majalahsora.com, Jakarta – Mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS akhirnya dibebaskan dari tahanan Bareskrim Polri pada Minggu malam (11/5/2025) pukul 20.45 WIB, setelah mendapatkan penangguhan penahanan.
Pembebasan SSS dilakukan setelah proses pendampingan intensif yang melibatkan orangtua, tim kuasa hukum, kampus ITB, Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) ITB (Jakarta), alumni serta mahasiswa aktif ITB. SSS sebelumnya ditahan karena diduga membuat meme bergambar mirip Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto, yang sempat viral dan menuai kontroversi.
Dalam pernyataan melalui sambungan telepon kepada majalahsora.com, Sophia, ibu dari SSS, menyampaikan rasa haru dan syukurnya atas keputusan tersebut.
“Terima kasih untuk semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, sampai anak saya mendapatkan penangguhan penahanan. Insya Allah ke depan ada kabar baik yang lain,” ucapnya dengan suara bergetar.
Sophia berharap putrinya dapat segera kembali menjalani aktivitas perkuliahan seperti biasa. “Saya pun akan bicara dari hati ke hati, intinya saya senang banget,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan IOM ITB Jakarta, Capt. Budi Pramono, menjelaskan bahwa proses pembebasan SSS tidak terlepas dari dukungan luas berbagai pihak, termasuk dari lingkungan kampus.
“Kami dari IOM ITB Jakarta, selama hampir sepekan ini terus memberikan pendampingan kepada ananda (SSS), semenjak dijemput (6 Mei 2025) hingga hari ini. Kini ananda (SSS) sudah berada di Kantor Sekretariat IOM ITB Jakarta,” ujar Capt. Budi kepada majalahsora.com.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses ini. “Bahkan pihak Istana pun mendukung apa yang kami lakukan dalam mendampingi ananda SSS,” katanya.
Selain itu, kampus ITB turut memberikan dukungan resmi melalui surat pendampingan yang menjadi bagian penting dalam proses penangguhan penahanan.
“Meskipun sempat terlihat lelah, ananda SSS dalam kondisi sehat. Hari ini sedang makan sate, kondisinya segar,” imbuh Capt. Budi.
Ia menambahkan, malam ini SSS akan beristirahat penuh, pulang ke rumah. Besok (Senin 12 Mei 2025), keluarga bersama IOM ITB akan melakukan koordinasi lanjutan dengan tim pengacara serta pihak-pihak terkait.
Salah satu agendanya adalah menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrokhman, yang turut memberikan dukungan dan disebut mewakili Istana dalam hal ini Presiden Prabowo.
Berikut pihak yang hadir saat penangguhan penahan SSS di Bareskrim Polri, tim kuasa hukum terdiri dari Arip Wampasena, S.H., C.Md., Achmad Syarifudin, S.H.,.Doan Bachtiar, S.H., Ronlybert M Togatorop S.H., S.E., Khaerudin, S.H., serta Martini, S.H. Pengurus IOM ITB Jakarta, Capt Budi Pramono, Januar Prasidhi, Rike Permatasari dan Didi Setiadi. Juga kakak tingkat SSS di ITB, Arha Pramono (SBM) dan M Kemal Setiadi (FTMD). [SR]***





