majalahsora.com, Kota Bandung – Drs. Agung Indaryatno, M.Pd., Kepala SMKN 3 Kota Bandung dipercaya menjadi Plt Kepala SMK Pekerjaan Umum (PU) Negeri Bandung, menggantikan Drs. Tatang Gunawan, M.M.Pd., yang pensiun.
Di hadapan para pejabat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, jajaran manajemen, guru, komite SMK PU Negeri Bandung, dan perwakilan dari SMKN 3 Kota Bandung, Tatang dan Agung melakukan serah terima jabatan, di Ruang Serbaguna SMK PU Negeri Bandung, Jalan Garut No 10, Selasa (11/4/2023).
Iin Suprialin, S.Pd., Kepala Sub Bagian Cadisdik VII saat memberikan sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Tatang yang telah mengabdikan segala tenaga dan pikirannya untuk kemajuan SMK PU Negeri Bandung.
“Saya mewakili Pak Ai Kepala Cadisdik mengucapkan selamat bekerja buat Pak Agung terima kasih buat Pak Tatang yang sudah mengabdikan segala tenaga dan pikirannya,” kata Iin.

Iin Suprialin, S.Pd., Kepala Sub Bagian Cadisdik VII, Disdik Jabar
Iin berpesan, paling urgent Agung harus membuat perubahan spesimen (data) rekening bank, untuk mempermudah pencairan dana BOS dan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama Syarif Ketua Komite SMK PU Negeri Bandung, memaparkan bahwa selama tiga tahun dipimpin Tatang banyak perubahan ke arah yang lebih baik.
Adapun perubahan tersebut di antaranya dari segi pembelajaran siswa, pembangunan ruang multimedia atau ruang serbaguna, ruang praktek siswa, bertambahnya jumlah siswa yang sebelumnya hanya 1.000-an kini bertambah menjadi sekitar 1.300-an
Hal tersebut juga karena koordinasi, kerjasama dan semangat kekeluargaan komite dengan unsur sekolah yang berjalan dengan baik.

Drs. Tatang Gunawan, M.M.Pd., saat menandatangani dokumen sertijab
“Alhamdulillah, kebaikan Pak Tatang hanya Allah yang membalasnya, karena sudah memberikan manfaat dan akan selalu diingat,” kata Syarif.
Dirinya juga menyambut hangat kedatangan Agung dan akan selalu berkoordinasi dan berkomunikasi, sehingga SMK PU Negeri Bandung yang telah dibangun dari berbagai aspek oleh Tatang, setidaknya bisa dipertahankan atau dikembangkan lebih baik lagi.
Sedangkan Dudung Arsiparis SMK PU Negeri Bandung, mengatakan bahwa selama kepemimpinan Tatang banyak perubahan dari segi fasilitas sekolah, begitu juga dengan estetika dan kebersihan sekolah yang tertata lebih baik.
“Pak Tatang memiliki prinsip sekolah jangan sampai terlihat kumuh, dengan dorongan beliau saya optimalkan klining service dan tool man,” kata Dudung.

Drs. Agung Indaryatno, M.Pd., saat menandatangani dokumen
“Semoga dalam menjalani masa pensiun Pak Tatang diberi kesehatan, dan dipanjangkan umurnya,” imbuh Dudung.
Dudung pun yakin di bawah kepemimpinan Agung, SMK PU Negeri Bandung, akan lebih baik dan melanjutkan program yang ada.
“Saya beserta Wakasek dan Ketua Program Keahlian di SMK PU Negeri Bandung, siap mendukung program Pak Agung sesuai dengan arahannya,” kata Dudung.
Sementara itu Tatang mengatakan dirinya telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 36 tahun, sejak diangkat tahun 1988.

Suasana Sertijab di saat bulan Ramadhan
“Memang terasa singkat tapi itulah mungkin perjalanan dan pengabdian saya sebagai Pegawai Negeri Sipil dan alhamdulillah di SMK PU ini bisa diangkat tahun 2020 sampai 2023,” kata Tatang yang pernah menjadi Kepala SMKN 5 Kota Bandung, Kepala SMKN 2 Kota Bandung, dan Plt Kepala SMKN 9 Kota Bandung.
Tatang pun menjelaskan bahwa tugasnya di SMK PU Negeri Bandung, di antaranya meningkatkan jumlah siswa.
“Sebelumnya jumlah peserta didik hanya 1.000 siswa, karena peminatnya begitu tinggi terus kita tingkatkan hingga mencapai 1.378 siswa. Mungkin nanti kalau pengembangan sarana terus dilakukan, bisa dikembangkan bisa menambah siswa lagi,” kata Tatang yang pernah menjadi Guru di SMKN 12 Kota Bandung.
Masih dikatakan Tatang di SMK PU Negeri Bandung, ada enam konsentrasi keahlian atau kompetensi kalian di antaranya Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Komputer Jaringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif, Teknik Pemesinan dan Teknik Geomatika.

