majalahsora.com, Kabupaten Indramayu – Kepala SMKN 1 Balongan, Kabupaten Indramayu yang baru, Leni Yuningsih, belum genap dua bulan menahkodai sekolah yang berada di Jalan Raya Sukaurip No 35.
Namun dalam waktu singkat tersebut, ia mengaku sudah memotret dan melihat langsung berbagai keunggulan yang dimiliki SMKN 1 Balongan, mulai dari sumber daya manusia, program unggulan, hingga peluang besar kerja sama industri di kawasan Kilang Pertamina Balongan.
Kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Leni menyampaikan pengamatannya saat ditemui pada Rabu (17/12/2025). Ia menilai pertumbuhan SMK Negeri 1 Balongan sangat pesat.
“Setahu saya karena memang ini termasuk sekolah kecil ya, sekarang muridnya sudah 1.300 lebih,” ujarnya.
Menurut Leni, SMKN 1 Balongan memiliki keunggulan, antara lain lokasinya yang strategis, berada di area Kilang Balongan Pertamina.
Kepala SMKN 1 Balongan, Kabupaten Indramayu, Hj. Leni Yuningsih, M.Pd., saat diwawancarai oleh Ahmad Mualif dari majalahsora.com, Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Rabu (17/12/2025)
Hal tersebut membuka peluang dukungan melalui program CSR yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan maupun sumber daya yang ada di SMKN 1 Balongan.
Ia juga menyoroti kekompakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Alhamdulillah selama ini kelihatannya kompak, saya sangat betah, sangat kompak sekali,” kata Leni yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, selama empat tahun.
Ia menambahkan, saat mulai bertugas, sekolah ini sedang melanjutkan program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) serta dana bantuan pemerintah untuk program Pembelajaran Mendalam.
“Saya tinggal melanjutkan saja, tinggal beberapa poin kegiatan yang belum terselesaikan, dengan harapan sesuai dengan program Menteri Pendidikan yang baru tentang pendekatan Pembelajaran Mendalam, itu lebih meningkatkan lagi kualitas guru-gurunya dalam mengajar,” jelas Leni.
SMKN 1 Balongan, Kabupaten Indramayu, salah satu SMK Pusat Keunggulan, SMK top di Jabar
Namun di balik berbagai keunggulan tersebut, Leni mengungkapkan persoalan serius terkait keterbatasan lahan sekolah.
Dirinya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Provinsi Jabar maupun Dinas Pendidikan.
“Kalau dilihat dari luas area, SMK Negeri 1 Balongan ini sangat kurang sebenarnya. Animo masyarakat cukup tinggi. Setiap PPDB/SPMB pasti kita menolak, sampai tiga rombongan belajar, seratus orang lebih tertolak,” ungkapnya.
Ia menyebut adanya peluang pembelian lahan di sebelah sekolah milik KUD Mina Sumitra seluas lebih dari 6.000 meter persegi.
“Katanya per meternya satu juta. Jadi mungkin pemerintah kalau punya uang enam miliar saja, SMK Balongan ini bisa luar biasa,” ucapnya.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMKN 1 Balongan, Muhamad Tajudin, S.Pd., saat memberikan keterangan
Leni juga menyinggung rencana hadirnya perusahaan megaproyek di Balongan yang diperkirakan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ia menilai SMK Negeri 1 Balongan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusianya.
“Insya Allah masyarakat di sini bisa banyak tertampung di SMK Balongan,” katanya.
Dari sisi inovasi, Leni memaparkan berbagai program unggulan sekolah, terutama pengelolaan lingkungan melalui dukungan CSR Pertamina. Sampah organik dari kantin dan daun-daunan diolah menjadi maggot atau belatung yang dimanfaatkan untuk pakan lele.
Selain itu, sampah plastik dihancurkan menggunakan mesin dan diolah menjadi paving block.
