majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Universitas Bale Bandung (UNIBBA) semakin serius menyiapkan mahasiswanya menghadapi kerasnya persaingan zaman dengan menanamkan jiwa kewirausahaan.
Di antaranya melalui seminar kewirausahaan bertema “Mindset Dulu, Bisnis Kemudian: Menjadi Entrepreneur di Era Digital”, UNIBBA mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan berbasis digital.
Langkah ini sejalan dengan visi UNIBBA dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sesuai dengan minat dan keilmuan masing-masing program studi.
Saat ini, kewirausahaan telah masuk ke dalam kurikulum melalui mata kuliah Enterpreneur. Ke depan, mata kuliah tersebut bahkan direncanakan menjadi salah satu syarat kelulusan di seluruh fakultas.
Universitas Bale Bandung di bawah kepemimpinan Dr. Ir. H. Ibrahim Danuwikarsa, M.Si., bersama jajarannya terus melakukan berbagai inovasi untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja berbasis digital
Rektor UNIBBA, Dr. Ir. H. Ibrahim Danuwikarsa, M.S., mengatakan bahwa kampus yang dipimpinnya ingin membentuk pola pikir mahasiswa agar siap menghadapi perubahan zaman, khususnya di era digital. Menurutnya, kewirausahaan tidak sekadar soal bisnis, tetapi tentang membangun ketangguhan individu.
“Kewirausahaannya itu modelnya disesuaikan dengan kondisi saat ini, yaitu era digital. Dengan tema era digital ini, kita mengundang narasumber yang ahli untuk didesiminasikan ilmunya kepada para mahasiswa. Agar ini bisa menggugah mereka, walaupun bukan berarti 100 persen dari mereka menjadi enterpreneur,” kata Rektor saat ditemui di Kampus UNIBBA, Jalan R.A.A Wiranatakusumah No. 7, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/01/2026).
Ia menegaskan, setidaknya mahasiswa memiliki bekal ilmu kewirausahaan karena nilai penting dari ilmu tersebut adalah ketangguhan dalam menghadapi tantangan, baik saat bekerja maupun berwirausaha secara mandiri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki nilai lebih dalam menyikapi dinamika zaman.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UNIBBA sekaligus dosen mata kuliah Kewirausahaan, Dr. Wini Fetia Wardhiani, S.T., M.E.P., menjelaskan bahwa seminar ini merupakan agenda tahunan yang dirancang agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di ruang kelas.
Dekan Fakuktas Pertanian Dr. Wini Fetia Wardhiani, S.T., M.E.P., salah satu motor penggerak menyiapkan mahasiswa UNIBBA siap menjadi entrepreneur yang handal
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di GSG UNIBA. Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi, yakni pematerian sesi pertama hingga pukul 12.00 WIB, dilanjutkan dengan ishoma, kemudian sesi kedua pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
“Ini adalah agenda tahunan kami yang bertujuan agar mahasiswa tidak hanya belajar di kelas. Karena di kelas hanya menerima teori saja, berbeda dengan ini. Di pertemuan materi sesi pertama mereka dipaparkan terkait praktek dalam pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Dan skupnya ini masih nasional, belum internasional,” kata Wini.
Melalui seminar ini, salah satu target yang ingin dicapai adalah agar mahasiswa sudah memiliki NIB saat lulus dari mata kuliah kewirausahaan.
Di samping itu, mahasiswa juga dibekali pengetahuan tentang pembuatan sertifikasi halal hingga proses lolos BPOM sebagai modal awal berwirausaha.
Salah satu pemateri Seminar Kewirausahaan “Mindset Dulu Bisnis Kemudian: Menjadi Wirausahawan di Era Digital” Andhika Mochamad Siddiq, S.Par., M.M., Dosen Universitas Indonesia Membangun (INABA)
Wini menilai, bekal tersebut penting agar lulusan UNIBBA tidak selalu bergantung pada lowongan pekerjaan. Sebaliknya, mereka dapat membangun usaha sendiri, bahkan membuka lapangan kerja baru sesuai dengan bidang yang ditekuni.
Seminar ini diikuti sekitar 250 mahasiswa dari lima fakultas di UNIBBA, yakni Teknik Informatika, FISIP (Ilmu Pemerintahan), FIKES (Ilmu Kesehatan), FKIP (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris), serta Fakultas Pertanian.
UNIBBA juga menggandeng Universitas Inaba (Indonesia Membangun) yang memiliki divisi khusus kewirausahaan, termasuk pendampingan pembuatan NIB secara gratis selama kegiatan berlangsung.
“Kata Pak Andhika, salah satu narsum kami, bahkan sudah ada pembuatan sertifikasi halal menggunakan AI (kecerdasan buatan) dan itu diajarkan kepada mahasiswa kami. Kebetulan banyak mahasiswa kami dari Teknik Informatika, semoga bisa klik,” ujar Wini.