H. Syarif Ketua Komite SMK PU Negeri Bandung (kiri)
Sedangkan jumlah tenaga kependidikan ada 35 orang, kemudian jumlah guru 79 orang untuk memberikan pelayanan dan menjalankan berbagai program unggulan.
Adapun program unggulan yang sudah berjalan, seperti SIMPUL atau Sistem Informasi SMK Unggulan.
“Ketika saya ke sini itu pada masa covid, sehingga sistem pembelajaran dilakukan secara online, termasuk untuk absensi siswa, sistem penilaian dan Dapodik ini terkemas di SIMPUL ini,” jelas Tatang.
“Alhamdulillah dulu kita ada tim IT. Di antaranya ini di depan saya ada Bu Rita dari tim IT yang juga sering menjadi narasumber di level nasional,” imbuhnya.

Dr. Hj. Siti Sadiah Yuningsih, M.M.Pd., Analis Kebijakan Ahli Muda Cadisdik VII
Dari segi pembangunan Tatang pun mengungkapkan selama ini mendapatkan bantuan DAK fisik dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah bangunan yang kumuh dan lama, nyaris sudah nggak ada. Tinggal pengembangan sedikit ke atas untuk beberapa kelas karena lahan yang terbatas (hanya ± 4.800 m²). Termasuk pengembangan workshop, bengkel dan lab komputer terus kita kembangkan,” kata Tatang.
Keterserapan lulusan juga menjadi prioritas Tatang selama memimpin SMK PU Negeri Bandung.
“Kami ingin terus mengembangkan keterserapan lulusan dengan dunia industri dunia usaha. Kemudian melakukan pengembangan dan kerjasama dengan industri. Tidak kalah penting juga pengembangan karakter siswa terutama budaya kerja melalui BK,” terang Tatang.

Dudung Juanda, SE., M.M., Arsiparis Ahli Muda SMK PU Negeri Bandung
“Kami dorong karena kita sadar bahwa SMK ini harus punya ciri khas, harus punya karakter yang mungkin beda dengan pola lainnya. Ini juga akan terus dikembangkan kemudian sertifikasi kompetensi sudah lama menggunakan LSP P1 untuk semua kompetensi keahlian. Kemudian kerjasama dengan Kementerian PUPR yang ada kolerasinya,” kata Tatang.
Kemudian dari sisi prestasi akademik dan non akademik sudah banyak ditorehkan oleh siswa baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Tidak kalah penting, di SMK PU Negeri Bandung melakukan pengembangan produk kreatif atau edu kreatif dalam mendukung program teaching factory.
Oleh sebab itu Tatang pun yakin Agung bisa melanjutkan program di SMK PU Negeri Bandung.
Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya
“Pak Agung pernah bersama saya. Dulu saat saya bertugas di SMKN 5 beliau sangat potensi sekali dan waktu itu layak sebagai kepala SMK. Sekarang prestasinya cukup bagus. Beliau juga Ketua MKKS Kota Bandung, alhamdulillah bisa menjadi Plt SMK PU Negeri Bandung,” kata Tatang.
Tatang pun memaparkan bahwa bisa berjalannya program di SMK PU tidak terlepas dari dukungan semua unsur, tidak terkecuali dukungan dari para Wakil Kepala Sekolah sebagai motornya.
Agung pun menerima kepercayaan yang baru ia emban.
“Saya ucapan terima kasih kepada Cadisdik VII yang memberikan amanah ini. Menjadi tambahan beban dan tambahan pekerjaan,” kata Agung seraya tersenyum.

H. Dayat mantan Kapala SMK PU Negeri Bandung sekarang menjadi Sekretaris Komite SMK PU Negeri Bandung (kanan berpeci)
“Ucapan terima kasih juga kepada Pak Tatang Gunawan. Saya sudah tidak asing lagi, selama empat tahun lebih saya bersama beliau di SMKN 5 Kota Bandung,” imbuhnya.
Manjadikan Agung paham betul dengan kapasitas dan karakteristik Tatang sebagai pimpinan yang visioner.
Agung tidak memungkiri, dirinya bisa seperti sekarang berkat campur tangan Tatang.
“Beliau membelokkan garis tangan dan memberikan campur tangan, karena saya dulu nggak mau jadi kepala sekolah tapi beliau terus mendorong saya untuk menjadi calon kepala sekolah,” kata Agung.

Penuh keakraban
“Saya masih ingat, ketika ada rekrutmen waktu itu dan dari SMK 5 dari 70 lebih ASN itu enggak ada satupun yang daftar. Beliau memanggil saya dengan Bu Rika berdua sekarang kepala sekolah di Karawang. Pak Agung saya itu malu kalau dari sekolah kita enggak ada satupun yang ikut rekrutmen,” kata Agung menirukan ucapan Tatang, kala itu.
“Saya mengikuti perintah beliau, lalu saya katakan siap Pak saya mau daftar dan alhamdulillah lolos,” kata Agung.
Agung pun berharap selama menjadi Plt, jajaran manajemen dan komite sekolah bisa bersinergi dan berupaya optimal.
“Pada dasarnya bahwa kepala sekolah itu punya tugas pokok dan punya fungsi yang memang harus berjalan, ibaratnya estafet ini jangan sampai putus. Jadi mudah-mudahan Bapak Ibu terutama jajaran manajemen para Waka ini bisa berkomunikasi secara aktif,” kata Agung. [SR]***






