• SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora.
  • Serba Serbi
  • Jalan-Jalan
  • Video
  • Persib
  • Sobat Sora
  • Mojang Jajaka Sora
  • Hot
  • Kuliner
  • Heuheuy Deudeuh
Majalah Sora
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora
No Result
View All Result
Home Sora Sakola

Garin Nugroho Dewan Penyantun Tegaskan Peran Sentral KDM Gubernur Jabar untuk Perkuat ISBI Bandung sebagai Agen Pemajuan Kebudayaan

majalah by majalah
07/01/2026 10:10 PM
in new
0 0
0
ISBI Bandung Dewan Penyantun

Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S. Sen., M.Hum., bersama jajarannya saat melakukan silaturahmi dengan Dewan Penyantun ISBI Bandung

340
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

majalahsora.com, Kota Bandung – Mengawali tahun 2026, Jajaran Pimpinan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar silaturahmi dengan Dewan Penyantun yang terdiri dari Aat Soeratin selaku Wakil Tokoh Masyarakat, Garin Nugroho Riyanto, S.Sn., M.H., Wakil Pakar Seni Budaya, Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi, Wakil Pakar Pendidikan, serta Ipong Witono, Wakil Pakar Dunia Usaha, di Ruang Rapat Rektor ISBI Bandung, Rabu (7/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menegaskan posisi ISBI Bandung sebagai institusi kebudayaan yang tidak hanya berperan di Jawa Barat, tetapi juga dalam pemajuan kebudayaan nasional dan bahkan dunia.

Kepada awak media Garin Nugroho Riyanto dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat Aat Soeratin menyampaikan pandangan visioner terkait arah penguatan kebudayaan melalui peran ISBI Bandung.

Keduanya sepakat bahwa momentum saat ini adalah waktu yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk menjadikan kebudayaan sebagai panglima pembangunan, dengan ISBI Bandung sebagai salah satu pusat penggeraknya.

Dalam kesempatan itu, Garin Nugroho, sutradara kawakan tanah air menegaskan bahwa ISBI Bandung memiliki potensi besar sebagai agen pemajuan kebudayaan.

Ia menilai dukungan politik, ekonomi, serta pembangunan ekosistem kebudayaan yang kuat sangat dibutuhkan agar ISBI mampu menghidupkan pusat-pusat kebudayaan hingga tingkat kampung di Jawa Barat, sekaligus mendorong kebudayaan Indonesia di level nasional bahkan dunia.

Lanjutnya sudah menjadi rahasia umum bahwa  Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat sangat dekat dengan kebudayaan, khususnya Sunda. Ia menilai potensi ISBI Bandung amat strategis untuk dikelola sebagai agen pemajuan budaya.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bandung – Garin Nugroho Riyanto, S.Sn., M.H., Wakil Pakar Seni Budaya, Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi, Wakil Pakar Pendidikan, hadir langsung di kegiatan silaturahmi 

“KDM itu harus menjadikan dan mengelola ISBI sebagai agen kebudayaan, menghidupkan wilayah tingkat RT, kampung-kampung di Jawa Barat sebagai sumber pemajuan kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ruang kebudayaan adalah ruang berkumpul masyarakat, karena di dalamnya ada pertunjukan, edukasi, nilai, dan kekaryaan.

Garin Nugroho pun menegaskan bahwa saat ini momentum tepat bagi ISBI Bandung untuk memperkuat pusat-pusat kebudayaan mikro di Jawa Barat sehingga berdampak pada kemajuan kebudayaan Nusantara.

Ia menyebut bahwa mahasiswa dan lulusan ISBI dapat berperan menjadi mentor di berbagai wilayah. Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem ruang publik budaya, seperti sekolah seni dan panggung pertunjukan, yang menjadi ciri kota berperadaban.

Masih dari keterangannya, Jawa Barat memiliki wilayah yang luas, kekayaan budaya, serta sumber daya manusia komunal yang kuat.

Ia mencontohkan kekuatan kolektivitas masyarakat Jawa Barat yang terlihat pada kesetiaan Bobotoh suporter sepakbola Persib Bandung, hingga munculnya karya budaya modern seperti Voice of Baceprot dan grup musik bernuansa Sunda Lair Musik dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka yang mampu menembus dunia internasional.