Dr. Erza Karamang, S.E., M.M., (kiri) saat memaparkan materi, turut mengulas kewirausahaan dari sudut pandang Generasi Z
Ia menambahkan, banyak mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan karena sudah memiliki usaha, meski masih dirintis dari bawah. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kewirausahaan mampu membangun motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa.
Demi memastikan partisipasi penuh, seminar ini juga dijadikan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Dengan begitu, seluruh mahasiswa dapat merasakan manfaat keilmuan secara merata.
Salah satu pemateri, Andhika Mochamad Siddiq, S.Par., M.M., dosen Universitas INABA, memaparkan secara langsung praktik pembuatan NIB bagi perorangan. Ia menegaskan bahwa proses pembuatan NIB saat ini sangat mudah dan menjadi langkah awal penting dalam membangun bisnis yang legal.
“Tujuan utama saya ke sini adalah mempraktikkan bagaimana mudahnya membuat NIB bagi perorangan, bukan perusahaan. Dan sesuai dengan tema yang diusung yaitu Menjadi Enterpreneur Digital, ini dapat menjadi salah satu langkah awal agar mereka bisa mewujudkannya melalui tools digital,” jelas Andhika.
Dr. Wini Fetia Wardhiani, S.T., M.E.P., saat memberikan cinderamata kepada R.Hendra Anugrah Putra, owner Kertha Coffee House, pemateri seminar kewirausahaan bertema “Mindset Dulu, Bisnis Kemudian: Menjadi Entrepreneur di Era Digital”
Ia juga menyampaikan bahwa esensi enterpreneur adalah kemampuan memanfaatkan peluang, bukan semata-mata soal modal. Sejalan dengan tema seminar, Andhika sepakat bahwa mindset harus dibangun terlebih dahulu sebelum berbicara bisnis.
Menurutnya, salah satu hambatan terbesar UMKM selama ini adalah stigma kekurangan modal. Padahal, pemerintah terus menggelontorkan berbagai program pendanaan untuk menggerakkan roda ekonomi, khususnya sektor UMKM yang berperan besar dalam perekonomian nasional.
“Mahasiswa nanti sebaiknya tidak perlu takut untuk bayar pajak. Bayar saja. Karena sesuatu yang kita bayarkan, berarti kita boleh menuntut atas itu. Inilah hak dan kewajiban. Apalagi pajaknya lagian sangat kecil,” ujar Andhika.
Ia menambahkan, dengan memiliki aspek legal seperti NIB, kepercayaan pihak lain untuk bergabung atau membantu permodalan akan meningkat. Bahkan, akses terhadap pembiayaan skala lebih besar biasanya akan terbuka setelah NIB terbit.
Peserta seminar antusias menyimak yang diberikan oleh para pemateri
Sedangkan, Dr. Ezra Karamang, S.E., M.M., narasumber lainnya, turut mengulas kewirausahaan dari sudut pandang Generasi Z. Menurutnya, Gen Z memiliki peluang besar karena lahir dan tumbuh sebagai digital native yang akrab dengan teknologi.
“Bagaimana caranya untuk memulai sebuah bisnis di era digital ini, khususnya untuk teman-teman Gen Z atau mahasiswa UNIBA. Lebih kepada tips and trick dan how to start, termasuk tantangan apa saja yang membuat mereka ragu,” ungkap Ezra.
Ia mencontohkan fenomena side hustle di kalangan mahasiswa, seperti menjadi konten kreator, admin online shop, hingga memanfaatkan AI dalam operasional bisnis.
Namun, tantangan terbesar Gen Z adalah kecenderungan overthinking dan menunggu kondisi sempurna sebelum memulai.
Sesi tanya jawab seminar kewirausahaan “Mindset Dulu Bisnis Kemudian: Menjadi Wirausahawan di Era Digital” UNIBBA
“Dalam bisnis, jangan nunggu waktu yang sempurna. Karena sebetulnya waktu yang sempurna itu tidak ada. Lu harus jalan aja dulu. Maka dari itu judul slide saya itu ‘Mulai Aja Dulu’,” kata Ezra.
Meski demikian, Ezra menegaskan bahwa tidak semua orang harus menjadi enterpreneur. Bagi mereka yang memilih menjadi karyawan, hal tersebut tetap merupakan pilihan yang sah.
Seminar ini, menurutnya, bertujuan memotivasi dan membuka wawasan mahasiswa agar berani mengambil langkah sesuai minat dan kemampuannya.
Dengan kegiatan ini, UNIBBA berharap mahasiswa memiliki mindset kewirausahaan yang kuat dan kesiapan mental untuk menghadapi dunia pasca kampus yang penuh persaingan. [SR]***












