• SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora.
  • Serba Serbi
  • Jalan-Jalan
  • Video
  • Persib
  • Sobat Sora
  • Mojang Jajaka Sora
  • Hot
  • Kuliner
  • Heuheuy Deudeuh
Majalah Sora
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora
No Result
View All Result
Home new

Peran dan Tantangan Desainer Kostum dalam Diplomasi Budaya Indonesia di Kancah Internasional

Oleh: Muhammad Mughni Munggaran, Peserta Latsar CPNS 2024

majalah by majalah
04/10/2024 4:52 AM
in new
0 0
0
Muhammad Mughni Munggaran

Muhammad Mughni Munggaran

356
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya tercermin dalam seni busana dan kostum tradisional yang terus dikembangkan oleh para desainer tanah air.

Dalam dunia fashion, diplomasi budaya memainkan peran penting, mengenalkan kekayaan Indonesia ke panggung internasional.

Namun, tantangan besar dihadapi oleh para seniman ketika harus menjalankan misi budaya di luar negeri.

Salah satu desainer kostum Indonesia, Popong Sofia, S.Sn., atau lebih di kenal Nda Evoy, seorang owner Evoy Production yang kerap diundang tampil pada kegiatan internasional, seperti “New York Fashion Week”, “Indonesian Cultural Day 2024” di Belgia dan acara lainnya.

Kepada penulis saat wawancara ekslusif, dirinya mengungkapkan mengenai tantangan yang dihadapinya selama ini, yakni terkait kurangnya dukungan finansial dari pemerintah dan perusahaan, dalam membawa nama Indonesia ke kancah global.

Nda Evoy, menjelaskan tentang kesulitan utamanya dalam mendapatkan dukungan finansial untuk menghadiri acara fashion internasional. Meskipun telah mengajukan proposal kepada kementerian terkait dan beberapa perusahaan.

Namun respon yang diberikan sering kali tidak memadai, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Hal Ini memaksanya untuk menggunakan dana pribadi dalam menjalankan misinya, yang tentu berdampak pada kemampuan Nda Evoy, untuk membawa tim pendukung yang esensial dalam acara besar.

“Ketika ada misi budaya ke luar negeri untuk fashion show, saya ingin membawa tim. Tetapi proposal yang saya ajukan sering tidak direspon. Akhirnya saya harus menggunakan biaya pribadi, dan itu membuat saya sulit untuk mengajak tim,” ungkapnya dengan nada sedih.

Ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi seniman Indonesia dalam menjalankan diplomasi budaya, padahal peluang ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia, secara lebih maksimal di kancah dunia.

Potensi yang terlewatkan di antaranya, acara fashion internasional seperti “New York Fashion Week” merupakan kesempatan langka yang dapat memperkuat citra Indonesia, sebagai negara dengan warisan budaya yang kaya dan kreatif. Tanpa dukungan yang memadai dari pemerintah, banyak potensi yang terlewatkan.

Nda Evoy mengatakan, meskipun acara ini bisa membawa eksposur yang luas bagi Indonesia, namun pemerintah kurang tanggap dalam memanfaatkan peluang ini.

“Mereka (pemerintah) hanya ingin dikreditkan dalam promosi tanpa memberikan dukungan finansial. Ini membuat saya berpikir, lebih baik saya membuat berita sendiri tanpa harus memasukkan nama mereka.”

“Minimal pemerintah bisa menghubungkan dengan pihak pengusaha yang dapat mengeluarkan dana CSR untuk misi kebudayaan,” kata Nda Evoy.

Dampak dari kurangnya dukungan ini, tidak hanya berimbas kepada desainer secara pribadi, tetapi juga mempengaruhi berbagai pihak yang seharusnya bisa terlibat, seperti tim pendukung yang terdiri dari stylist, makeup artist, fotografer, model, dan dancer misalnya. Kehilangan kesempatan untuk ikut serta dan mengembangkan karir mereka di panggung internasional.

Dampak lainnya juga terasa pada citra diplomasi budaya Indonesia di mata internasional. Kurangnya dukungan dari pemerintah dalam kegiatan-kegiatan ini dapat melemahkan peran Indonesia, sebagai negara yang aktif mempromosikan warisan budayanya.

Adapun langkah-langkah untuk mengatasi berbagai tantangan ini, para desainer dan seniman mengambil strategi, antara lain
berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menjadi sponsor, dalam mendukung kegiatan misi budaya.

Kolaborasi ini bisa menjadi “win-win solution” dengan memberikan eksposur internasional bagi pihak sponsor.

Kemudian penggalangan dana, melalui media sosial. Para seniman dapat menggalang dana dari masyarakat yang peduli dengan budaya dan fashion Indonesia. Dengan bantuan platform crowdfunding. Ini bisa menjadi cara efektif untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan.

Di samping itu menggalang dukungan dari komunitas diaspora Indonesia di luar negeri. Ini jug memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan, baik dari sisi logistik, jaringan, hingga informasi lokal.

Mereka bisa menjadi partner strategis, dalam memfasilitasi para seniman yang sedang menjalankan misi budaya.