Musik Sunda, menurutnya, memiliki daya tarik eksotis dan sensualitas artistik yang mudah dinikmati.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bandung – Aat Soeratin selaku Wakil Tokoh Masyarakat dan Ipong Witono, Wakil Pakar Dunia Usaha

Menanggapi paparan kinerja pimpinan ISBI Bandung, Garin Nugroho menyebut strategi dan visi kampus sudah jelas. Yang kini paling dibutuhkan adalah dukungan politik dan ekonomi untuk mengeksekusi langkah besar tersebut.

“Yang diperlukan sekarang adalah dukungan politik agar terobosan-terobosan dapat berjalan dan melengkapi kerja yang sudah dilakukan,” katanya.

Ia juga menilai Indonesia, khususnya Jawa Barat, memiliki kekuatan budaya musik dan tari hingga tingkat kampung sebagai ekspresi peradaban.

Sebagai kampus seni, ISBI Bandung disebut memiliki sumber daya manusia dan geografis yang kaya untuk melestarikan serta mengembangkan kebudayaan hingga level nasional dan internasional.

Garin Nugroho menegaskan bahwa dukungan politik, fasilitas kampus baru, dan ruang tumbuh bagi generasi muda menjadi faktor kunci. Kampus seni, menurutnya, bukan hanya institusi pendidikan, tetapi simbol peradaban suatu kota dan wilayah budaya.

Sebagai Dewan Penyantun, Garin menyatakan kesiapan mendorong terobosan ISBI Bandung di tengah masa transisi pembiayaan dan tantangan era baru.

Dewan Penyantun akan berupaya mendukung langkah-langkah strategis agar dapat memperoleh sokongan pemerintah dan politik.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bandung – Slaturahmi pimpinan ISBI Bandung dengan Dewan Penyantun. “Mengembangkan ISBI Bandung Bersama Dewan Penyantun”

Ia juga meyakini bahwa KDM akan terus hadir untuk mendukung ISBI Bandung dan mampu menciptakan sejarah baru bagi wajah kebudayaan Kota Bandung dan Jawa Barat.

Dengan dukungan kuat, Garin Nugroho optimistis ISBI Bandung dapat menjadi penggerak lahirnya peradaban baru yang berbasis kebudayaan. kota yang besar. Bukan hanya dikenal karena politiknya, tetapi karena wajah kebudayaannya yang hidup dan berpengaruh.

Sedangkan  Aat Soeratin menegaskan bahwa seni menjadi “jangkar” utama dalam pemajuan kebudayaan nasional. Ia memuji capaian ISBI Bandung yang dinilai mampu memperlihatkan target pencapaian luar biasa serta membuka momentum penting bagi bangsa untuk menegaskan kembali posisi kebudayaan sebagai panglima pembangunan nasional.

Menurutnya, apa yang disampaikan rektor mengenai capaian hingga 65 persen dari target 20 persen merupakan lompatan hebat dan layak diapresiasi.

Aat pum menyinggung mengenai Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) telah membuat arah kebudayaan semakin jelas.

“Kalau 10 OPK ini dipraksiskan, seni itu menjadi jangkarnya. Kuatnya luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia kini memasuki momentum penting untuk menegaskan bahwa kebudayaan adalah kekuatan utama bangsa, sebagaimana Cina, Jepang, India, hingga Korea yang telah membuktikan kebudayaan sebagai motor kemajuan.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bandung – Prof. Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., hadir dalam kegiatan ini

Aat mengungkapkan bahwa dulu persepsi masyarakat tentang kebudayaan seringkali kabur dan hanya dipahami sebatas kesenian. Namun kini, melalui regulasi yang ada, pemahaman itu menjadi lebih terarah.

Ia mencontohkan Korea yang pada tahun 1980-an belum banyak diperhitungkan, tetapi kini mendunia melalui K-Pop dan drama Korea.

“Sekarang semua pegang Korea. Masuknya lewat K-Pop, lewat drakor, dan sebagainya. Kita memang agak terlambat, tapi sekarang momentum itu sudah di depan mata,” katanya.

Menurutnya, ISBI Bandung memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja budaya, bukan hanya kerja seni. Ia menilai perubahan status lembaga seni menjadi berbasis kebudayaan membuat tanggung jawab ISBI semakin besar.

Aat pun mengatakan bahwa visi ISBI seperti Saamparjabar, Sanusantara, Ngajomantara sudah tepat dan bahkan berpotensi melompat jauh karena ISBI telah melahirkan banyak seniman berkelas dunia.

Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan besar di dalam daerah sendiri. Banyak masyarakat Jawa Barat yang belum mengenal ISBI maupun kesenian daerahnya.

Karena itu, penguatan ke dalam (inward looking) menurutnya sangat penting. Momentum kepemimpinan Jawa Barat saat ini juga dianggap relevan karena sejalan dengan semangat memperkuat kebudayaan.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bandung – Kolaborasi dengan berbagai unsur

Ia menegaskan bahwa ISBI Bandung harus menjadi sumber inovasi, penelitian, serta penguatan ekosistem kebudayaan Jawa Barat, sementara pemerintah daerah menjaga keseimbangannya.

“Peran penting ISBI adalah membangun ekosistem kebudayaan Jawa Barat yang sangat beragam, dan pemerintah menjaga keseimbangannya. Kalau ini berjalan bersama, saya kira hasilnya akan sangat kuat bagi pemajuan budaya dan bangsa,” tutur Aat Soeratin.

Sementara itu Retno Dwimarwati, Rektor ISBI Bandung mengatakan bahwa kampus yang dipimpinnya memasuki fase baru pengembangan kampus dan kawasan budaya dengan penyusunan vision plan 2025 dan master plan 2026.

Dirinya menegaskan bahwa peran Dewan Penyantun kini tidak lagi sekadar formalitas, melainkan telah memberi kontribusi nyata terhadap berbagai langkah strategis pengembangan kampus di Cikapuning, Sumedang, Karawang, hingga Pangandaran.

Ia menyebut, terobosan-terobosan ini harus dilakukan agar pengembangan ISBI Bandung terlihat jelas dari tahun ke tahun dan berdampak bagi masyarakat.

Menurut Retno, berbagai daerah tersebut kini mulai menunjukkan perkembangan, meskipun belum seluruhnya menjadi kawasan pendidikan. Sumedang sudah berjalan dengan kegiatan perkuliahan, Pangandaran mendapat respons sangat baik, sedangkan Karawang tengah menunggu proses hibah pemerintah daerah.

“Kami bangga karena Dewan Penyantun ini tokoh masyarakat, budayawan, seniman, dan pemangku kepentingan yang benar-benar berperan,” kata Retno Dwimarwati dalam kesempatan tersebut.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bandung sebagai agen pemajuan kebudayaan

Retno menjelaskan bahwa penyusunan master plan ini dilakukan agar langkah pengembangan dapat terbaca dengan jelas.

Ia menegaskan pentingnya prioritas, dan saat ini Cikamuning, Kqbupaten Bandung Barat menjadi fokus utama, meskipun Rancakalong, Kabupaten Sumedang tetap berjalan dan Pangandaran menunjukkan antusiasme luar biasa.

“Jadi sekarang ini dari 2026 kami siapkan master plan. Ketika master plan itu dibuat, langkah demi langkah bisa terbaca,” ujarnya.

Retno juga menyebut arahan Gubernur Jawa Barat, yang meminta ISBI menyiapkan master plan setelah sebelumnya hanya memiliki vision plan dengan wilayah Buahbatu, Cikamuning, dan Rancakalong. Kini wilayah bertambah, namun pengembangan dilakukan bertahap.

Ia menuturkan bahwa kawasan-kawasan tersebut akan memiliki fungsi masing-masing sesuai konsep kasundaan: Buahbatu sebagai karatuan, Cikamuning sebagai karesian, dan Rancakalong sebagai karamaan.

Retno menegaskan bahwa semua rencana disiapkan dengan serius, melibatkan teknologi, digitalisasi, hingga kerja sama dengan alumni ITB. Bahkan tim arsitektur landskap turun langsung ke lapangan agar memahami feel spiritual dan kebutuhan kawasan.

“Kalau orang Sunda, kalau mau membangun sesuatu harus disaba, didatangi. Jadi mereka ikut ke lapangan,” ujarnya.

ISBI Bandung Dewan Penyantun

ISBI Bamdung – Berfoto bersama usai kegiatan silaturahmi dengan Dewan Penyantun

Cikamuning disebut memiliki potensi luar biasa dengan luas lahan 39 hektar, lima mata air, dua sungai termasuk Sungai Cimeta yang disebut sebagai sungai purba, serta kawasan sawah abadi yang dianggap sebagai kawasan spiritual Sunda.

