majalahsora.com, Kota Bandung – SMK Setia Bahkti Kota Bandung terus menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya terjangkau secara biaya, tetapi juga membuka peluang kerja hingga ke luar negeri, untuk meningkatkan taraf ekonomi.
Kepala SMK Setia Bahkti Kota Bandung, Nadrotunnaim, S.Kep., Ns., menyebut salah satu keunggulan utama sekolah yang dipimpinnya adalah kemampuan lulusan untuk langsung bekerja, termasuk sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) bekerja ke Jepang.
Keunggulan tersebut didukung dengan keberadaan training center sebagai pusat pelatihan bahasa Jepang sekaligus perekrutan tenaga kerja ke Negeri Sakura.
Program ini, menurut Naim, sapaan akrabnya, tidak hanya diperuntukkan bagi alumni SMK Setia Bahkti, tetapi juga terbuka untuk umum dengan skema pembiayaan yang tidak memberatkan orangtua karena menggunakan dana talang.
“Itu sebetulnya, dan ini juga imbasnya bukan hanya untuk para alumni SMK Setia Bakti, tetapi juga untuk umum, dengan tentunya tidak memberatkan orangtua mengenai pembiayaan karena seluruh pembiayaan itu ada dana talang,” ujar Naim, kepada majalahsora.com, perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di kampus SMK Setia Bhakti Jalan Kawaluyaan No 12, Jatisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses hingga pemberangkatan dan pengurusan administrasi di Jepang ditangani langsung oleh mitra sekolah. Peminat program ini pun tergolong tinggi. Dalam satu tahun, SMK Setia Bahkti membuka dua batch dengan maksimal 20 siswa per kelas.
Kepala SMK Setia Bhakti Kota Bandung, Nadrotunnaim, S.Kep., Ns., pada tahun 2026 ini akan berangkat ke Jepang melihat lulusannya yang bekerja di Negeri Sakura
Selain program Jepang, sekolah ini juga mencatat prestasi pada Gebyar SMK Inovasi 2025 dan berhasil melaju hingga tahap kelima. Tahap terakhir berfokus pada inovasi guru dan proyek siswa. Program tersebut bahkan telah didiseminasikan dalam kegiatan PPKKS Refleksi Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan mendapatkan apresiasi dari pengawas sekolah, Dr. Tia.
“Alhamdulillah mendapatkan apresiasi dari Ibu Dr. Tia sebagai pengawas sekolah,” kata Naim.
Dari sisi pembiayaan, SMK Setia Bahkti tetap berkomitmen membantu masyarakat meski program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) tidak cair selama tiga tahun terakhir. Sekolah tetap membuka program RMP dengan kebijakan penggratisan DSP dan SPP untuk seluruh jurusan, meskipun tidak untuk seluruh siswa.
Penerimaan siswa baru pun menunjukkan tren positif. Sejak Desember, pendaftaran sudah mulai dibuka dengan target tahun ini mencapai 10 kelas dari lima jurusan, atau sekitar 360 siswa.
Dalam hal lulusan, keterserapan kerja mencapai sekitar 80 persen, dengan 65 persen di antaranya sudah terserap dunia kerja. Sisanya memilih berwirausaha atau melanjutkan pendidikan.
Alumni SMK Setia Bahkti juga tercatat diterima di perguruan tinggi negeri seperti UPI dan UNPAD, baik melalui jalur SNBP maupun SNBT.
SMK Setia Bhakti Bandung telah mengirimkan 120 lulusan bekerja di Jepang
Sekolah juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi swasta yang menyediakan beasiswa hingga 100 persen, bahkan disertai uang saku, seperti di Digitech University.
Selain itu, siswa dibekali keterampilan kewirausahaan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan, salah satunya PT SOKA.
Dari sisi fasilitas, seluruh jurusan telah menerapkan kurikulum berbasis industri dengan laboratorium yang sesuai standar dunia kerja. SMK Setia Bahkti juga telah empat kali mendapatkan amanah sebagai SMK Pusat Keunggulan.
Program Unggulan Bekerja di Jepang
Program unggulan ke Jepang sendiri telah berjalan selama delapan tahun. Jika sebelumnya berbentuk program magang, kini SMK Setia Bahkti telah memiliki Sending Organization (SO) sendiri sehingga dapat merekrut dan menyalurkan tenaga kerja langsung dengan visa kerja Tokutei Ginou.
Hingga kini, total sekitar 120 lulusan telah diberangkatkan ke Jepang, termasuk 16 siswa pada tahun 2025.
“Anak-anak kami bahkan banyak yang sudah mendapatkan sertifikat Kaigofukushishi sehingga bisa memperpanjang masa kerja tanpa visa,” ungkap Naim.
Bekerja di Jepang bisa meningkatkan taraf ekonomi dengan gaji Rp 19-Rp 30 juta perbulan
Pelatihan dilakukan sepenuhnya di sekolah selama tujuh bulan, mencakup pelatihan bahasa Jepang hingga sertifikasi N4 dan SSW( Specified Skilled Worker). Program ini menggunakan beasiswa dana talang dengan total biaya Rp29.500.000, yang dapat diangsur setelah bekerja di Jepang tanpa pemotongan gaji.
Besaran gaji lulusan bervariasi tergantung wilayah kerja. Di Tokyo, gaji dapat mencapai Rp 30 juta per bulan, sementara di wilayah lain seperti Okinawa sekitar Rp19 juta per bulan.
Atas dedikasinya, Naim bahkan mendapatkan apresiasi dari pihak SO berupa kesempatan mengunjungi langsung lulusannya yang bekerja di Jepang, mulai dari Tokyo, Kobe, Gunma, hingga Okinawa.
Program kerja ke Jepang ini memiliki kontrak kerja hingga lima tahun, dengan tetap memberikan kesempatan bagi pekerja untuk pulang ke Indonesia selama masa cuti.
Dengan berbagai program unggulan tersebut, SMK Setia Bahkti Kota Bandung terus menegaskan diri sebagai sekolah vokasi yang terjangkau, adaptif, dan berorientasi masa depan, sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat yang ingin pendidikan berkualitas dengan peluang kerja nyata.
Sekedar diketahui SMK Setia Bhakti Bandung, memiliki lima jurusan yakni Farmasi, Keperawatan, Rekayasa Perangkat Lunak, Manajemen Perkantoran dan Akuntansi. Untuk info pendaftaran bisa menghubungi 085863880163. [SR]***