SMKN 1 Balongan, di bawah kepemimpinan Hj. Leni Yuningsih, M.Pd., berharap Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM), Dinas Pendidikan bisa mewujudkan perluasan lahan seluas 6.000 m²
“Kami juga sudah menghasilkan seperti itu,” tuturnya.
Ia menilai jurusan-jurusan di SMK Negeri 1 Balongan sangat diminati, di antaranya Teknik Komputer Jaringan, Desain Komunikasi Visual, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), hingga Teknik Mekanika. Khusus TITL, Leni mengapresiasi dedikasi guru-guru yang selalu siaga karena berkaitan langsung dengan keselamatan kerja.
Menurutnya, berbagai kreasi yang dihasilkan siswa menjadi bekal penting dalam bidang kewirausahaan.
“Anak itu bukan hanya bekerja, tetapi bisa secara mandiri menghasilkan suatu produk yang bisa menjadi nilai jual,” ujarnya.
Ke depan, Leni berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan di SMK Negeri 1 Balongan serta memperluas jejaring industri, termasuk dengan Pertamina.
Kiri ke kanan: Wakasek SDM H. Jumakir, S.E., Wakasek Kurikulum, Caswito, S.Pd., M.Si., Wakasek Kesiswaan Muhamad Tajudin, S.Pd., dan Wakasek Sarana Prasarana, H. Ali Muntaha, S.Pd., M.Si
Ia menyadari proses rekrutmen di Pertamina tidak mudah dan sangat bergantung pada kompetensi lulusan.
“Tentunya kita menyiapkan anak-anak dari segi kompetensinya,” kata Leni.
Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Gajah Mada sempat melakukan monitoring untuk melihat perkembangan pemanfaatan CSR Pertamina.
Harapannya, jika program berjalan baik, dukungan akan terus berlanjut. Selain itu, Leni menargetkan penguatan Teaching Factory (TeFa) di seluruh jurusan.
“Insya Allah tahun 2026 saya memprogramkan semua jurusan wajib memiliki TeFa, memiliki produksi-produksi, menuju badan layanan umum daerah (BLUD),” tutup Leni.
Suasana pekan olahraga antar kelas, di SMKN 1 Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (17/12/2025)
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Balongan, Muhamad Tajudin, S.Pd., turut memberikan tanggapan terkait kepemimpinan Leni Yuningsih yang menggantikan Drs. H. Rosidin, dirotasi sebagai Kepala SMKN 1 Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, sejak awal Leni memimpin, sudah terlihat peningkatan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
“Sejak Hj Leni awal memimpin, dari peningkatan kedisiplinan baik siswa maupun guru, Alhamdulillah ada peningkatan,” ujar Tajudin.
Ia menambahkan, Leni juga sangat mendukung seluruh kegiatan sekolah.
“Beliau mensupport semua kegiatan yang ada di SMK Negeri 1 Balongan ini. Alhamdulillah berjalan lancar,” katanya.
Keceriaan siswa-siswi SMKN 1 Balongan Indramayu, dalam kegiatan pekan olahraga antar kelas, paska penilaian sumatif akhir semester ganjil
Tajudin mengapresiasi kebijakan rotasi pimpinan sekolah yang dilakukan pemerintah.
Ia berharap ke depan kualitas pengajaran terus meningkat melalui pelatihan-pelatihan guru.
“Kami ingin ada pelatihan-pelatihan sehingga bisa menambah kualitas guru-guru yang ada di SMK Negeri 1 Balongan,” jelasnya.
Sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (SMK PK) sejak 2024, SMK Negeri 1 Balongan dituntut terus meningkatkan penguasaan teknologi dan kompetensi pendidik, dengan jumlah tenaga pendidik lebih dari 70 guru.
“Kami optimis dengan kehadiran Hj Leni. Dari awal sudah bergerak, sudah maju. Kami harapkan semua elemen mendukung kepemimpinan beliau karena langkah-langkahnya sudah bagus,” pungkas Tajudin. [SR]***