Rektor mengungkapkan bahwa kawasan tersebut akan dikembangkan tanpa merusak topografi dan akan menghadirkan kampung adat, ruang budaya, hingga gedung pertunjukan representatif sebagai sinergi dengan ISBI Bandung dan sektor pariwisata budaya.

Tak hanya Cikamuning, kawasan Rancakalong akan dikembangkan dengan konsep kampus rural partisipatif yang menyatu dengan masyarakat.

ISBI akan memperkuat tradisi masyarakat, menghidupkan ekonomi warga melalui homestay edukatif, sekaligus menghadirkan pembelajaran seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Jadi masyarakat adalah bagian dari kami, dan kami bagian dari masyarakat,” ujar Retno.

Retno menegaskan bahwa semua pengembangan ini diarahkan untuk membangun wajah budaya Sunda melalui edukultural tourism.

Dengan dukungan SDM ISBI, kolaborasi berbagai pihak, serta rencana matang dalam master plan 2026, ia optimistis ISBI Bandung akan menjadi pusat kebudayaan, pendidikan seni, dan destinasi budaya yang kuat di Jawa Barat.

“Ini akan menjadi sesuatu yang dahsyat sebetulnya,” tuturnya. [SR]***

Tags: #isbi#ISBI Bandung#Kampus Seni#KDM#Rektor ISBI#RETNO DWIMARWATIGarin Nugroho
majalah

majalah

Related Posts

El Clasico Persib vs Persija Erwan Wagub Jabar
Persib

Jelang Laga El Clasico Persib vs Persija, Wagub Jabar Imbau Bobotoh Gelar Nobar Demi Keamanan & Kebersamaan

by majalah
10/01/2026 2:28 PM
Cara Masuk PTN SNBT Class 2026 dari SINCOSTAN
Sora Sakola

Siswa Kelas XII dan Alumni yang Ingin Diterima di PTN Wajib Ikuti SNBT Class 2026 dari SINCOSTAN Academy Ayo Daftar Jangan Telat

by majalah
08/01/2026 5:35 PM
Telkom University Abdimas Internasional di Taiwan
Sora Sakola

Telkom University Perkuat Kewirausahaan Digital PMI Taiwan, Tekankan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi dan AI

by majalah
08/01/2026 1:34 PM
Telkom University Abdimas Internasional Telkom University di Malaysia
Sora Sakola

Telkom University Dorong Daya Saing Industri FMCG Malaysia Melaui Penguatan SDM dan Pemasaran Digital

by majalah
08/01/2026 12:31 PM
Dr. Ratna Komala Putri, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (kiri) saat program Abdimas Internasional Telkom University di Taiwan
Sora Sakola

Program Abdimas Internasional Telkom University Dorong Kesiapan Reintegrasi dan Persiapan Pulang PMI di Taiwan

by majalah
08/01/2026 12:03 PM
No Result
View All Result

Kategori Berita

Arsip Berita

Berita Terbaru

  • Jelang Laga El Clasico Persib vs Persija, Wagub Jabar Imbau Bobotoh Gelar Nobar Demi Keamanan & Kebersamaan
  • Siswa Kelas XII dan Alumni yang Ingin Diterima di PTN Wajib Ikuti SNBT Class 2026 dari SINCOSTAN Academy Ayo Daftar Jangan Telat
  • Telkom University Perkuat Kewirausahaan Digital PMI Taiwan, Tekankan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi dan AI
  • Telkom University Dorong Daya Saing Industri FMCG Malaysia Melaui Penguatan SDM dan Pemasaran Digital
  • Program Abdimas Internasional Telkom University Dorong Kesiapan Reintegrasi dan Persiapan Pulang PMI di Taiwan
Facebook Twitter Youtube Instagram

Kategori Berita

  • CARPON & SAJAK
  • Ekskul
  • Heuheuy Deudeuh
  • Hot
  • Jalan-Jalan
  • Kuliner
  • Mojang Jajaka Sora
  • new
  • Pemerintahan
  • Persib
  • Promoted
  • Serba Serbi
  • Sobat Sora
  • Sora Sakola
  • Tokoh

Majalahsora.com

  • Redaksi Majalahsora
  • Kebijakan Privasi / Privacy

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

No Result
View All Result
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In