majalahsora.com, Kota Bandung – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menjadi kampus pertama di Tanah Air yang memiliki Google AI Learning Center. Peresmian pusat pembelajaran kecerdasan artifisial tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Unikom Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., bersama Country Lead Google for Education Indonesia-Malaysia, Olivia Husli Basrin, di Kampus UNIKOM, Jalan Dipatiukur No. 112-116, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).
Peresmian tersebut menandai langkah strategis UNIKOM sebagai perguruan tinggi unggul di bidang digital dan ICT, sekaligus menjadi yang pertama berkolaborasi bersama Google untuk menghadirkan Google AI Learning Center di Indonesia.
Kehadiran Google AI Learning Center ini diharapkan tidak hanya bisa memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha, termasuk inkubasi UMKM.
Google AI Learning Center UNIKOM, pertama di Indonesia
Country Lead Google for Education Indonesia-Malaysia, Olivia Husli Basrin, menjelaskan AI Learning Center ini merupakan inovasi yang dijalankan oleh UNIKOM dan menjadi yang pertama dalam berkolaborasi bermitra bersama Google di Indonesia. Sebelumnya sudah hadir di Korea Selatan dan Singapura.
Ia juga mengapresiasi upaya UNIKOM yang dinilai visioner dalam mengembangkan pusat AI yang bukan hanya sebatas laboratorium komputer.
“Kalau terlihat sekilas mungkin hanya seperti komputer lab (laboratorium komputer), tapi sebenarnya lebih daripada itu. Fasilitas tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk lingkungan sekitar dalam menyelesaikan masalah-masalah sekitar maupun juga inkubasi UMKM, pengembangannya dan bagaimana AI itu bisa dimanfaatkan untuk lingkungan sekitar,” ujarnya.
Wakil Rektor Sistem Informasi dan International Program, Prof. Zainal A Hasibuan, Ph.D
Olivia menegaskan, kehadiran Google AI Learning Center ini sejalan dengan prinsip tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam memberikan dampak dan kontribusi kepada masyarakat.
Ia berharap Google AI Learning Center ini mampu menghasilkan produk, prototipe, serta riset yang dibutuhkan masyarakat di sekitar UNIKOM.
Menurutnya, inisiatif ini sepenuhnya dijalankan oleh UNIKOM, sementara Google berperan mendukung dari sisi infrastruktur, penyediaan fasilitas akun, pelatihan, modul, serta peningkatan kompetensi digital skills.
Pemanfaatan AI akan dioptimalkan oleh UNIKOM
“Semua ini dijalankan purely oleh UNIKOM. Jadi sungguh luar biasa dari rektorat maupun juga dari para tim dosen yang terlibat sehingga mewujudkan AI Lab yang bahkan lebih daripada ekspektasi kami,” kata Olivia, kepada awak media, termasuk perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar.
Ke depan, Google membuka peluang kolaborasi lebih luas, mulai dari riset, pengembangan keterampilan, hingga soft skills development sesuai kebutuhan laboratorium yang dikembangkan UNIKOM.
Sementara itu, Rektor UNIKOM Prof. Eddy menegaskan latar belakang pendirian Google AI Learning Center di kampus yang dipimpinnya tidak terlepas dari karakter UNIKOM sebagai perguruan tinggi berbasis digital dan ICT.
Koordinator Tim Eduplus, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D
“Dari namanya saja Universitas Komputer, maka semua teknologi terbaru harus ada di UNIKOM,” tegasnya.
Ia menyebut teknologi AI yang kini semakin marak penggunaannya harus direspons dengan menjadikan UNIKOM sebagai leading university dalam menghadirkan program dan teknologi terbaru bagi seluruh civitas academica.
Tidak hanya untuk internal kampus, teknologi ini juga kata Prof. Eddy akan ditularkan kepada anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Provinsi Jawa Barat hingga APTISI Pusat.
Salah satu mahasiswa UNIKOM saat mencoba fasilitas Google AI Learning Cemter. Kehadiran pusat kecerdasan buatan ini menegaskan komitmen UNIKOM dalam mengembangkan inovasi teknologi berbasis Artificial Intelligence di tingkat global
Lanjutnya ke depan, pihaknya akan menularkan teklonogi tersebut ke seluruh kampus swasta di Indonesia yang berjumlah lebih kurang 4.500 perguruan tinggi.
Rektor menargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan fokus utama adalah sertifikasi AI. Program akan dimulai dari unsur pimpinan, seperti wakil rektor, dekan, direktur dan kaprodi, kemudian menyasar seluruh mahasiswa sebelum diperluas ke perguruan tinggi lain di Jawa Barat dan se-Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Sistem Informasi dan International Program, Prof. Zainal A Hasibuan, Ph.D menambahkan bahwa selain target sertifikasi, program ini juga sejalan dengan program pemerintah agar kampus berdampak langsung kepada masyarakat, organisasi, dan lingkungan sekitar.
Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki AI Center
Ia menilai AI merupakan alat yang sangat membantu dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta berbagai kegiatan lintas sektor, khususnya pada rumpun ilmu yang ada di UNIKOM dan perguruan tinggi lainnya.
Pemanfaatan AI, lanjutnya, akan diintegrasikan ke dalam kurikulum dan proses perkuliahan. Selain memperkaya materi, pendekatan ini juga akan dikaitkan dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar,
“Kami akan memberikan lebih banyak solusi daripada memberikan masalah,” tegas Prof. Ucok, sapaan akrabnya.
Pemanfaatan AI, akan diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum dan proses perkuliahan, sehingga tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga bagian integral dari metode pembelajaran, pengembangan kompetensi, serta peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan
Sementara itu, Koordinator Tim Eduplus, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Google, termasuk terkait target sertifikasi yang menjadi prioritas Rektor UNIKOM. Setelah sertifikasi, penguatan kurikulum akan menjadi tahap berikutnya.
Ia juga menyebut rencana pembahasan Google Career Launchpad yang akan menyertai lulusan UNIKOM dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Menurutnya, kehadiran kompetensi AI dalam SKPI akan menjadi nilai tambah signifikan bagi lulusan.
“Sekarang ada surat keterangan pendamping ijazah. Di sana portofolio mahasiswa akan dilihat dengan jeli oleh para penerima kerja. Tentunya itu akan jadi hal positif ketika AI menjadi salah satu kompetensi yang hadir di SKPI,” jelasnya.
Berfoto bersama pada kegiatan Grand Opening & Inauguration AI Learning Center UNIKOM
Menanggapi anggapan bahwa AI merupakan ancaman karena menggantikan pekerjaan, Adam menilai pandangan tersebut keliru. AI justru akan memunculkan lapangan pekerjaan baru. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana melihat peluang di dunia kerja baru yang tercipta.
Masih dari keterengannya kolaborasi UNIKOM dan Google, bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga penguatan kurikulum dan ekosistem pembelajaran.
Dukungan tersebut diharapkan mampu menempatkan UNIKOM sebagai pelopor pengembangan AI di perguruan tinggi Indonesia sekaligus mencetak lulusan berdaya saing global. [SR]***













