majalahsora.com, Kota Bandung – Paguyuban Panglawangunan Sastra Sunda (PP-SS) mengadakan kegiatan Layang Pangajen ka Aam Amilia, sebuah agenda sastra yang menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan kiprah Aam Amilia dalam dunia sastra Sunda.
Kegiatan ini dilangsungkan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No 2, Kota Bandung, pada Minggu, 21 Desember 2025, bertepatan dengan hari jadi Aam Amilia ke-80 tahun. Dihadiri oleh akademisi, sastrawan, seniman, jurnalis serta pegiat literasi.
Acara tersebut menghadirkan rangkaian diskusi dan pertunjukan seni yang menyoroti kekayaan pemikiran serta pengaruh Aam Amilia.
Aam Amilia bersama suami, Abdullah Mustappa yang tahun ini berusia 80 tahun, pada kegiatan “Layang Pangajen ka Aam Amilia”
Layang Pangajen ka Aam Amilia menjadi ruang refleksi, apresiasi, sekaligus penguatan posisi sastra Sunda di tengah dinamika kesusastraan nasional.
Kegiatan ini diisi oleh Romantika Sastra dina karya-karya Aam Amilia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Chye Retty Isnendes, M.Hum, Guru Besar Sastra UPI. Dalam pemaparannya, ia mengulas Jagat Batin Tokoh Wanoja Sunda yang kerap muncul dalam karya-karya Aam Amilia. Menurutnya, kekuatan sastra Aam Amilia terletak pada kepekaan batin dan ketajaman membaca realitas sosial perempuan Sunda.
Selain itu, Dra. Ai Koraliati, M.Pd, Sastrawati, membahas Téknik Ngolah Drama Rumah Tangga Jadi Kakuatan Carita. Ia menegaskan secara tidak langsung bahwa pengalaman domestik dalam karya Aam Amilia diolah menjadi narasi yang hidup dan sarat makna.
Tafsir dramatik “Buron”, naskah/sutradara Rosyid E Abby
Sementara itu, Rosyid E Abby, Sutradara sekaligus Jurnalis, mengangkat tema Dédikasi Aam Amilia Ngaping Pangarang. Ia mengatakan, “Dedikasi Aam Amilia tidak hanya berhenti pada karya, tetapi juga pada upaya ngaping pangarang dan membangun ekosistem sastra Sunda.” Diskusi ini dimoderatori oleh Walid Muhammad Taufik, S.Pd.
Di samping itu ada tampilan tembang Sunda Cianjuran dari Ani Sukmawati, yang menambah nuansa tradisi dalam acara tersebut. Undangan juga disuguhi tafsir dramatik novel “Buron” yang disutradarai oleh Rosyid E Abby, dengan aktor Eka Candra W, Dadan Darto Ramdani, dan Laras Yoseph Iskandar. Unsur musik digarap oleh Farhan Menyon, sementara maca carpon karya Aam Amilia oleh Rinrin Candraresmi turut memperkaya rangkaian acara, ditutup dengan tampilan musisi ternama Ferry Curtis.
Melalui kegiatan Layang Pangajen ka Aam Amilia, PP-SS menegaskan komitmennya dalam merawat, mengembangkan, dan mengapresiasi sastra Sunda agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat. [SR]***







