majalahsora.com, Kota Bandung – SMAN 27 Kota Bandung yang dipimpin oleh Dr. Yoyo Wijaya, M.Pd., terus mengupayakan menegakkan kedisiplinan dan peraturan sekolah, kepada para siswa, terlebih agar sadar hukum.
Hal tersebut berlaku bagi para siswanya tidak terkecuali siswa baru kelas X tahun ajaran 2023/2024.
Berkenaan dengan materi pelajar sadar hukum, bagi siswa baru dikenalkan dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang dilakukan dari tanggal 17, 18 dan 20 Juli 2023. Jadwal PLS ini sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar).

Dalam PLS SMAN 27 Kota, difokuskan pada materi sadar hukum
Kepala SMAN 27 Kota Bandung, Yoyo menyampaikan bahwa PLS di sekolahnya berjalan dengan baik, sesuai rencana.
“Materinya ada dari forum sadar hukum, forum anak mengenai Sekolah Ramah Anak dan lainnya. Kita saat sekarang ini sedang krisis mental juga krisis ketaatan. Diharapkan dengan adanya forum sadar hukum siswa jadi lebih kritis. Menjadi warga negara yang berkarakter, beretika dan taat aturan,” kata Yoyo, di ruang kerjanya, Jalan Utsman Bin Affan No.1, Rancanumpang, Kamis (20/7/2023).
Yoyo berharap PLS tahun 2023 ini membuat siswanya memiliki karakter baik, senang mencari ilmu, tidak gamang teknologi dan aktif mengikuti perubahan seiring berkembangnya jaman dalam ranah hal positif.

Koordinator acara, Riki Hertanto, S.Pd
Dalam kesempatan yang sama Riki Hertanto, S.Pd., Guru PKN merangkap koordinator acara PLS SMAN 27 Bandung 2023, menjelaskan PLS di SMAN 27 dilaksanakan sesuai panduan juknis Disdik Jabar. Namun ada beberapa modifikasi yang disesuaikan kebutuhan dan kondisi sekolah.
Kata Riki pada hari pertama, agendanya memperkenalkan SMAN 27 Bandung kepada para peserta didik baru. Seperti fasilitas sekolah, guru-guru hingga hal-hal yang akan mereka eksplor di sekolah ke depannya.
“Di hari pertama kita juga memfokuskan kepada siswa baru untuk membentuk rasa bangga, karena telah menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 27 Bandung. Mulai dari prestasi sekolah baik dari alumni hingga siswa aktif sampai hari ini,” seperti yang diungkapkan Riki.

Drs. Iransyah saat memberikan materi sadar hukum
Kemudian hari kedua, adalah memperkenalkan ekskul (ekstrakurikuler) yang ada di sekolah. Sambung Riki ekskul unggulan di SMAN 27 saat ini adalah olahraga terutama hoki, voli dan FPSH-HAM (Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia).
“FPSH ini ekskul perintis. Menjadi unggulan karena relevan dengan kurikulum merdeka. Di mana kurikulum ini menerapkan rasa kebanggaan terhadap tanah air. Di ekskul ini siswa akan dibentuk menjadi pelajar yang sadar hukum. Tentunya diharapkan bisa berkontribusi khususnya di kalangan pelajar Kota Bandung,” kata Riki.
Kemudian di hari terakhir, merupakan rangkaian acara Kepramukaan. Dalam agendanya, acara ini memperkenalkan mengenai ekskul pramuka khususnya bagaimana karakter ekskul tersebut. Di dalamnya dikolaborasikan juga dengan ekskul lain, khususnya FPSH.
Selain itu, selama acara berlangsung Riki bersyukur tidak merasakan kendala yang berarti. Seluruh panitia sudah melakukan persiapan dengan matang. Kolaborasi antara OSIS, ekskul Rohis dan ekskul Pramuka yang bertugas sebagai panitia, menjadi tim yang menyukseskan acara.

Ketua OSIS SMAN 27 Kota Bandung, Faras Sahla Salsabila
Untuk perpeloncoan dan tugas yang memberatkan siswa pun Riki menyatakan aman. Tidak ada unsur tersebut.
“Tugas di sini tidak ada yang memberatkan siswa. Mereka mengerjakan dengan baik. Perpeloncoan pun tidak ada. Aman. Kami pastikan, karena setiap hari kita monitoring dari panitia guru maupun panitia Osis,” kata Riki menegaskan.
Riki pun berharap PLS tahun 2023 ini mencetak siswa yang bangga dan memiliki rasa ingin turut serta dalam memajukan SMAN 27 Bandung.

Siswa baru yang mengikuti PLS dibagi ke dalam 12 kelompok
Faras Sahla Salsabila, Ketua OSIS SMAN 27, kini duduk dibangku kelas XI IPA 4, memberikan tanggapannya.
“Para siswa baru terdiri dari 12 kelompok yang dibimbing 12 Among. OSIS di sini sebagai panitia yang terbagi ke dalam beberapa divisi. Ada divisi among (pembimbing yang mendampingi siswa baru), divisi acara, divisi keamanan, evaluator, tatip, divisi konsumsi dan masih banyak lagi,” kata Faras.
Faras pun mengungkapkan bahwa masih ada siswa baru yang kurang tertib, melanggar peraturan dari panitia dan terlambat datang ke sekolah.

Siswa baru perempuan SMAN 27 Kota Bandung sedang mengikuti PLS di aula
Agar mereka disiplin, sadar hukum dan tidak melanggar aturan yang ada, panitia terus memberikan edukasi kepada siswa baru supaya tidak melanggar aturan yang ada, dan lebih sadar hukum.
“Contoh pelanggaran peraturannya seperti masih ada yang membawa alat make up, parfum, menggunakan handphone saat PLS berlangsung dan membawa kendaraan pribadi berupa motor,” kata Faras menambahkan.
Faras pun berharap PLS tahun ini siswa baru SMAN 27 Kota Bandung, mengenal lingkungan sekolah secara keseluruhan. Ia juga berharap siswa baru dapat beradaptasi dan aktif dalam kegiatan yang ada. [SR]***





