majalahsora.com, Kota Bandung – .Awal tahun 2026 menjadi momentum langkah baru bagi SMK Pariwisata Telkom Bandung. Melanjutkan program yang telah berjalan sejak awal tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini akan melakukan re-branding secara masif dengan menegaskan kekhususan pada setiap bidang, jurusan, dan program keahlian.
Re-branding tersebut tidak hanya menyentuh penamaan jurusan, tetapi juga disertai perubahan metode pembelajaran. Saat ini, SMK Pariwisata Telkom Bandung memiliki total 386 siswa dari kelas X hingga XII.
Kepala SMK Pariwisata Telkom Bandung, Wawan, S.Kom., MT., menyampaikan hal tersebut kepada awak media majalahsora.com di Jalan Palasari No. 1, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Selasa (13/1/2026).
SMK Pariwisata Telkom Bandung, sekolah pariwisata ternama di Kota Bandung, dulu dikenal dengan nama SMK Shandy Putra, dengan pengajar yang kompeten di bidangnya
“Re-branding ini tetap sejalan dengan visi sekolah, yaitu mewujudkan peserta didik yang unggul, berjiwa nasionalis, berintegritas, kompeten, dan berdaya saing global melalui penguatan karakter kewirausahaan serta penguasaan multimedia pada tahun 2029,” ujar Wawan.
Dalam implementasinya, program keahlian Perhotelan kini menjadi Hospitality Operations, Usaha Layanan Pariwisata (ULP) menjadi Digital Tourism Business, dan Kuliner menjadi Culinary Art.
Selain itu, SMK Pariwisata Telkom Bandung juga memprioritaskan metode pembelajaran berbasis praktik sebesar 70 persen dan teori 30 persen dengan sistem blok yang dimulai sejak kelas XI. Program BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha) tetap dilanjutkan sebagai program unggulan.
Peningkatan sarana prasarana SMK Pariwisata Telkom Bandung, antara lain melalui program Teaching Factoty (TeFa)
Bagi siswa yang memilih jalur bekerja, mereka akan menjalani pembelajaran langsung di industri selama delapan bulan, yakni satu bulan di semester tiga, satu bulan di semester empat, dan enam bulan di semester lima.
Sementara itu, siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi akan mendapatkan fasilitasi pemantapan akademik di sekolah melalui kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar.
Adapun siswa yang memilih jalur wirausaha akan difasilitasi melalui program inkubasi bisnis, termasuk penyediaan modal dan tempat usaha untuk praktik kewirausahaan di lingkungan sekolah.
Suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan di SMK Pariwisata Telkom Bandung, didukung dengan ruang kelas modern serta fasilitas memadai
“Untuk mendukung pembelajaran, kami juga mendapatkan bantuan Teaching Factory (Tefa) Reguler sebesar Rp 100 juta. Sebanyak Rp 50 juta dialokasikan untuk pembelajaran dan Rp 50 juta lainnya untuk pengadaan alat. Tefa ini akan menjadi unggulan karena siswa dapat merasakan pembelajaran seperti di industri sesungguhnya,” jelas Wawan.
Tefa yang diprioritaskan pada 2026 adalah program keahlian Kuliner, meskipun anggaran pembelajaran tetap diberikan kepada dua program keahlian lainnya.
Fokus pengembangannya meliputi modernisasi layanan F&B, renovasi total ruang dapur, serta peningkatan performa siswa yang selaras dengan budaya sekolah GRAPES (Greeting & Grooming, Respect, Attitude, Performance & Professional, Endurance, Eager to Serve & English, Smile).
Ruang praktek siswa jurusan Perhotelan kini menjadi Hospitality Operations yang sangat representatif
Menurut Wawan, hingga saat ini progres pengembangan berjalan lancar. SMK Pariwisata Telkom Bandung juga menjalin kerja sama kebahasaan dengan Rudi Russel Akademie (Bahasa Jerman) dan Navara (Bahasa Jepang).
“Sudah ada 45 lulusan kami yang saat ini bekerja dan tersebar di Jerman dan Jepang,” ungkapnya.
Selain kompetensi teknis, penguatan soft skill siswa juga dilakukan melalui pembiasaan harian di sekolah. Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan pembinaan karakter melalui implementasi nilai Pancawaluya (bener, bageur, pinter, singer) yang disinkronkan dengan budaya GRAPES.
SMK Pariwisata Telkom Bandung, berada di Jalan Palasari No. 1, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, letaknya strategis
Rangkaian kegiatan meliputi apel pagi, latihan public speaking, pembinaan iman dan takwa melalui salat duha dan murojaah bagi siswa muslim, serta pembimbingan keagamaan bagi siswa non-muslim. Pemantauan budaya GRAPES dilakukan oleh wali kelas hingga jam pulang sekolah.
Dari sisi sarana dan prasarana, SMK Pariwisata Telkom Bandung didukung fasilitas yang memadai, seperti ruang kelas ber-AC dengan Smart TV dan CCTV, laboratorium sesuai program keahlian, laboratorium komputer, perpustakaan fisik dan digital, lapangan olahraga multifungsi, Smart Millennial Class, tempat ibadah, kantin sehat, area parkir luas, serta akses internet hingga 600 Mbps.
Sekolah ini juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Paskibra, tari tradisional, modern dance, public speaking, e-sport, Ikatan Remaja Masjid, Bar Mobile Juggling Team (BMT), paduan suara, basket, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), futsal, badminton, dan archery ParTel.
Melalui re-branding tersebut, Wawan berharap kompetensi dan karakter siswa semakin meningkat.
“Untuk Perhotelan kami harapkan unggul dari sisi operation dan hospitality, ULP dari sisi digital tourism and business, dan Kuliner benar-benar menguasai culinary art,” pungkasnya.
Makan Bergizi Gratis
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wawan menyampaikan bahwa program tersebut belum dilaksanakan di SMK Pariwisata Telkom Bandung.
“Mudah-mudahan bisa dilaksanakan pada semester atau tahun ajaran baru. Saat ini masih kami kaji karena adanya program Kuliner dan pembelajaran berbasis Tefa yang beririsan langsung dengan praktik memasak dan penjualan makanan oleh siswa,” jelasnya.
Pihak sekolah juga masih mempertimbangkan MoU dengan pengelola kantin. Ke depan, MBG direncanakan dilaksanakan dalam bentuk administrasi atau pendanaan, sementara pengolahan makanan dilakukan oleh siswa program keahlian Kuliner di bawah bimbingan guru serta pengawasan komite sekolah dan orangtua.
“Dengan begitu, Tefa bisa berjalan, kompetensi siswa Kuliner meningkat, dan jiwa kewirausahaan mereka semakin terasah karena kegiatan ini dilakukan setiap hari,” tutup Wawan. [SR]***










