majalahsora.com, Kota Bandung – Mengawali masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026, Senin 12 Januari 2026, SMA Telkom Bandung yang dipimpin oleh Tedi Sugiarto, S.Pd., kembali menegaskan komitmennya membentuk karakter religius siswa, konsisten menjadikan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan, sejalan dengan tantangan generasi muda di era modern.
Momentum awal tahun ini dimanfaatkan sekolah untuk memperkuat pembiasaan religius, nasionalisme, serta pengembangan potensi akademik dan non-akademik siswa.
Program tersebut sudah menjadi ciri khas SMA Telkom Bandung yang terus digaungkan salah satu sekolah unggul di Bandung. Target mencetak lulusan, yang dibekali pendidikan agama sebagai landasan untuk menjalani kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Telkom Bandung, Ranti Bodedar, S.Sn., saat ditemui di Jalan Radio Palasari, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (12/1/2026).
Kepala SMA Telkom Bandung, Tedi Sugiarto, S.Pd
Program andalan tersebut dikenal dengan nama Gen Biru Mengaji. Melalui program ini, SMA Telkom Bandung mengedepankan pembentukan kualitas akhlak siswa lewat pembiasaan yang rutin dilaksanakan setiap pekan.
Kegiatan Gen Biru Mengaji dilaksanakan setiap hari Kamis mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, kemudian dilanjutkan dengan program tahfidz Al Quran setiap Senin dan Kamis.
Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan pembiasaan Senyum, Salam, dan Sapa oleh guru saat menyambut siswa di gerbang sekolah.
Menurut Ranti, mengaji menjadi pegangan hidup siswa agar tidak salah melangkah di tengah kuatnya pengaruh dari luar, terutama pada masa SMA yang tergolong rentan dalam mencari sosok teladan.
Suasana pembelajaran hari pertama masuk sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMA Telkom Bandung
“Target dari Gen Biru Mengaji ini yaitu agar para siswa SMA Telkom Bandung tidak buta huruf Al Quran atau hijaiyah. Bahkan untuk yang belum bisa baca Al Quran, kami ada kelas khusus baca Iqro.”
“Dan untuk yang sudah bisa, apalagi tahfidz, tidak dipatok harus berapa banyak. Ada yang bawaannya satu sampai dua juz misalnya. Yang penting bertambah,” ujar Ranti.
Selain pembiasaan ini, SMA Telkom Bandung juga menanamkan nilai nasionalisme.
Setiap pukul 10.00 WIB diputar lagu Indonesia Raya yang mengharuskan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga siswa, berdiri tegak dan menyanyikannya dengan lantang.
SMA Telkom Bandung, sebagai salah satu sekolah unggul di Bandung dan Jabar
Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila seperti dalam upacara.
Pembiasaan tersebut dilakukan di mana pun selama berada di lingkungan sekolah.
Awak media majalahsora.com merasakan langsung penerapan aturan tersebut saat wawancara dengan narasumber yang dihentikan sejenak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila bersama.
Ranti menegaskan, tujuan dari pemutaran lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila adalah untuk meningkatkan rasa patriotisme siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Telkom Bandung, Ranti Bodedar, S.Sn
Ia menyebutkan bahwa program ini sebelumnya sudah dikenalkan, namun pada semester ini lebih diperkuat agar menjadi kebiasaan tanpa perlu diingatkan.
“Di tahun sebelumnya sempat dilaksanakan, tapi masih masa pengenalan. Nah di semester ini lebih dikuatkan lagi. Harapan kami siswa tidak perlu lagi diingatkan terkait apa yang harus dilakukan dalam pembiasaannya,” kata Ranti.
Pembiasaan lainnya adalah shalat dzuhur berjamaah. Seluruh siswa dan guru diwajibkan mengikuti shalat berjamaah di masjid sekolah. Tidak diperkenankan ada yang tetap berada di kelas atau melakukan aktivitas lain. Bahkan guru yang berhalangan shalat tetap diwajibkan mengarahkan siswa ke masjid.
Di luar pembentukan karakter, SMA Telkom Bandung juga fokus mendorong potensi siswa di bidang non-akademik melalui keikutsertaan dalam berbagai lomba. Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap siswa yang mengikuti seleksi atau kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Jumlah siswa SMA Telkom Bandung tahun ajaran 2025/2026, tercatat ada sekitar 1.070 orang, dibekali nilai-nilai religius dan nasionalisme
“Misalnya ada siswa kami atlet futsal yang ikut seleksi sampai tingkat nasional dan sempat akan berangkat ke Thailand. Walaupun belum jadi tim inti, kami tetap dorong prosesnya. Saat ada tugas sekolah, guru-guru memberikan kelonggaran waktu,” ujar Ranti.
Ia juga menambahkan, salah satu siswa SMA Telkom Bandung berhasil lolos Olimpiade OSEBI dan dijadwalkan mengikuti final tingkat nasional di Jakarta pada 22 Januari 2026.
“Persiapannya tinggal latihan karena materi sudah didapat, jadi tinggal pembiasaannya saja,” katanya.
SMA Telkom Bandung menegaskan keterbukaan dalam memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik, sejalan dengan slogan sekolah, “Prestasi Tinggi, Akhlak Terpuji.”
Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan
SMA Telkom Bandung berada di Jalan Radio Palasari, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,
Dalam kesempatan ini, awak media majalahsora.com pun menanyakan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo. Ranti memastikan pembagian tetap berjalan sesuai jadwal. Porsi MBG selama libur dua pekan dirapel dan dibagikan dalam bentuk makanan kering, sementara menu utama berupa makanan basah tetap disajikan mulai 12 Januari 2026.
“Porsi yang libur itu tetap dibagikan dengan cara dirapel. Makanan kering dibagikan, dan hari ini juga dibagikan makanan basah sebagai menu utama,” jelasnya.
Selama dua minggu, siswa menerima MBG berupa susu, roti, buah-buahan, dan keju, ditambah menu makanan basah setiap harinya. Ranti mengaku bersyukur program MBG yang dimulai sejak 1 Desember 2025 berjalan lancar dan digemari siswa tanpa ada keluhan.
“Alhamdulillah tidak ada komplain. Kalau ada siswa tidak masuk, porsinya bisa diberikan ke temannya. Karena masakannya enak, tidak ada yang tersisa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini guru belum mendapatkan porsi MBG, namun kemungkinan akan mendapatkannya pada periode berikutnya sebagai sampel. Hubungan dengan pihak kantin pun berjalan tanpa kendala karena waktu distribusi MBG dilakukan siang hari, sementara kantin beroperasi sejak pagi hingga jam pulang sekolah. [SR]***











