majalahsora.com, Kota Tasikmalaya – SMAN 4 Kota Tasikmalaya kini dipimpin oleh Hj. Wiwin Widaniawati, M.Pd. Meski baru menjabat kurang dari satu bulan, ia mulai memetakan kebutuhan sekolah yang menurutnya memiliki banyak siswa berprestasi, tetapi belum ditunjang sarana memadai.
Untuk mengatasi hal itu, Wiwin berencana mengalokasikan seluruh kebutuhan kegiatan ekstrakurikuler ke dalam ARKAS tahun mendatang. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi kendala pendanaan saat siswa mengikuti berbagai kompetisi.
Ia juga meminta seluruh guru menuliskan kebutuhan pembelajaran sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan.
SMAN 4 Tasikmalaya, salah satu sekolah berkualitas di Kota Tasik
“Saat rapat, saya meminta para guru menulis keinginan atau kebutuhan mereka di secarik kertas, tanpa mencantumkan nama agar lebih leluasa,” ujar Wiwin, kepada majalahsora.com, perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, sejumlah fasilitas sekolah masih perlu diperbaiki, mulai dari pengecatan ruang kelas agar lebih cerah hingga perbaikan atap bocor. Lingkungan belajar, ujarnya, harus dibuat lebih nyaman untuk menunjang proses pendidikan.
Dari sisi siswa, Wiwin melihat banyak potensi dan prestasi yang dinilainya sangat membanggakan.
Ari Rizalul Fikri, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, SMAN 4 Kota Tasikmalaya
“Tinggal memperkuat pembinaan dan melengkapi sarana. Saat ini fasilitas ekstrakurikulernya belum lengkap. Semua akan kami anggarkan di ARKAS tahun depan,” katanya.
Ia telah meminta ketua dan sekretaris setiap ekstrakurikuler untuk menginventarisasi kebutuhan lomba serta fasilitas pendukung.
“Kalian adalah pemimpin, kalian adalah pengusaha. Perlindungan kalian ada pada pemenuhan kebutuhan itu,” ujarnya kepada para pengurus ekskul.
Nandang, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, SMAN 4 Kota Tasikmalaya
Selain fokus pada siswa, Wiwin menekankan pentingnya mendengar aspirasi guru. Ia kembali mengajak para guru menyampaikan kebutuhan pembelajaran untuk dimasukkan ke anggaran tahun depan.
“Agar anak-anak kami semakin berkualitas, silakan tuliskan apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
Wiwin menyadari terbatasnya sumber dana sekolah. Karena itu, ia berharap sarana yang memadai tetap dapat diupayakan.
Yanto, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana, SMAN 4 Kota Tasikmalaya
“Kami harus mencukupkan dana dari pemerintah,” katanya.
Di bidang peningkatan kompetensi pendidik, Wiwin menegaskan pentingnya kegiatan in-house training (IHT).
“Guru-gurunya bagus, tetapi kami tetap akan mengadakan IHT untuk meningkatkan kemampuan mereka. Pendidikan bukan hanya ilmu, tetapi juga moral dan akhlak,” tuturnya.
Indra Nugraha, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, SMAN 4 Kota Tasikmalaya
Ia mengajak seluruh pendidik bekerja bersama meningkatkan kualitas sekolah dengan berlandaskan visi “Pantas Teratas, Pantas Berkualitas.”
Keterbatasan Lahan
Wiwin juga menyoroti persoalan lahan. Pendaftaran siswa saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) terus meningkat, tetapi ruang kelas tidak mencukupi.
“Ini sangat memprihatinkan. Kami kekurangan enam ruang kelas. Ada kelas dengan 50 siswa,” katanya.
Ahmad Mualif majalahsora.com, Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jabar, saat liputan bersama Kepala SMAN 4 Tasik dan Hari Nurman, S.S., Staf Kesiswaan, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana
Ia berharap pemerintah dapat membantu pembebasan lahan seluas sekitar 410 meter persegi yang tersedia di sebelah sekolah yang berada di Jalan Letnan Kolonel RE Jaelani, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
“Dengan luas 5.000 meter persegi untuk 1.291 siswa, ini jelas tidak memadai,” ujarnya.
Wiwin juga menyebut rencana pembangunan gedung tiga lantai serta proses pengajuan lahan ke pemerintah provinsi melalui KCD.
Perjalanan Karier
Bantuan pembangunan empat ruang kelas baru plus toilet di dalamnya, program Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi
Di sela perbincangan, Wiwin menuturkan perjalanan kariernya yang dimulai sebagai guru SD, kemudian SMP dan SMA sejak 2006. Sebelum menjabat di SMAN 4 Tasikmalaya, ia memimpin sekolah penggerak SMAN Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya selama lima tahun.
Ia berharap agar seluruh pihak mendukung langkah pengembangan SMAN 4 Kota Tasikmalaya.
“Harapan saya, semua mendukung upaya memajukan sekolah ini agar visi ‘Pantas Teratas, Pantas Berkualitas’ dapat terwujud. Mohon dukungan, doa, dan bantuan, terutama terkait lahan,” ujarnya. [SR]***












