majalahsora.com, Kabupaten Garut – Baru sekitar dua bulan efektif memimpin, Asep Taryudin, S.Pd., M.Pd., langsung menancapkan arah besar bagi SMK Negeri 11 Garut. Kepala sekolah yang sebelumnya menjabat Kepala SMK PU Negeri Bandung ini menjadi bagian dari 641 kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri di Jawa Barat yang dirotasi dan dipromosikan, dilantik langsung oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 29 Oktober 2025 lalu.
Sejak awal bertugas, Asep melihat SMKN 11 Garut memiliki potensi luar biasa yang siap dikembangkan. Ia menyebut, sebelum dirinya datang pun sekolah ini sudah mencatat prestasi membanggakan, salah satunya juara umum dalam ajang “SMK Video Competition” Top 5 series 1-3 Daya Adicipta Motora Honda, usai bersaing dengan 135 SMK top di Jawa Barat.
“Itu menunjukkan potensi yang sangat luar biasa,” ujar Asep kepada majalahsora.com, perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, di ruang kerjanya, Jalan Purwabakti No 24, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Selasa (13/1/2026).
Menurut Asep, kekuatan lain SMKN 11 Garut terletak pada sumber daya manusianya. Mayoritas guru masih muda, kompak, aktif, kreatif, inovatif, dan memiliki semangat bergerak ke arah perubahan yang tinggi.
Hal ini menjadi modal dasar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya para siswa.
Kepala SMKN 11 Garut, Asep Taryudin, S.Pd., M.Pd., siap membawa perubahan signifikan
“Yang pertama kami fokuskan adalah peningkatan kualitas layanan. Layanan kepada masyarakat, terutama kepada murid-murid SMK Negeri 11 Garut,” katanya.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan SDM dan infrastruktur. Dari sisi SDM, langkah awal yang dilakukan adalah menyamakan visi dan misi sekolah.
Asep menjelaskan, visi SMKN 11 Garut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mandiri, kreatif, terampil, dan berkarakter Pancawaluya. Karakter tersebut mengintegrasikan penguatan soft skills dan hard skills.
“Kami ingin lulusan punya kompetensi, sekaligus karakter cageur, bageur, bener, pinter, tur singer,” ucapnya.
Penguatan hard skills dilakukan melalui peningkatan kompetensi, di antaranya dengan menghadirkan guru tamu dari industri, program upskilling dan reskilling guru, serta In House Training (IHT).
Pembentukan karakter siswa, mendukung program Pancawaluya Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi
Sementara soft skills dan pendidikan karakter diwujudkan dalam aktivitas keseharian sekolah, seperti sapa pagi, poe ibu (sapoe sarebu), olahraga rutin, ngaji bersama, serta sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah.
Selain itu, SMKN 11 Garut juga menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat, mulai dari tidur cepat, bangun cepat, hingga pembiasaan disiplin di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, semua bisa dilaksanakan dan itu menjadi salah satu keunggulan kami,” ungkap Asep.
Menariknya, dalam menyusun program, pihak sekolah tidak hanya berangkat dari kekurangan. Asep menyebut pihaknya menggunakan pendekatan analisis berbasis kekuatan.
“Kalau biasanya analisis melihat kekurangan dan tantangan, kami justru melihat apa yang menjadi kekuatan. Kekuatan-kekuatan itulah yang kami jadikan modal dasar,” jelasnya.
Sholat Zuhur dan Ashar berjamaah Guru dan siswa SMKN 11 Garut, dilakukan setiap hari masuk sekolah
Ke depan, Asep menegaskan akan mengoptimalkan Teaching Factory mulai tahun 2026. Saat ini SMKN 11 Garut telah bekerja sama dengan AHASS untuk menghadirkan industri ke dalam sekolah.
“Fasilitas kita cukup. Teaching Factory ini penting untuk meningkatkan kualitas lulusan,” katanya.
Selain Teaching Factory, budaya kerja juga diperketat. Mulai dari cara masuk sekolah, duduk, hingga berbicara, semuanya diatur untuk melatih ketertiban dan kepatuhan. Sistem satu arah saat masuk ke lingkungan sekolah diterapkan untuk melatih disiplin, sekaligus membiasakan siswa berjalan kaki mengelilingi area sekolah.
“Ini bukan sekadar soal lalu lintas, tapi melatih taat aturan, peduli lingkungan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan,” tutur Asep.
Ia juga menambahkan, setiap pukul 10.00 WIB seluruh aktivitas dihentikan sejenak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seluruh warga sekolah wajib berdiri dengan sikap sempurna.
Siswa SMKN 11 Garut, sudah merasakan manfaat program Presiden Prabowo, Makan Bergizi Gratis
“Ini untuk melatih ketertiban, kepatuhan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, SMKN 11 Garut juga berencana menggelar edu fair dan job fair, rencananya pasca-Lebaran. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan.
“SMK itu orientasinya jelas, bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan pendidikan,” kata Asep.
Dari sisi kemitraan, Asep menyampaikan rencana penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Telkom untuk jurusan TKJ dan OTKP, serta dengan Honda untuk jurusan TBSM. Bentuk kerja sama meliputi PKL, guru tamu, penguatan Teaching Factory, hingga penyerapan tenaga kerja melalui skema link and match dengan dunia usaha dan dunia industri.
Tak hanya itu, Asep berharap pada 2026 SMKN 11 Garut bisa mendapatkan program revitalisasi sebagai penunjang peningkatan layanan pendidikan. Saat ini jumlah siswa masih sekitar 352 orang, dan ditargetkan meningkat menjadi 500 siswa.
SMKN 11 Garut, akan semakin dipercaya masyarakat meningkatkan APK warga yang melanjutkan pendidikan menengah
Strategi untuk mencapai target tersebut adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan dan mutu lulusan.
“Outcome SMK harus jelas. Lulusannya harus unggul, terserap dunia kerja, ada yang berwirausaha, ada yang melanjutkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, arah pengembangan sekolah ke depan adalah menciptakan lulusan berbasis budaya kerja industri.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang unggul, berkualitas, kompeten, mandiri, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” pungkas Asep.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, SMK Negeri 11 Garut di bawah kepemimpinan Asep Taryudin diharapkan terus melompat maju dan menjadi pilihan utama masyarakat Garut, khususnya di daerah Cisewu dan sekitarnya. [SR]***










