• SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora.
  • Serba Serbi
  • Jalan-Jalan
  • Video
  • Persib
  • Sobat Sora
  • Mojang Jajaka Sora
  • Hot
  • Kuliner
  • Heuheuy Deudeuh
Majalah Sora
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora
No Result
View All Result
Home Sora Sakola

Keberanian ISBI Bandung Merevitalisasi Pertunjukan Wayang Wong Priangan Dalam Bentuk Film, Dipuji Banyak Pihak

"Jabang Tutuka Birth of Blezing Knight"

majalah by majalah
25/05/2022 8:15 AM
in new
0 0
0
Keberanian ISBI Bandung Merevitalisasi Pertunjukan Wayang Wong Priangan Dalam Bentuk Film, Dipuji Banyak Pihak

Benny Bachtiar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., Rektor ISBI Bandung dan Bucky Wikagoe, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar

399
SHARES
2.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

majalahsora.com, Kota Bandung –  Banyak pihak memuji keberanian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, merevitalisasi pertunjukan Wayang Wong Priangan ke dalam media sinematografi.

“Jabang Tutuka Birth of The Blezing Knight” yang menceritakan asal usul Gatotkaca, diangkat menjadi judul filmnya.

Pemerannya mahasiswa jurusan Seni Tari ISBI Bandung.

Mereka berhasil memerankan tokoh-tokoh yang ada, seperti Gatotkaca, Bima, Arimbi, Dewa Batara Narada dan lainnya. Dengan dialog berbahasa Sunda.

Pemutaran filmnya berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, ISBI Bandung, pada Selasa (24/5/2022) malam.

FX Widaryanto, tokoh tari, memberikan apresiasi, terhadap cerita sinematografi Wayang Wong Priangan “Jabang Tutuka” 

Benny Bachtiar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata (Kadisbudpar) Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang menonton langsung mengatakan, bahwa dirinya baru tahu asal usul Gatotkaca, dari film “Jabang Tutuka”.

“Ada sesuatu hal menarik, saya sendiri sebelumnya tidak tahu Jabang Tutuka merupakan cikal bakal Gatotkaca,” kata Benny, di Gedung Sunan Ambu, ISBI Bandung.

Film “Jabang Tutuka” juga kata Benny, perlu disosialisasikan atau disebarluaskan kepada anak-anak sekolah, supaya mereka mengetahui asal usul Gatotkaca.

“Bisa disosialisasikan lagi kepada anak-anak, akan jauh lebih baik lagi. Hari ini sebetulnya anak-anak kita paska ’98 sudah mulai kehilangan jati diri. Mudah-mudahan dengan sinematografi seperti ini membuka kembali wawasan budayanya,” ungkap Benny.

Lanjutnya, ketika generasi muda sudah mengenal budayanya sendiri, maka akan tumbuh kembali kecintaan terhadap budaya daerah (Sunda).

Salah satu adegan film Jabang Tutuka 

Dari kacamata Benny film “Jabang Tutuka” merupakan sebuah kreativitas yang luar biasa, terlebih diproduksi hanya dalam waktu tiga bulan.

“Terlepas dari kekurangannya, tidak menjadi masalah. Pak Gubernur (Ridwan Kamil) selalu menyampaikan lebih baik memutuskan salah dan diperbaiki, daripada sama sekali tidak melakukan apa-apa,” kata Benny.

“Apa yang dilakukan oleh ISBI berkolaborasi dengan berbagai stakeholder yang ada, saya mengapresiasi, kasih jempol,” imbuhnya.

Benny berharap Wayang Wong Priangan di Jabar bisa hidup lagi, sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang diangkat kembali, karena seni budaya di Jabar tidak kalah dengan Bali. Bisa menjadi destinasi wisata, bagian dari promosi atau perputaran ekonomi, masuk ke dalam 17 industri kreatif yang digadang-gadang oleh pemerintah pusat.

Dalam kesempatan yang sama Bucky Wikagoe, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, memaparkan, bahwa dirinya menangkap kata kunci revitalisasi produk warisan budaya Wayang Wong Priangan.

Prof. Dr. Endang Caturwati, S.ST., M.S., Guru Besar ISBI Bandung, sebagai tim riset (kedua dari kanan)

Alur cerita “Jabang Tutuka” saat masuk ke dalam kawah candradimuka yang bertransformasi menjadi Gatotkaca dengan segala kesaktiannya, kata Bucky diumpamakan seperti ISBI Bandung.

“Dan saya selalu berharap ISBI Bandung sesungguhnya merupakan kawah candradimuka yang menjadi penjaga gawang nilai-nilai tradisi yang adaptif terhadap perkembangan jaman,” kata Bucky.

Masih dalam kesempatan yang sama FX Widaryanto, penari, tokoh tari, pengamat tari, pengajar di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung (kini ISBI Bandung), dan Dosen Luar Biasa di Lembaga Pengembangan Humaniora Universitas Katolik Parahyangan Bandung, mengatakan bahwa film “Jabang Tutuka” sangat menarik.

“Ini satu strategi, dari keberdayaan kearifan lokal, menjadi meng-Indonesia. Tapi juga memiliki kekuatan di dalam mewujudkan imajinasi yang tidak mungkin menjadi mungkin secara sinematografis,” kata Widaryanto.

“Ini sangat luar biasa terutama kaitannya dengan nalar seorang jabang bayi melawan raksasa, seseorang yang tubuhnya lebih besar, sesuatu yang tidak mungkin. Ini perwujudan imajinasi yang nampak sangat kuat,” imbuhya.

Muhammad Mughni Munggaran, produser film Jabang Tutuka 

Masih kata Widaryanto dunia imajinasi yang tidak mungkin, dalam film “Jabang Tutuka” menjadi mungkin dan sudah menyatu.

