majalahsora.com, Kota Cimahi – SMKN 1 Cimahi mendukung penuh Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program tersebut kini mulai diimplementasikan di berbagai sekolah, termasuk SMKN 1 Cimahi yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara No 48, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Pada Senin, 7 Juli 2025, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMKN 1 Cimahi, Erwin, M.Pd., memaparkan perkembangan pelaksanaan PAPS kepada majalahsora.com.
Erwin menjelaskan, SMKN 1 Kota Cimahi memprioritaskan calon siswa dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM).
Ketua Pelaksana SPMB SMKN 1 Kota Cimahi, Erwin, M.Pd
“Wilayah prioritas kami mencakup tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Utama, Kelurahan Baros, dan Kelurahan Leuwigajah. Jika kuota KETM sudah terpenuhi, barulah kami membuka jalur domisili, tetap mengutamakan tiga kelurahan tersebut,” jelas Erwin.
Selain KETM, sekolah juga menjalankan arahan Dinas Pendidikan Jawa Barat dengan empat kriteria utama: KETM, anak yatim piatu, anak panti asuhan, dan bina lingkungan.
“Semua kami fasilitasi secara merata. Jika kuota di tiga kelurahan utama terpenuhi, selanjutnya kami buka untuk Kelurahan Cimahi Selatan,” tambahnya.
Penyesuaian Kuota dan Mekanisme Seleksi
Uji kompetensi tahfidz Al Qur’an pada SPMB SMKN 1 Kota Cimahi
Jumlah murid baru PAPS disesuaikan dengan kapasitas sekolah. Saat ini, SMKN 1 Cimahi memiliki 20 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah rata-rata 37 hingga 38 siswa per rombel. Penambahan kuota per rombel berkisar 1–2 siswa.
Berbeda dengan seleksi umum, tim PAPS SMKN 1 Cimahi tidak memanggil calon siswa ke sekolah. Pihaknya akan langsung terjun ke lapangan.
Panitia PAPS akan melakukan survei ke rumah calon murid untuk memastikan apakah layak atau tidak menerima bantuan jalur PAPS.
Penguji sedang menilai uji kompetensi prestasi non akademik cabor basket
Hasil survei ini kemudian dibahas dalam rapat Dewan Guru untuk menentukan calon murid/siswa yang lolos PAPS. Penetapannya dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Jalur PAPS.
“Sejauh ini, ada yang layak dan ada yang tidak. Jadi, kami belum bisa memastikan angka pastinya,” tutur Erwin.
Erwin juga menyoroti tantangan sosialisasi. Banyak masyarakat yang salah memahami PAPS sebagai kuota tambahan dari SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Padahal, PAPS merupakan jalur terpisah.
Uji kompetensi karate pada SPMB tahun ajaran 2025/2026, jalur prestasi non akademik di aula SMKN 1 Kota Cimahi
“Perlu ada sosialisasi lanjutan agar tidak terjadi salah persepsi,” tegasnya.
Ia berharap program ini tepat sasaran dan mampu menekan angka anak putus sekolah di Jawa Barat.
Animo Pendaftar SPMB dan Pelaksanaan Ujikom
Selain PAPS, SMKN 1 Cimahi juga mencatat animo tinggi pada SPMB Tahun Ajaran 2025 ini. Menurut Erwin, pendaftar pada SPMB Tahap I mencapai 1.600 orang pendaftar.
Uji kompetensi prestasi cabor futsal SPMB SMKN 1 Kota Cimahi
Sedangkan pada Tahap II sebanyak 750 orang, dengan daya tampung 250 orang. Jalur tahap II dibuka melalui Jalur Prestasi Nilai Rapor dan Jalur Prestasi Kejuaraan.
Sebanyak 70 persen pendaftar memilih mendaftar daring, sedangkan 30 persen datang langsung ke sekolah.
“Kebanyakan mereka datang karena kendala kuota internet, jaringan, atau kurang paham teknis pendaftaran. Kami bantu di sekolah,” ujar Erwin.
Uji kompetensi marching band oleh tim penguji jalur prestasi SPMB SMKN 1 Kota Cimahi
Erwin pun mengungkapkan bahwa ada empat program keahlian di SMKN 1 Cimahi, yakni Teknik Elektro, Kelistrikan, PLPG, dan Broadcasting, memiliki jumlah peminat yang merata. Tantangan teknis pada server masih bisa diatasi dengan baik. Selama pelaksanaan SPMB tidak ada komplain atau tekanan dari masyarakat.
Untuk Jalur Prestasi Non-Akademik Kejuaraan, SMKN 1 menggelar Uji Kompetensi (Ujikom) sesuai mata lomba yang diikuti calon siswa. Tahun ini, 80 siswa mengikuti Ujikom dengan daya tampung 28 kursi. Bidang lomba mencakup olahraga seperti voli, basket, futsal, karate, taekwondo, hingga kesenian seperti drum band, serta keagamaan seperti hafidz quran.
“Penilaian Ujikom bobotnya 70 persen, sisanya 30 persen dari nilai sertifikat kejuaraan. Ujikom kami gelar satu hari, 4 Juli 2025, dan berjalan lancar. Pengumuman hasilnya pada 9 Juli, daftar ulang pada 10–11 Juli, dilanjutkan tes minat bakat pada 12 Juli,” jelasnya.
SMKN 1 Kota Cimahi sekolah vokasi pada setiap SPMB banyak pendaftarnya
Tes psikotes tersebut bertujuan menentukan penjurusan sesuai minat siswa. Contohnya Teknik Elektro, di dalamnya ada lima jurusan. Psikotes membantu menentukan pilihan jurusan yang tepat.
Untuk penilaiannya, sekolah menggandeng IPSI, Forki, guru internal, serta tim psikotes dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Erwin optimistis siswa baru SMKN 1 Cimahi Tahun Ajaran 2025/2026 akan menjadi generasi berkualitas. “Mereka adalah siswa terpilih yang lolos seleksi ketat. Harapannya, mereka bangga menjadi bagian dari SMKN 1 Cimahi,” pungkasnya. [SR]***












