majalahsora.com, Kota Bandung – Upaya meningkatkan kompetensi para guru, bidang kurikulum SMKN 3 Kota Bandung, mengadakan kegiatan In House Training atau IHT.
Diadakan selama lima hari, Senin tanggal 10 Juli sampai Jum’at, 14 Juli 2023, dari pukul 07.30 sampai pukul 16.00, di kampus SMKN 3 Kota Bandung, Jalan Solontongan No 10.
Diikuti oleh 103 guru ditambah tujuh guru P3K yang baru di tempatkan di SMKN 3 Kota Bandung.

Interaktif, Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Drs. Edi Purwanto, M.M
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Yulius Maulana, menjelaskan bahwa materi IHT tahun ini, pada hari pertama fokus mengenai kebijakan. Pematerinya pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat, seperti Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar Edi Purwanto serta Ai Nurhasan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII.
“Hari kedua besok, ada pemateri dari dosen dan praktisi pendidikan, yang konsen berbicara tentang pembelajaran diferensiasi, pembelajaran praktek dari praktisi sekaligus dosen dari UPI,” kata Dudu, sapaan akrabnya, Senin (10/7/2023).
Sedangkan pada hari ketiga dan keempat persiapan administrasi untuk pembelajaran.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, H. Ai Nurhasan, AP., M.Si., sedang memberikan materi
“Ditambah juga nanti ada penggunaan aplikasi-aplikasi yang digunakan secara internal di SMK Negeri 3 Bandung,” kata Dudu.
“Kalau di hari terakhir nanti pematerinya dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, BMTI, tentang kurikulum merdeka,” imbuhnya.
Ia pun menjelaskan perbedaan IHT kali ini dibandingkan IHT yang pernah dilaksanakan di SMKN 3, yakni dasar pelakasanaan IHT nya, berbasis kepada hasil dari rapor pendidikan.

103 guru SMKN 3 Kota Bandung, turut serta pada kegiatan IHT
“Karena sudah ditekankan bahwa proses perencanaan itu harus berbasis data, termasuk dimulai dari IHT yang sekarang. Kami benar-benar mengidentifikasi apa yang diberikan di rapor pendidikan, kami coba angkat menjadi bentuk-bentuk kegiatan yang menyelesaikan masalah-masalah,” kata Dudu.
Dudu pun berharap target dari IHT ini, yakni guru menjadi lebih paham tentang kebijakan pelaksanaan SMK di Dinas Pendidikan Jabar ataupun di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII untuk makronya.
“Untuk yang sifatnya ke penguatan pembelajaran, guru juga kembali mengalami penguatan tentang pembelajaran diferensiasi. Terus yang kedua tentang metode-metode pembelajaran yang lebih tepat lagi untuk praktek di SMK dan juga teori,” kata Dudu.
Sedangkan dari sisi output IHT ini, menghasilkan administrasi pembelajaran, modul P5 dan juga membantu guru-guru dalam menerapkan platform merdeka belajar untuk peningkatan kompetensi guru. [SR]***