“Yang penting sudah ada kolaborasi, tidak ada ego mainstream seni tari, seni teater. Ada keluluhan dari kolaborasi sehingga itu menjadi ciri yang harus dimunculkan dalam dunia digital,” kata Widaryanto.

“Kalau penari hanya membuat koreografi kemudian dibuat film, itu menjadi dokumentasi saja. Tapi ini merupakan ekspresi dari seniman, merupakan bagian dari pengecilan ego dari seniman yang ada. Dulu sering kali tidak mungkin ini menjadi mungkin,” imbuhnya.

Hal tersebut kata Widaryanto merupakan sebuah perwujudan baru dari esensi tradisi yang sudah ada.

“Yang menarik lagi potensi Wayang Wong di Sunda ada di Garut, Sumedang, Bandung, bisa menjadi bagian yang digarap keberdayaan masing-masing, banyak alumni STSI atau ISBI untuk menggerakkan masyarakat untuk berkreasi,” ungkap Widaryanto.

Masyarakat berbondong bondong menyaksikan film Jabang Tutuka 

Karena menurutnya masyarakat merasakan konteks wayang yang sudah mulai hilang, apalagi selama pandemi. Oleh sebab itu Wayang Wong Priangan yang dibuat diharapkan bisa menjadi bagian kebanggaan, karena digerakkan dan peran mereka menjadi penting.

Sedangkan Prof Een Herdiani, Rektor ISBI Bandung, menjelaskan bahwa latar belakang diproduksinya film “Jabang Tutuka” untuk menghidupkan kembali Wayang Wong Priangan.

“Ketika membuat karya yang terpikir adalah bagaimana Wayang Wong di Priangan yang sudah tidak hidup di masyarakat luas bisa hidup lagi. Selama ini paling (pertunjukannya) di kampus ISBI atau di perguruan tinggi, itu juga tidak rutin hanya sekali-kali,” kata Prof Een.

“Sekarang kami ingin memperkenalkan kembali kepada kaum milenial dalam bentuk seperti ini (sinematografi). Harapan ke depan kita ingin, Wayang Wong menjadi pertunjukan rutin di ISBI bandung supaya hidup lagi. Tadi harapan Pak Kadis, bahwa kita perlu sosialisasi. Insya Allah kita bisa sampaikan ke sekolah atau kita undang murid untuk menonton pertunjukan ini,” tandasnya. [SR]***

Tags: #ISBI Bandung#Jabang Tutuka#Prof Een Rektor ISBI Bandung#Program Revitalisasi Wayang Wong Priangan#Wayang Wong Priangan
majalah

majalah

Related Posts

Kawasan Industri Losarang SMKN 1 Losarang
Sora Sakola

Arif Targetkan Rangkul 100 Perusahaan di Kawasan Industri Losarang Indramayu: SMKN 1 Losarang Siap Serap Lulusan, Perlu Dukungan Disdik, Bupati, dan KDM

by majalah
05/12/2025 8:14 AM
IOM ITB FSRD 2025
Sora Sakola

Ubun Terpilih secara Demokratis, Pimpin IOM FSRD ITB 2025 Siapkan Program Strategis untuk Mahasiswa Lulus Tepat Waktu

by majalah
02/12/2025 6:40 PM
Cak Imin Menko PM SMK Go Jabar
Sora Sakola

Cak Imin Menko PM Luncurkan “SMK Go Global 2025”: Target Satu Juta Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Internasional

by majalah
01/12/2025 8:08 PM
SMK Manangga Pratama Tasikmalaya SMK Berkualitas di Tasik
Sora Sakola

Sekolah Berkualitas: SMK Manangga Pratama Tasikmalaya Perkuat Kerja Sama dengan Astra Honda Motor, Tingkatkan Mutu Kompetensi Siswa

by majalah
30/11/2025 8:30 PM
Ekuitas University Bandung
Sora Sakola

Ekuitas University Lantik 496 Wisudawan, Lulusannya Unggul dan Berwawasan Global Siap Berkontribusi di Era Transformasi

by majalah
30/11/2025 7:23 PM
No Result
View All Result

Kategori Berita

Arsip Berita

Berita Terbaru

  • Arif Targetkan Rangkul 100 Perusahaan di Kawasan Industri Losarang Indramayu: SMKN 1 Losarang Siap Serap Lulusan, Perlu Dukungan Disdik, Bupati, dan KDM
  • Ubun Terpilih secara Demokratis, Pimpin IOM FSRD ITB 2025 Siapkan Program Strategis untuk Mahasiswa Lulus Tepat Waktu
  • Cak Imin Menko PM Luncurkan “SMK Go Global 2025”: Target Satu Juta Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Internasional
  • Sekolah Berkualitas: SMK Manangga Pratama Tasikmalaya Perkuat Kerja Sama dengan Astra Honda Motor, Tingkatkan Mutu Kompetensi Siswa
  • Ekuitas University Lantik 496 Wisudawan, Lulusannya Unggul dan Berwawasan Global Siap Berkontribusi di Era Transformasi
Facebook Twitter Youtube Instagram

Kategori Berita

  • CARPON & SAJAK
  • Ekskul
  • Heuheuy Deudeuh
  • Hot
  • Jalan-Jalan
  • Kuliner
  • Mojang Jajaka Sora
  • new
  • Pemerintahan
  • Persib
  • Promoted
  • Serba Serbi
  • Sobat Sora
  • Sora Sakola
  • Tokoh

Majalahsora.com

  • Redaksi Majalahsora
  • Kebijakan Privasi / Privacy

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

No Result
View All Result
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In