majalahsora.com, Bandung – Telkom University melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Internasional bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan dengan fokus pada materi Reintegrasi dan Persiapan Pulang (Psychological Adjustment and Social Adaptation).
Kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu di Taipei ini, bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan diikuti PMI dari berbagai sektor pekerjaan, sebagai upaya memberikan dukungan nyata menghadapi masa kepulangan ke tanah air.
Program Abdimas ini secara resmi dibuka oleh Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Prof. Dr. Farida Titik.
Dalam sambutannya, kedua pihak menegaskan pentingnya sinergi perguruan tinggi dan perwakilan negara untuk mempersiapkan PMI menghadapi masa transisi kepulangan secara sehat, adaptif, serta berkelanjutan.
Mereka menilai kesiapan mental, psikologis, dan sosial menjadi fondasi penting keberhasilan reintegrasi PMI di Indonesia.
Abdimas Internasional Telkom University memberikan pelatihan kepada Pegawai Migran Indonesia di Taiwan
Tim Abdimas Telkom University yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. Ratna Komala Putri, Dr. Dian Indiyati, dan Dr. Maria Sugiat.
Ketiganya menyampaikan materi secara komprehensif dengan menekankan kesiapan psikologis dan sosial PMI setelah masa kerja di luar negeri.
Secara tidak langsung para pemateri menyampaikan bahwa reintegrasi bukan hanya soal kembali ke kampung halaman, tetapi juga proses penyesuaian diri agar tetap produktif.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali pemahaman mengenai penyesuaian mental pasca-kontrak, pengelolaan perubahan peran dalam keluarga, serta strategi membangun kembali relasi sosial di lingkungan asal.
Materi dirancang untuk membantu PMI mengantisipasi potensi stres, konflik keluarga, hingga kesenjangan ekspektasi yang kerap muncul setelah kembali ke tanah air.
Kegiatan Abdimas Internasional Telkom University, antusias diikuti oleh PMI di Taiwan
“Kami ingin para PMI pulang dengan kesiapan mental yang baik, mampu beradaptasi, dan tetap berdaya di masyarakat,” ujar salah satu pemateri.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi reflektif dan berbagi pengalaman, sehingga PMI dapat menyusun rencana transisi yang realistis dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa materi reintegrasi merupakan kebutuhan penting, tidak hanya menjaga kesehatan mental, tetapi juga memastikan keberlanjutan peran PMI sebagai individu produktif dan berdaya di lingkungan sosial.
Melalui Program Abdimas Internasional ini, Telkom University menegaskan komitmennya mendukung perlindungan dan pemberdayaan PMI secara holistis, mulai dari masa kerja di luar negeri hingga proses kembali dan beradaptasi secara sehat di Indonesia.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan PMI dan keluarganya. [SR] ***







