majalahsora.com, Kota Bekasi – Acara lepas sambut Kepala SMKN 2 Kota Bekasi digelar pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini menjadi momen perpisahan bagi B. Agus Wimbadi, M.Pd., yang telah memimpin sekolah di Jalan Lapangan Bola, Butun, selama kurang lebih lima tahun.
Dalam masa kepemimpinannya, banyak raihan prestasi dicapai, menjadikan SMKN 2 Kota Bekasi kian dikenal sebagai sekolah vokasi berdaya saing, dan menyandang sekolah Pusat Keunggulan (PK).
Dalam sambutannya, Agus mengenang perjalanan panjang selama memimpin sekolah. Ia menggambarkan SMKN 2 Kota Bekasi sebagai “mutiara batu permata” meskipun ada di wilayah Bantar Gebang (daerah TPA sampah) namun mampu menghadirkan banyak harapan dan terwujud.
Ia menekankan kekompakan, persatuan, satu pandangan, serta pentingnya peran semua pihak dalam menjalankan tupoksi.
Kepala SMKN 2 Kota Bekasi periode 2020-2025, B. Agus Wimbadi, M.Pd., saat memberikan sambutan
“Saya nggak bisa apa-apa apabila tidak ada rekan-rekan Bapak/Ibu Guru, dan tenaga kependidikan yang membantu saya, terima kasih keikhlasan dan kerjasamanya,” ujarnya dengan nada haru.
Perpisahan dan Optimisme Kepemimpinan Baru
Agus juga mengenang perjalanan kariernya yang pernah bertugas di SMKN 5, SMKN 7, dan kini menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Cikarang Barat.
Ia optimis SMKN 2 Kota Bekasi akan maju lagi karena memiliki banyak potensi.
Cerita panjang yang sudah dilalui Agus bersama warga SMKN 2, menghadirkan banyak kenangan. “Saya merasa sedih, terenyuh, bagaimana pun juga itulah perjalanan,” katanya.
Kepala SMKN 2 Kota Bekasi yang baru menjabat Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., pernah menjadi Kepala SMKN 2 Kota Bekasi pada tahun 2015-2020
Rotasi ini memang sebuah keniscayaan, yang kerap terjadi pada penugasan kepala sekolah. Ia pun berpesan agar seluruh warga sekolah mendukung Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., penggantinya. Dengan segala potensi SMKN 2 Kota Bekasi,
“Kalau diibaratkan kini SMKN 2 Kota Bekasi sudah terbang tinggi, berada pada ketinggian 22.000 feet untuk penerbangan sipil, tinggal mau di bawa ke mana arahnya,” kata Agus.
Kemudian Agus menyebut bahwa guru dan tenaga kependidikan di SMKN 2 Kota Bekasi adalah orang-orang baik, yang akan menjaga keberlanjutan program dan prestasi.
Sejarah, Identitas, dan Harapan Baru untuk SMK BLUD
Dalam acara tersebut, Agus juga menyinggung sisi historis SMKN 2 Bekasi. Ruangan tempat kegiatan berlangsung pernah menjadi ajang launching logo Dinas Pendidikan Provinsi (Disdik) Jawa Barat (Jabar) “Terdidik Terbaik”. Dirinya memberikan nama Aula “Melati di Tapal Batas”, Lantai III, yang terinspirasi dari perjuangan rakyat Bekasi.
Berfoto bersama dengan Guru dan Tenaga Kependidin pria
Ia menautkan kisah itu dengan lagu Ismail Marzuki, “Melati di Tapal Batas”, serta sajak Chairil Anwar “Kerawang Bekasi”, sebagai pengingat bahwa perjuangan rakyat Bekasi sangat besar, dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Agus berharap warisan semangat itu terus mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
“Hanya 200 meter berbatasan dengan Cileungsi Kabupaten Bogor. Bunga melati harum walaupun dekat dengan tempat sampah. Bekasi pusat perjuangan,” tuturnya.
Agus juga menyinggung peluang besar SMKN 2 Kota Bekasi menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).
Berfoto bersama Pengawas dengan Guru dan Tenaga Kependidin perempuan
Ia menyebut, empat tahun menyandang sebagai SMK PK, dan kepan yakin di bawah kepemimpinan Agus Setiawan, SMKN 2 Kota. Bekasi, bisa menjadi sekolah Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD)
Pesan dan Harapan untuk Masa Depan
Dalam kesempatan ini, ia memaparkan berbagai program yang sudah berjalan seperti Teaching Factory, TET yang sudah berpenghasilan 11.000 dollar, serta Sekolah Pencetak Wirausaha yang disebut sebagai kunci kesejahteraan, dikuatkan melalui BLUD, agar memiliki payung hukum yang jelas.
Di akhir acara, Agus berharap Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMKN 4 Kota Bandung,dapat melanjutkan program-program yang sudah baik.
“Sebagai manusia biasa pasti ada salah kata dan sikap. Saya meminta maaf kepada guru, karyawan, mohon diikhlasan, doakan saya sehat, bisa menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya. [SR]***









