majalahsora.com, Kota Bandung – Acara wisuda merupakan momen penuh haru dan sangat sakral bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan akademik serta dinyatakan lulus dari kampusnya.
Begitu pula dengan 380 wisudawan Universitas Sangga Buana (USB) YPKP (Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan) jenjang D3, S1 dan S2, yang mengikuti kegiatan Wisuda ke-XXII Gelombang I Tahun Akademik 2024/2025, pada hari Sabtu (31/5/2025), di kampus USB, Jalan P.H.H. Mustofa No. 68, Kota Bandung.
Tak hanya menjadi seremoni kelulusan, momen ini juga menjadi ajang strategis penandatanganan MoU antara USB YPKP dengan beberapa asosiasi pariwisata, sebagai langkah nyata membekali lulusan dengan jaringan kerja yang relevan.
Acara wisuda XXII, gelombang I, USB YPKP tahun akademik 2024/2025
Kepala LLDIKTI IV: USB Kampus Terunggul ke-13 se-Jabar-Banten
Acara wisuda turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., yang menyempatkan diri hadir dan memberikan pesan penting kepada para lulusan. Kepada awak media, Lukman pun menyampaikan apresiasinya atas pencapaian USB YPKP pada tahun ini.
“Hari ini saya menghadiri Wisuda ke-XXII Gelombang I Universitas Sangga Buana (USB), yang sekaligus menjadi momentum karena pada 16 Mei 2025 kemarin USB telah menjadi kampus terakreditasi Unggul. USB sudah menjadi kampus terunggul ke-13 dari 415 kampus se-Jabar Banten. Tentunya ini prestasi yang luar biasa,” ungkap Lukman.
Namun, ia mengingatkan bahwa USB tidak boleh cepat berpuas diri. Menurutnya, target selanjutnya adalah menjadi kampus kelas dunia, dengan menekankan tiga hal penting: menghasilkan lulusan berkualitas (output), memberikan dampak nyata kepada masyarakat (outcome), dan mendapatkan pengakuan internasional (rekognisi).
Rektor USB YPKP Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si
“Pengakuan dapat diperoleh saat lulusan USB sukses di tingkat internasional dan diakui karya-karyanya minimal sebanyak lima persen. Ini bukan hanya mengangkat nama baik USB, tetapi juga Kota Bandung, Jawa Barat, bahkan Indonesia,” jelasnya.
Ketua YPKP: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Lulusan Berdampak
Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan, Dr. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., berharap agar program visi-misi Kemendiktisaintek yakni Kampus Berdampak dan Asta Cipta Presiden Prabowo dapat tercapai melalui lulusan USB YPKP yang berdampak.
“Wisuda ini adalah output dari pendidikan USB YPKP. Namun mulai tahun 2025, para lulusan tidak hanya menjadi output. Mereka harus menjadi outcome atau kebermanfaatannya terasa dengan yang disebut berdampak,” ujarnya.
(Ayo Daftar ke USB YPKP, Kampus Unggul di Kota Bandung, klik link pendaftarannya di https://pmb.usbypkp.ac.id/)
Kepala LLDIKTI IV, Jabar dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum., (ketiga dari kanan)
Menurut Ricky, program Kampus Berdampak haruslah dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat.
Berkenaan dengan pencapaian USB YPKP meraih akreditasi “Unggul” adalah hasil kerja keras seluruh sivitas akademika US, mulai dari rektorat, tim akreditasi, dekanat, prodi, mahasiswa, hingga karyawan.
“Ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, dalam hal ini Allah SWT, serta hasil dari dukungan penuh YPKP,” lanjutnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan, Dr. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., (depan tengah)
Ricky juga mengungkap bahwa ke depan untuk akreditasi perguruan tinggi hanya akan ada dua istilah akreditasi, Terakreditasi dan Belum Terakreditasi, sehingga status “Unggul” saat ini menjadi capaian prestisius.
MoU dengan Asosiasi Pariwisata dan Sertifikasi BNSP: USB Semakin Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkait MoU dengan asosiasi pariwisata, Ricky menyatakan bahwa hal tersebut menjadi proses strategis agar lulusan langsung terserap dunia kerja. Bahkan, kerja sama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) juga telah dilakukan.
“Ini adalah pengakuan independen dari negara terhadap kompetensi lulusan. Dosen memberikan materi, industri menguji. SKKNI namanya. Ini link and match dengan dunia usaha,” jelas Ricky.
Lulusan terbaik Wisuda XXII Gelombang I, USB YPKP
Para lulusan USB YPKP ke depan akan langsung mendapatkan sertifikasi dari BNSP setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa USB YPKP benar-benar telah melangkah maju sebagai Kampus Berdampak.
USB YPKP juga telah membuka Magister Manajemen Konsentrasi Pariwisata sebagai ruang belajar bagi para praktisi yang ingin meningkatkan profesionalismenya. Program ini juga mendukung penguatan sektor wisata Jawa Barat.
“USB akan hadir memberikan komitmen terbaik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan bangsa ini dalam pengelolaan wisata, terlebih infrastruktur Pantai Selatan sudah dibangun namun belum maksimal secara pengelolaan,” ungkap Ricky.
Rektor USB YPKP: Unggul, Sukses, Berdampak
Rektor USB YPKP Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan wisuda kali ini menjadi momen berharga bertepatan dengan capaian USB YPKP meraih akreditasi “Unggul”.
Penandatanganan MoU dengan dunia industri pariwisata
“Kata kunci kami adalah Unggul, Sukses, dan Berdampak,” ujarnya.
Lanjutnya, “Unggul” berarti lulusan dibekali ilmu sesuai bidangnya untuk bersaing dalam dunia kerja dan wirausaha. Sukses berarti mampu meniti karier hingga puncak. Berdampak, dirinya mengutip sebuah hadist bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
“Misalnya, jika lulusan USB menjadi pimpinan, ia tidak hanya memikirkan keberhasilan individu, tapi juga institusi, masyarakat sekitar, dan bahkan skala nasional,” jelas Didin.
Target Global: ISO, Sistem Informasi, dan Guru Besar
Predikat “Unggul” menjadi pijakan awal bagi USB untuk melompat lebih tinggi. Target jangka pendek meliputi evaluasi diri terhadap skor BANPT, penguatan SDM, sarana-prasarana, serta ISO 21000:1 untuk kualitas manajemen pendidikan di Fakultas Ekonomi.
“Ke depan ISO akan diterapkan juga ke fakultas lain,” kata Didin.
Pancaran rona bahagia wisudawan wisudawati dari USB YPKP kampus Unggul di Jabar dan Indonesia
Target kedua adalah optimalisasi Sistem Informasi Terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan pimpinan secara real-time dan berbasis data.
Target ketiga adalah percepatan lahirnya Guru Besar dari lingkungan USB YPKP, tentunya dengan menjaga kualitas agar tidak ‘premature’. Dosen-dosen yang sudah layak akan didorong untuk mengajukan jabatan fungsional.
Internasionalisasi dan Pembukaan Prodi Baru
Didin juga menambahkan bahwa USB telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara (perguruan tinggi) seperti Jepang, Korea, Malaysia, Slowakia dan Thailand, guna memperkuat bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
“Harapan kami, dalam waktu dekat kami bisa membuka prodi baru secara vertikal. Misalnya Teknik Informatika S2 dan Manajemen S3. Ini bagian dari cita-cita besar kami menuju universitas tingkat global,” pungkas Didin. [SR]***