Kemudian memanfaatkan media sosial. Seniman juga dapat memperkuat eksposurnya melalui media sosial untuk menarik perhatian publik dan sponsor potensial, tanpa harus tergantung pada dukungan formal dari pemerintah.

Dari hasil wawancara ini, penulis mencatat, bahwa nilai-nilai bela negara dalam misi budaya saat ini, masih menghadapi keterbatasan. Meskipun begitu para seniman memegang teguh nilai-nilai bela negara dalam menjalankan misi budayanya.

Nilai-nilai tersebut mencakup,
cinta tanah air. Dengan tetap membawa nama Indonesia di kancah internasional, meskipun tanpa dukungan secara penuh.

Ini menunjukkan bentuk nyata cinta para seniman, terhadap budaya dan identitas bangsanya.

Begitu juga mengenai kesadaran berbangsa dan bernegara. Para seniman memperjuangkan agar budaya Indonesia dikenal di kancah internasional.

Bisa berkontribusi dalam memperkuat identitas bangsa di mata dunia. Sekaligus meningkatkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.

Mereka juga rela berkorban, pasalnya seniman bersedia mengorbankan waktu, tenaga, dan dana pribadi demi misi besar untuk memperkenalkan budaya Indonesia di dunia internasional.

Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dan pengorbanan yang nyata.

Hal lainnya timbulnya rasa gotong royong. Misi budaya ini bisa menjadi ajang bagi seniman untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri, sesuai dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Kesimpulan diplomasi budaya melalui fashion dan seni, merupakan bagian penting dari upaya memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional.

Namun, kurangnya dukungan dari pemerintah menjadi hambatan besar bagi seniman yang ingin memaksimalkan potensi mereka di panggung global.

Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional, dalam mendukung para seniman Indonesia yang membawa nama baik bangsa.

Dengan berpegang pada nilai-nilai bela negara, seniman Indonesia dapat terus berjuang untuk memperkenalkan budaya dan identitas bangsa di kancah dunia. Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada.

Tulisan ini diharapkan dapat mengangkat perhatian publik, terhadap pentingnya dukungan bagi seniman Indonesia. Dalam menjalankan diplomasi budaya, serta menginspirasi kolaborasi antara berbagai pihak untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.***

Tags: #Artikel#isbi#ISBI Bandung#Muhammad Mughni Munggaran#Peserta Latsar CPNS 2024
majalah

majalah

Related Posts

Edufair SMAN 12 Bandung
Sora Sakola

Twelve Edufair 2026 Digelar di SMAN 12 Bandung, Hadirkan 22 Kampus hingga Alumni Inspiratif

by majalah
21/01/2026 5:08 PM
SMAN 3 Cimahi
Sora Sakola

Endi Diana Ruskandi Kepala SMA Negeri 3 Cimahi, akan Tingkatkan Kualitas Sekolah dengan Membangun Pembiasaan Kedisiplinan

by majalah
21/01/2026 7:46 AM
Film Dalam Sujudku UNJANI
Promoted

Special Screening Film Dalam Sujudku di UNJANI Libatkan Rektor, Sarat Pesan Moral tentang Kesetiaan, Pengorbanan dan Keluarga

by majalah
20/01/2026 11:29 PM
Penghargaan FWP Jabar Kepala SMKN 11 Garut
Sora Sakola

Asep Taryudin Kepala SMKN 11 Garut Diganjar Penghargaan oleh Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Dinilai Informatif dan Berdedikasi

by majalah
18/01/2026 8:35 AM
SMKN 11 Garut Sekolah Unggul di Jabar
Sora Sakola

Kepala SMKN 11 Garut, Asep Taryudin Siapkan Lompatan Besar: Teaching Factory, Budaya Kerja, hingga Target 500 Siswa Baru

by majalah
17/01/2026 10:55 AM
No Result
View All Result

Kategori Berita

Arsip Berita

Berita Terbaru

  • Twelve Edufair 2026 Digelar di SMAN 12 Bandung, Hadirkan 22 Kampus hingga Alumni Inspiratif
  • Endi Diana Ruskandi Kepala SMA Negeri 3 Cimahi, akan Tingkatkan Kualitas Sekolah dengan Membangun Pembiasaan Kedisiplinan
  • Special Screening Film Dalam Sujudku di UNJANI Libatkan Rektor, Sarat Pesan Moral tentang Kesetiaan, Pengorbanan dan Keluarga
  • Asep Taryudin Kepala SMKN 11 Garut Diganjar Penghargaan oleh Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Dinilai Informatif dan Berdedikasi
  • Kepala SMKN 11 Garut, Asep Taryudin Siapkan Lompatan Besar: Teaching Factory, Budaya Kerja, hingga Target 500 Siswa Baru
Facebook Twitter Youtube Instagram

Kategori Berita

  • CARPON & SAJAK
  • Ekskul
  • Heuheuy Deudeuh
  • Hot
  • Jalan-Jalan
  • Kuliner
  • Mojang Jajaka Sora
  • new
  • Pemerintahan
  • Persib
  • Promoted
  • Serba Serbi
  • Sobat Sora
  • Sora Sakola
  • Tokoh

Majalahsora.com

  • Redaksi Majalahsora
  • Kebijakan Privasi / Privacy

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

No Result
View All Result
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In