majalahsora.com, Kota Bandung – Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., resmi dilantik menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barar (Jabar) masa bakti 2025-2030. Ia dan jajarannya dilantik oleh Ketua Umum APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., yang dilangsungkan di Bandung Convention Centre, Kota Bandung, Rabu (11/2/2026).
Sebelumnya dalam kegiatan Musyawarah Wilayah APTISI Jabar, yang digelar di Hotel Grand Pasundan, Bandung, pada 18 Desember 2025, Prof Eddy secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua APTISI Jabar.
Sebagai ketua dirinya memiliki keinginan luhung agar kualitas PTS di Jabar merata, khususnya bagi kampus kecil. Ini sejalan dengan motto APTISI Jabar, yakni melangkah bersama, maju bersama, dan sukses bersama. Prof Eddy pun menyatakan komitmennya untuk menggerakkan seluruh PTS di provinsi ini menuju prestasi yang lebih baik.
Oleh sebab itu dengan kepengurusan baru yang ia pimpim, akan fokus pada peningkatan akreditasi, pengelolaan institusi, hingga penguatan bidang kemahasiswaan.
Ketua APTISI Jabar masa bakti 2025-2030, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., (tengah) bersama Ketua Umum APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI., (kanan) dan Sekjen APTISI Pusat, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng., (kiri)
“Kami akan melakukan berbagai aktivitas yang mendukung PTS Jabar meningkat dari sisi akreditasi, pengelolaan institusi, hingga kemahasiswaan. Bersama pengurus baru, kami akan bahu-membahu menggerakkan semua pihak agar dapat menjadi yang terbaik sesuai harapan,” kata Prof Eddy, kepada Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di ruang VVIP Convention Centre, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (11/2/2026).
Prof Eddy juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM), beserta jajarannya, dapat berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan kepada PTS.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Pak Gubernur KDM beserta jajarannya, dapat berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan kepada PTS. Kami siap menjemput bola jika diperlukan, termasuk memberikan timbal balik berupa penerapan hasil penelitian untuk pembangunan daerah. Kami juga akan mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum APTISI Pusat Prof Budi Djatmiko menegaskan harapannya agar Pengurus APTISI Jabar masa bakti 2025–2030 mampu mengembalikan prestasi terbaik di tingkat nasional.
Prof Eddy bersama jajaran Pengurus APTISI Jabar, berkomitmen agar 336 PTS di Jabar memiliki kualitas merata sesuai motto nya, melangkah bersama, maju bersama, dan sukses bersama
Pesan itu disampaikan Budi usai pelantikan APTISI, merupakan momentum yang dinilai strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan PTS di provinsi tersebut.
Jabar, yang pernah secara berturut-turut menduduki peringkat pertama terbaik dalam penilaian APTISI pusat, kini berada di posisi kedua nasional. Meski berada pada posisi kedua, Budi menilai capaian tersebut belum cukup.
Ia berharap kepemimpinan baru di bawah Prof Eddy mampu membawa Jabar kembali ke puncak dengan tingkat kepuasan tertinggi.
“Saya berharap Prof Eddy Soeryanto Soegoto, selaku Ketua APTISI Jabar, dapat mengembalikan posisi tersebut ke puncak dengan tingkat kepuasan tertinggi,” ujar Prof Budi.
Asisten Daerah I Provinsi Jabar, Drs. H. Asep Sukmana, M.Si., hadir pada acara pelaantikan, mewakili Gubernur Kang Dedi Mulyadi
Menurut Prot Budi, penilaian APTISI mencakup dua indikator utama, yakni tingkat kepuasan PTS terhadap keberpihakan pemerintah daerah serta intensitas kegiatan yang diselenggarakan.
Ia menjelaskan, banyaknya kegiatan relatif mudah ditingkatkan apabila seluruh kampus aktif melibatkan APTISI dalam berbagai agenda akademik.
“Banyaknya kegiatan sebenarnya relatif mudah ditingkatkan. Setiap kampus cukup mengundang ketua APTISI untuk memberikan sambutan, baik secara langsung maupun melalui video konferensi atau Zoom, hal itu akan berkontribusi signifikan terhadap nilai,” jelasnya.
Selain indikator kegiatan, akreditasi PTS di Jabar juga menunjukkan tren peningkatan yang cukup baik. Prof Budi berharap APTISI Jabar terus mendorong peningkatan kualitas akreditasi di seluruh PTS Jabar, mengingat selisih poin dengan peringkat teratas seperti Medan relatif tipis. Secara tidak langsung ia menekankan bahwa peluang Jabar untuk kembali menjadi nomor satu masih sangat terbuka.
Kemenkum Kanwil Jabar MoU dengan APTISI Jabar, salah satu kolaborasi yang akan dijalankan
Ia juga menyoroti aspek dukungan gubernur terhadap PTS. Ia menyebut, Jabar saat Gubernurnya Ahmad Heryawan (Kang Aher) yang beberapa kali menjadi gubernur terbaik se-Indonesia yang memberikan perhatian tinggi kepada PTS, dengan memberikan anggaran sekitar Rp 100 miliar pertahun.
Namun sejak era Gubernur Ridwan Kamil serta KDM belum ada sama sekali bantuan serupa. Kini malah berada di peringkat 21 secara nasional.
Indikator utamanya meliputi keberpihakan gubernur terhadap masyarakat perguruan tinggi, mulai dari bantuan beasiswa, pembangunan infrastruktur, hingga kerja sama riset.
“Kepuasan di Jabar saat ini berada di peringkat 21 secara nasional, padahal dulu pernah nomor satu. Indikator utamanya adalah keberpihakan gubernur terhadap masyarakat perguruan tinggi, meliputi bantuan beasiswa, pembangunan infrastruktur, serta kerja sama riset,” tambahnya.
MoU PT Pos Indonesia dengan APTISI Jabar, akan melakukan berbagai sinergi
Ia mengenang masa kepemimpinan mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang dinilai berhasil membawa Jabar meraih peringkat terbaik selama empat periode berturut-turut berkat perhatian intensif terhadap PTS. Sebaliknya, pada periode sebelumnya hingga saat ini, ia menilai keberpihakan tersebut terjun bebas.
“Sayangnya, pada periode sebelumnya (Ridwan Kamil) hingga saat ini, keberpihakan tersebut menurun drastis, bahkan dinilai kurang berpihak sama sekali. Kunjungan ke kampus pun sangat jarang,” tuturnya.
Prof Budi berharap KDM Gubernur Jabar saat ini, dapat mengembalikan keberpihakan tersebut. Ia optimistis dukungan pemerintah provinsi akan menjadi faktor penentu dalam mendongkrak kembali kepuasan pimpinan dan masyarakat perguruan tinggi di Jabar.
“Mudah-mudahan Pak KDM bisa meningkatkan citra kepuasan pimpinan dan masyarakat perguruan tinggi di Jabar menjadi yang terbaik kembali, seperti era Kang Aher. Survei kepuasan dilakukan setiap tiga tahun sekali, dan ini menjadi indikator penting,” pungkasnya. [SR]***










