majalahsora.com, Kota Bandung – Pembagian rapor SMAN 19 Bandung tahun 2025 berlangsung berbeda dari biasanya. Sekolah menekankan keterlibatan para ayah dalam pengambilan rapor sebagai upaya memperkuat kedekatan emosional antara orangtua dan anak.
Kebijakan ini sejalan dengan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) yang dicanangkan pemerintah dan mulai diterapkan secara nyata di lingkungan pendidikan.
Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), SMAN 19 Bandung menjadi salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan kebijakan tersebut.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi yang mendorong keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak.
Kepala SMAN 19 Kota Bandung, yang baru menjabat hampir dua bulan, Rita Asmara Mukti, S.Pd., M.Pd.,mendukung program GEMAR
Pada Selasa, 23 Desember 2025, SMAN 19 Bandung melaksanakan pembagian rapor bagi siswa kelas X, XI, hingga XII. Kegiatan tersebut dibagi ke dalam dua sesi dan dilaksanakan di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda/Dagopojok No 38, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat SMAN 19 Bandung, Adi Darma Indra, M.Pd., menyampaikan bahwa pengambilan rapor kali ini digalakkan melalui program Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Menurutnya, sekolah secara aktif melakukan sosialisasi kepada orangtua siswa.
“Untuk kegiatan pengambilan rapor, digalakan program Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Kami menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur dalam melakukan sosialisasi terhadap bapak ibu orangtua siswa melalui wali kelas, untuk mengarahkan para ayah agar bisa melakukan pengambilan rapornya,” ungkap Adi saat ditemui di ruang kerjanya.
Adi menjelaskan, sosialisasi dilakukan melalui poster, pamflet, serta flyer digital. Selain itu, wali kelas juga memberikan penekanan melalui grup WhatsApp orang tua siswa agar pengambilan rapor diprioritaskan oleh ayah.
GEMAR di SMAN 19 Kota Bandung, Selasa 23 Desember 2025
Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendekatkan ayah dengan anak secara psikologis. Dengan hadir langsung di sekolah, ayah diharapkan dapat terlibat dalam pemantauan perkembangan anak, baik dari aspek kognisi maupun sikap dan karakter.
Dengan demikian, tidak hanya ibu saja dari pihak orangtua yang mengetahui perkembangan anak secara intens di sekolah.
Melalui program ini, pihak sekolah berharap kedua orang tua dapat memahami potensi serta perkembangan anaknya secara menyeluruh.
“Sifatnya wajib ayahnya yang datang. Namun kita juga menyesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu. Misalnya, ada yang ayahnya bekerja di luar kota yang tidak memungkinkan secara waktu untuk ke sekolah, atau ada juga yang ayahnya memang sudah tiada. Jadi masih bisa diwakilkan oleh ibunya atau wali yang bersangkutan,” ujar Adi.
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Adi Darma Indra, M.Pd., sosialisasi program GEMAR, dipublikaaikan di mesia sosial sekolah dan lainnya
Secara situasi di lapangan, jumlah ayah dan ibu yang hadir pada sesi pertama pengambilan rapor terlihat hampir seimbang.
Adi juga mengakui bahwa respons para ayah cukup positif dan antusias. Banyak dari mereka ingin mengetahui perkembangan anaknya secara langsung dari wali kelas, bukan hanya melalui informasi dari ibu di rumah.
Para ayah dapat mendengarkan langsung laporan wali kelas terkait perkembangan akademik anak, kendala dalam proses pembelajaran, hingga aspek sikap dan perilaku.
Lebih jauh, program ini membuka ruang diskusi antara ayah dan wali kelas guna meningkatkan kepedulian serta keterlibatan orangtua dalam membimbing anak di sekolah.
Suasana pengambilan rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026
“Alhamdulillah berjalan lancar. Sesi satu untuk kelas XI dan XII dari pagi hingga pukul 10.00 WIB. Setelahnya dilanjutkan untuk kelas X di pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai,” kata Adi.
Sementara itu, salah satu orangtua siswa, Maichel Maryen, yang merupakan ayah dari Arnold dan Alberto, turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan program tersebut. Arnold dan Alberto merupakan siswa kembar yang saat ini duduk di kelas XI, masing-masing di jurusan IPS dan IPA.
“Anak saya kembar, yang satu kelas IPS dan satu lagi IPA. Dua-duanya masih kelas XI. Tanggapan saya guru-gurunya memperlihatkan antusias yang benar kepada kami para orangtua. Terima kasih kepada para guru. Khususnya saya, diterima dengan baik dan memberikan pengarahan yang jelas,” ujar Maichel.
Menurut Maichel, wali kelas anak-anaknya memberikan arahan agar Arnold dan Alberto lebih fokus dan giat dalam menentukan langkah setelah lulus sekolah, baik melanjutkan ke dunia kerja maupun memilih jurusan di jenjang perguruan tinggi. Keduanya juga disarankan untuk mengikuti bimbingan belajar yang tersedia, baik dari sekolah maupun di luar sekolah.
Maichel Maryen, salah satu orangtua siswa, program Gerakan Ayah Mengambil Rapor bisa mendengar langsung perkembangan anak dari wali kelas
Maichel menilai kehadirannya dalam pengambilan rapor tidak mengganggu aktivitas pekerjaannya sebagai orang tua.
“Tentu tidak mengganggu jam kerja. Karena kita orang tua wajib untuk memprioritaskan anak-anak kita. Termasuk dalam pengambilan rapor. Saya berharap untuk anak-anak, baik anak saya maupun yang ada di luar sana, agar terus belajar dengan baik. Sehat selalu,” katanya.
Ia pun berharap SMAN 19 Bandung terus mengalami kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik.
“Untuk sekolah, saya berharap SMAN 19 Bandung bisa terus maju dan berkembang. Pokoknya lebih keren,” kata Maichel menambahkan. [SR]***










