majalahsora.com, Kota Bekasi – Meskipun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), SMK ICB Cinta Wisata Bandung tahun ajaran 2026/2027 masih beberapa bulan lagi, bagi sekolah swasta harus melakukan promosi jauh-jauh hari.
Antara lain SMK ICB Cinta Wisata Bandung, sekolah swasta yang selama ini dikenal unggul di bidang pariwisata dan hospitality itu menyiapkan strategi besar agar tetap menjadi pilihan masyarakat, di tengah dominasi sekolah negeri.
Salah satu modal utamanya adalah capaian lulusan yang telah bekerja bahkan sebelum lulus.
Kepala SMK ICB Cinta Wisata, Iwan Ridwan, S.Pd., mengungkapkan bahwa refleksi program tahun 2025 menjadi pijakan utama penyusunan resolusi 2026.
Hasilnya, sekolah merumuskan tiga program unggulan terintegrasi yang diyakini mampu menjawab kebutuhan dunia kerja lokal hingga global, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Kepala SMK ICB Cinta Wisata, Iwan Ridwan, S.Pd
“Program tahun 2025 yang paling kami unggulkan adalah direkrut bekerja sebelum lulus. Alhamdulillah ketercapaiannya sekitar 70 persen siswa direkrut industri, 7 persen melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, dan sisanya berwirausaha,” kata Iwan Ridwan, kepada majalahsora.com, perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di ruang kerjanya, Jalan Pahlawan No 19 B, Rabu (27/1/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut mendorong SMK ICB Cinta Wisata untuk melangkah lebih jauh. Pada tahun 2026, sekolah mengarahkan fokus pada tiga program unggulan baru. Program pertama adalah Cinta Wisata Global, yang dirancang untuk menyiapkan CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) bekerja di luar negeri.
“Kami berorientasi memfasilitasi anak-anak yang ingin bekerja ke luar negeri. Kalau lokal sudah ada ketercapaian, sekarang kami melayani dunia. Harapannya bisa meyakinkan orangtua dan siswa SMP yang bercita-cita bekerja ke luar negeri,” katanya.
Program unggulan kedua adalah Cinta Wisata Branding, yang bertujuan membangun identitas dan citra sekolah agar semakin mudah dikenali, diingat, dan dipercaya masyarakat, khususnya di wilayah Bandung Raya, lulusannya mudah bekerja di luar negeri. Dalam program ini, SMK ICB Cinta Wisata juga melakukan perubahan tagline.
“Tagline yang sebelumnya Cinta Wisata Berprestasi, kini berubah menjadi SMK ICB Cinta Wisata: Pilihanku, Confident, dan Go Global,” ucap Iwan.
Siswa SMK ICB Cinta Wisata sedang mengijuti ujian laporan hasil PKL selama enam bulan lamanya
Sementara itu, program ketiga adalah Cinta Wisata Entrepreneur, yang difokuskan pada pengembangan unit bisnis yang berada di sekolah secara profesional. Sekolah akan menggandeng UMKM, perusahaan besar, hingga hotel-hotel berbintang untuk mendukung jurusan Kuliner, Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata (UPW), dan Desain Komunikasi Visual (DkV).
“Kami ingin menyiapkan entrepreneur-entrepreneur muda. Jadi lulusan tidak hanya orientasinya bekerja, tapi juga berusaha,” jelasnya.
Terkait penyerapan lulusan, Iwan Ridwan menyebutkan bahwa SMK ICB Cinta Wisata telah lama memiliki kelas industri dan bekerja sama dengan Hotel Intercontinental sejak 2011. Melalui pembelajaran industri dan program Merdeka Belajar, siswa bahkan sudah mendapatkan kompensasi, beasiswa, hingga honor bulanan.
“Lulusan kami tersebar di hotel bintang lima dan empat, sebagian kecil bintang tiga, juga di resto, kafe, serta perusahaan jasa tour and travel. Untuk ULP, kami bekerja sama dengan beberapa jasa tour and travel, bekerja sama dengan pihak Bandros (Bandung Tour on Bus) dan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia),” tuturnya.
Untuk rencana kerja migran (bekerja di luar negeri) bagi lulusannya, SMK ICB Cinta Wisata akan menggelar sosialisasi kepada orangtua siswa pada Kamis mendatang 29 Januari 2026. Program ini difasilitasi oleh SIBAR bersama sejumlah agen penyalur resmi.
Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri Dra. Yayu Yuhanah
“Negara tujuan sementara ini Kuwait, Eropa, dan Jepang. Program Global ini akan kami siapkan sejak kelas X, dengan penguatan bahasa dan budaya,” ungkap Iwan Ridwan.
Ia menambahkan, meski saat ini masih difokuskan untuk kelas XII, ke depan program tersebut akan diterapkan berjenjang mulai kelas X. Menurutnya, respons masyarakat sudah mulai terlihat dengan meningkatnya kunjungan orangtua dan bahkan sudah ada yang siswa baru yang mendaftar.
Pihaknya juga melakukan berbagai promosi melalui media sosial maupun live TikTok.
“Kami mohon doa dan dukungan agar SMK ICB Cinta Wisata semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Penguatan Kompetensi siswa melalui Praktik Kerja Lapangan
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri (Hubin), Dra. Yayu Yuhanah menjelaskan bahwa penguatan kompetensi siswa juga dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SMK.
SMK ICB Cinta Wisata Bandung, menyiapkan siswa nya agar memiliki kompetensi yang memenuhi kebutuhan industri
“Siswa SMK kan wajib PKL. Untuk mencapai nilai maksimal, laporan PKL juga diujikan. Karena penilaiannya bukan hanya praktik, tetapi juga teori yang dilihat dari laporan,” jelasnya.
Ia menambahkan, laporan PKL menjadi instrumen penting untuk menilai kemampuan siswa dalam menuangkan setiap tahapan praktik yang dilakukan di industri.
PKL sendiri mencakup mata pelajaran normatif, adaptif, dan produktif, serta kini wajib diunggah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai kebijakan terbaru dinas pendidikan.
“PKL ini mencakup semuanya. Teori hanya 30 persen, praktiknya 70 persen. Penilaian dilihat dari kebiasaan siswa di industri, penilaian pembimbing industri, serta hasil monitoring guru,” ujarnya.
Pada tahun ini, sebanyak 107 siswa kelas XII dari tiga jurusan atau program keahlian Kuliner, Perhotelan, dan UPW mengikuti PKL selama enam bulan, merujuk pada Kurikulum Merdeka, yakni dari Juli hingga Januari pada semester ganjil.
SMK ICB Cinta Wisata Bandung, yang berada di Jalan Pahlawan No.19B, banyak mencetak lulusan yang mudah bekerja, termasuk yang akan bekerja di luar negeri
Penempatan PKL dilakukan di 40 industri, terdiri dari 35 hotel dan lima industri jasa perjalanan. Untuk kelas industri, siswa ditempatkan di Hotel Intercontinental, sementara kelas industri lainnya ditempatkan di Hotel Horison. Selain itu, siswa PKL juga tersebar di berbagai hotel ternama seperti Holiday Inn, Kimaya Braga, Grand Cordela, Amaris, Swiss-Belhotel, Grand Cokro, Jayakarta, Harris, Courtyard by Marriott, Hilton, Indigo, The 101 dan banyak lagi.
Untuk sektor industri perjalanan wisata, siswa ditempatkan di sejumlah perusahaan tour and travel serta haji–umrah, seperti Raka Travel, Baraya Travel, Salasa Masajid, Rihlah Tour and Travel, Padma Travel, PT Global, dan lainnya. Seluruh penempatan PKL tersebut berada di wilayah Bandung.
“Hari ini siswa sedang menjalani ujian laporan PKL. Setelah itu, kelas XII masih memiliki agenda lanjutan seperti praktik terpadu wedding, pra-UKK, dan UKK,” ungkap Wakasek Hubin.
Ia juga menyebutkan bahwa pada Kamis mendatang, sekolah akan mengundang orangtua siswa dalam agenda Go Global, yang membahas rencana kerja dan kuliah ke luar negeri. Selain itu, siswa juga dijadwalkan mengikuti bimbingan karier (BK) pada bulan April sebagai persiapan pascalulus.
Dengan penguatan PKL, jaringan industri luas, serta program global yang terstruktur, SMK ICB Cinta Wisata optimistis semakin dipercaya masyarakat sebagai sekolah vokasi unggulan yang lulusannya mudah bekerja, melanjutkan berwirausaha, dan berdaya saing global. [SR]***










