majalahsora.com, Kabupaten Bandung – Sejak dilantik pada 28 Oktober, Kepala SMA Negeri 1 Nagreg, Kabupaten Bandung, Toteng Suhara, melakukan gerak cepat untuk melakukan berbagai pembenahan. Langkah awal yang dilakukan adalah koordinasi dengan seluruh warga sekolah, disusul pemetaan kondisi sekolah dari berbagai aspek, mulai dari sarana prasarana (sarpras), kurikulum, kesiswaan hingga hubungan masyarakat (Humas).
Pembenahan fisik dan budaya sekolah menjadi prioritas utama dalam masa awal kepemimpinannya. Toteng menata sarana-prasarana dari depan sekolah, mulai dari gerbang, visi-misi, hingga moto sekolah yang bertujuan memotivasi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik agar memiliki karakter kuat dan berdaya saing.
Toteng Suhara menjelaskan, moto sekolah yang diperkenalkannya adalah NGR: Nice, Good, Responsible. Menurutnya, “Nice saya tekankan bahwa penampilan anak harus sesuai aturan, mengikuti tata tertib, bahasanya bagus, rapi, ramah, dan santun.”
Sementara Good diarahkan pada
prestasi akademik dan non-akademik agar lulusan mampu melanjutkan ke perguruan tinggi dan meningkatkan prestasi sekolah. Adapun Responsible menanamkan tanggung jawab, terutama menjaga kebersihan dan fasilitas sekolah.
Ahmad Mualif, Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jabar, dan Adam Prawiranata bersama Kepala SMAN 1 Nagreg
Ia mengaku masih menemukan banyak coretan di kelas dan toilet. Karena itu, ia menerapkan dua gerakan sekolah, yakni Gerakan Sekolah Tanpa Sampah (GSTS) dan Gerakan Sekolah Tanpa Coretan (GSTC).
“Pokoknya tidak ada coretan, tidak ada sampah,” kata Toteng, Kepada majalahsora.com, di ruang kerjanya Jalan Raya Nagreg (Jalan Gamblung KM.38), Kecamatan Nagreg, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi pembiasaan, Toteng mulai menerapkan sapa pagi, di mana guru piket menyambut siswa di gerbang sekolah. Meski sempat menyebabkan kemacetan, menurutnya hal itu bagian dari pendidikan karakter.
“Itu melatih lima S: salam, senyum, sapa, sopan, santun,” ujarnya.
Edufair SMAN 1 Nagreg, Kabupaten Bandung, menjadi agenda tahunan unggupan sebagai upaya meningkatkan keterserapan siswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta
Kegiatan rutin lainnya meliputi upacara bendera setiap Senin, literasi dan English Day setiap Selasa, senam pagi setiap Rabu, salat duha dan Kamis Nyunda setiap Kamis, serta tadarus Al-Qur’an setiap Jumat. Seluruh kegiatan disesuaikan dengan keterbatasan lapangan sekolah, dilakukan secara bergiliran per jenjang.
Di bidang kurikulum, SMA Negeri 1 Nagreg telah menerapkan pembelajaran mendalam, sementara pada sektor Humas dilakukan penataan hubungan internal dan eksternal sekolah.
Toteng mengakui ia dan jajarannya terus melakukan pembenahan.
“Mudah-mudahan bisa setara dengan sekolah lain, bahkan saya targetkan menjadi sekolah terbaik di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga nasional,” katanya.
Kepala SMAN 1 Nagreg, Toteng Suhara, S.Pd., M.M.Pd., saat menyerahkan cinderamata kepada salah satu pemateri edufair
Ia juga tengah berupaya mengubah mindset guru dan siswa. Menurut Toteng, meski latar belakang siswa sebagian menengah ke bawah, potensi untuk berprestasi tetap besar.
“Justru walaupun menengah ke bawah, kami bisa berprestasi,” ujarnya.
Potensi terbesar siswa SMA Negeri 1 Nagreg, lanjut Toteng, terlihat pada kegiatan ekstrakurikuler, khususnya seni dan berbagai tampilan. Hal itu tampak setiap kali ada acara sekolah, di mana siswa menampilkan tari, seni suara, hingga teater.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah menggelar workshop pembina ekstrakurikuler serta memasang dokumentasi prestasi sekolah agar memotivasi siswa.
Antusias siswa.perempuan dalam menggali info perguruan tinggi
Sekolah juga menekankan agar seluruh kegiatan ekstrakurikuler mendukung program sekolah, salah satunya program lingkungan hijau.
“Hijaukan sekolah dulu sebelum kegiatan ke luar,” katanya.
Edufair SMAN 1 Nagreg
Salah satu program unggulan lainnya adalah edufair, yang digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis, tanggal 21-22 Januari 2026. Diikuti sekitar 16 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kegiatan ini menjadi ajang kerja sama sekolah dengan perguruan tinggi.
Toteng menyebut beberapa kampus bahkan siap mendukung fasilitas literasi sekolah, seperti mading untuk publikasi karya siswa.
Suasan edufair SMAN 1 Nagreg tahun 2026
Pada hari pertama, edufair diisi pembukaan dengan penampilan seni siswa, sedangkan hari kedua diisi seminar-seminar terjadwal bagi siswa kelas XII serta kunjungan ke stan perguruan tinggi bagi seluruh siswa kelas X hingga XII.
Toteng menargetkan peningkatan jumlah siswa yang lolos ke perguruan tinggi melalui SNBP, namun masih minim yanh diterima di perguruan tinggi negerinya. Oleh sebab itu, pihak sekolah menggencarkan motivasi bagi siswa dan orangtua melalui saresehan, guna menanamkan pemahaman bahwa kuliah dapat diakses dengan biaya terjangkau.
Torehan di SMAN 1 Margaasih
Sebelumnya, Toteng menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Margasari selama hampir tiga tahun.
Di sana, ia berhasil menata sarpras, menambah ruang kelas baru, membangun budaya sapa pagi, serta meningkatkan prestasi guru dan siswa.
Staf Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Gugum Gumilang, S.Pd.I. (ketiga dari kanan) bersama Kepala SMAN 1 Nagreg dan alumni yang diterima di PTN dan PTS
“Jumlah siswa yang masuk perguruan tinggi negeri, SNBT, dan kedinasan meningkat signifikan, sekitar 35 orang,” ungkapnya.
Selain itu, Toteng juga dikenal sebagai asesor pembelajaran mendalam dan kini menjabat Ketua AKSI Kabupaten Bandung periode 2026–2030.
Ia juga dipercaya menjadi Ketua Panitia Rakerda AKSI Jawa Barat yang akan digelar di BBGTK Jawa Barat, pada bulan Februari mendatang.
Menutup pernyataannya, Toteng berharap seluruh capaian yang diraih di tempat tugas sebelumnya dapat ditularkan di SMA Negeri 1 Nagreg. “Mudah-mudahan di sini juga prestasi meningkat,” ujarnya. [SR]***











