, Jalan R.A.A. Wiranatakusumah No 7, Baleendah, Senin (2/2/2026)
Ia menjelaskan bahwa penerapan Good University Governance bertujuan untuk mewujudkan UNIBBA yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan. Dalam konteks tersebut, tata kelola universitas yang baik menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan institusi dan peningkatan kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Rektor memaparkan bahwa Good University Governance di UNIBBA dijalankan berdasarkan delapan prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas kepada para stakeholders, tanggung jawab (responsibility), independensi dalam pengambilan keputusan, keadilan (fairness), penjaminan mutu dan relevansi, efektivitas dan efisiensi, serta prinsip nirlaba. Delapan prinsip tersebut menjadi pedoman bagi seluruh warga UNIBBA dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Sejalan dengan arah Kampus Berdampak, UNIBBA juga melihat peluang besar untuk berkontribusi dalam isu strategis pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui rehabilitasi lahan kritis melalui pendekatan agroforestri di Jawa Barat. Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk melibatkan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Raker dan RKAT UNIBBA 2026, momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan kampus menuju tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance)
Dalam konteks tersebut, UNIBBA turut serta dalam pelaksanaan Gerakan Tanam Kakao, Kelapa, dan Kopi (GERTAKK) 2026, di Pondok Pesantren Al Mukhlis, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung sebagai bagian dari aktualisasi Kampus Berdampak. Dihadiri oleh Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania.
Program agroforestri ini tidak hanya diarahkan untuk pemulihan ekosistem dan lahan kritis, tetapi juga untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan riset terapan, serta pembelajaran kontekstual berbasis lapangan bagi mahasiswa.
Menurut Rektor, pendekatan seperti ini selaras dengan paradigma baru pendidikan tinggi yang menempatkan kampus sebagai pusat solusi nyata bagi persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Inilah bentuk kampus berdampak yang sesungguhnya, di mana pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berjalan beriringan dan menghasilkan manfaat langsung,” ujarnya.
Rektor UNIBBA Dr. Ir. H. M. Ibrahim Danuwikarsa, M.S., saat paparkan materi dalam raker 2026 di Hotel Grand Palma Pangandaran
Rektor juga menyampaikan harapan agar UNIBBA ke depan tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi pusat kajian perekonomian, sosial, dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Hal ini sejalan dengan kelanjutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan arah kebijakan baru Kementerian melalui program Kampus Berdampak.
“Goal akhirnya adalah tata kelola yang baik. Dengan itu nanti akan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdampak untuk masyarakat. UNIBBA juga diharapkan menjadi pusat kajian perekonomian dan sosial yang efeknya kembali ke masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyinggung transformasi pendidikan tinggi melalui program Kampus Berdampak yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 29 April 2025 dan diresmikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 dengan tajuk Kemdiktisaintek Berdampak. Program ini menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai motor transformasi sosial dan ekonomi, penghasil inovasi relevan, serta pendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sistem Informasi, dan Kerjasama, Dr. Diana Silaswati, M.Pd., (tengah), Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Kepegawaian, Muhammad Iqbal, S.E., M.M., (kanan) dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Humas, Dra. Rinayanti Laila Nurwulan, M.Pd (kiri)
Ia mengakui bahwa UNIBBA masih perlu lebih optimal dalam memanfaatkan peluang yang ditawarkan kementerian. Meski demikian, UNIBBA telah memperoleh sejumlah program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen tetap yang dikoordinasikan LPPM, serta hibah peralatan laboratorium melalui Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) 2025 senilai Rp 498.028.698 untuk laboratorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes).
“Alhamdulillah kita memperoleh beberapa program penelitian dan pengabdian masyarakat serta hibah peralatan laboratorium. Semoga tahun 2026 kita bisa lebih memanfaatkan peluang-peluang seperti ini, termasuk yang melibatkan mahasiswa,” ujarnya.
Terkait pembelajaran, Rektor menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran kontekstual dan transformatif. Pembelajaran kontekstual menghubungkan materi dengan situasi dunia nyata, sementara pembelajaran transformatif berfokus pada perubahan cara berpikir mahasiswa, bukan sekadar akumulasi pengetahuan.
“Belajar tidak cukup di kelas. Mahasiswa bisa dibawa ke masyarakat, ke DPR, ke masjid, ke pabrik, tergantung mata kuliahnya,” tegasnya.
Rapat Kerja (Raker) penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 di Hotel Grand Palma, kawasan wisata Pangandaran, pada 27–29 Januari 2026,
Raker UNIBBA 2026 juga diisi dengan pemaparan laporan kinerja tahun 2025 dan rencana kerja tahun 2026 dari seluruh pimpinan unit kerja, yang mengacu pada tujuh sasaran strategis dalam Rencana Kerja UNIBBA 2024–2028. Sebelumnya, UNIBBA telah melaksanakan Raker Pra-RKAT pada 19–20 Januari 2026 yang mencatat tren positif kinerja keuangan selama lima tahun terakhir dengan realisasi penerimaan rata-rata mencapai 93,5 persen dari target.
Rektor pun menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Bale Bandung atas dukungan terhadap berbagai program, khususnya pembangunan sarana dan prasarana seperti lapangan olahraga, gedung unit kegiatan mahasiswa, serta renovasi ruang kelas.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, dan panitia pelaksana Raker dan Gathering UNIBBA 2026.
“Semoga Allah SWT selalu meridhoi setiap niat baik seluruh warga UNIBBA dan YPBB untuk menuju UNIBBA yang lebih baik,” pungkasnya. [SR]***










