majalahsora.com, Kota Bandung – Rektor Institut Seni Bandung Indonesia (ISBI), Prof. Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., bersama suaminya Drs. H. Ono Karyono M.M.Pd., menyempatkan diri datang ke acara resepsi pernikahan Bian Jaka Amaldi dengan Syifa Dewi Septrianti, Minggu (22/8/2021).
Diketahui Prof. H. Een memiliki kedekatan dengan Hj. Aam Amilia, pengarang moyan, Sastrawati Sunda, yang merupakan nenek dari Bian.
“Selamat menempuh hidup baru, untuk ananda Bian dan Syifa tersayang, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Dan bahagia dunia akhirat Aamiin yaa Robbal alamiin,” dalam ucapan virtual yang ditulis Prof. Hj. Een.
Sementara itu, Bian merasa senang dan bangga atas kehadiran Rektor ISBI di acara resepsi pernikahannya.
“Alhamdulillah, Bu Een bersama Pak Ono bisa menyempatkan hadir di acara pernikahan kami, meskipun di saat pandemi. Terima kasih atas doa dan support nya,” kata Bian.

Hj. Aam Amilia dan H. Abdullah Mustappa, nenek & kakek dari Bian Jaka Amaldi
Bian yang merupakan putra semata wayang dari almarhum Dede Haris, guru dari musisi balada ternama di Indonesia Iwan Fals, menikah diusia ke-26 tahun.
Pada tahun 2019, Bian menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Almarhum ayahnya, selain seorang musisi balada juga merupakan seorang pengacara serta dosen Fakultas Hukum di kampus yang sama dengan putranya.
Sedangkan almarhum kakeknya Bian, Epe Syafei (ayahanda Dede Haris) merupakan salah satu pendiri STSI yang sekarang menjadi ISBI.
Kini Bian sedang menjalani masa magang untuk menjadi seorang advokat. Darah seni dari ayahnya juga, masih tetap mengalir pada dirinya.
Langkah berani Bian untuk mengakhiri masa lajangnya, untuk menikah dengan Syifa putra dari H. Priagunawan dan Hj. Imas Yulia Subiantini, didukung penuh oleh Ahmad Mualif ayah sambungnya dan Nia Dachniar ibu kandungnya.
Dirinya berharap setelah menjadi suami sah dari Syifa bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab lahir maupun batin. Di samping itu bisa membina keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. [SR]***





