majalahsora.com, Kota Bandung – Sebanyak 641 Kepala.SMA SMK dan SLB Negeri di Jawa Barat resmi dilantik (rotasi dan promosi) pada tanggal 29 Oktober 2025 oleh Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam kebijakan rasionalisasi jabatan kepala sekolah, sesuai domisili.
Termasuk pergantian kepemimpinan di SMK Negeri 4 Kota Bandung. Jabatan Kepala Sekolah kini beralih dari Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., kepada Yudi Kartiwa, S.Pd., S.T., M.Pd., yang sebelumnya memimpin SMK Negeri 1 Pakisjaya, Karawang.
Apresiasi tinggi datang dari Ety Meiningsih, S.Pd., M.M.Pd., Pengawas Pembina SMK di Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VII. Ia menilai kebijakan rotasi, mutasi, dan promosi ini sebagai langkah luar biasa yang tidak hanya menata pemerataan pendidikan.
Kepala SMKN 4 Kota Bandung periode 2021-2025, Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., beserta istri dan Kepala SMKN 4 Kota Bandung yang baru menjabat Yudi Kartiwa, S.Pd., S.T., M.Pd., beserta istri
Tetapi juga memberikan kesempatan kepada para kepala sekolah untuk lebih dekat dengan lingkungan domisili mereka.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur KDM yang telah melaksanakan rasionalisasi kepala sekolah. Ini luar biasa karena memberikan kesempatan bagi para kepala sekolah untuk berkontribusi lebih optimal sesuai wilayah tempat tinggalnya,” ungkap Ety dalam kegiatan serah terima jabatan di SMKN 4 Bandung, Jumat (7/11/2025).
Menurut Ety, kepemimpinan Dr. Agus Setiawan selama empat tahun terakhir memberikan kemajuan yang nyata bagi SMKN 4 Bandung.
Pengawas pembina Cadisdik VII, S. Ety Meiningsih, S.Pd., M.M.Pd., memuji gaya kepemimpinan Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., banyak mewarnai kemajuan SMKN 4
“Beliau sosok yang tenang, tapi hasil kerjanya luar biasa. Banyak kemajuan dicapai, terutama dalam prestasi siswa dan guru, serta pengembangan program Link and Match dan Teaching Factory yang memperkuat karakter vokasi sekolah,” tambahnya.
Ia juga berharap kepala sekolah baru, Yudi Kartiwa, yang notabene merupakan putra asli SMKN 4 Bandung, dapat melanjutkan bahkan melampaui capaian tersebut.
Ety pun menutup dengan harapan besar agar SMKN 4 Bandung terus berkembang di bawah kepemimpinan baru.
Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., bersama istri berfoto dengan, Wakasek Sarana Prasarana, Teguh Iswahyudi, S.Pd., (kiri) Wakasek Kesiswaan, Siti Mutiati, S.Pd., (kedua dari kiri), Wakasek Kurikulum, Yuyun Yuniarsih, S.Pd., (kedua dari kanan) Wakasek Hubungan Industri, H. Dadan Hermawan, S.Pd., M.T., (kanan)
“Baik Pak Agus maupun Pak Yudi adalah figur kepala sekolah yang berkarakter, berintegritas, dan amanah. Kami yakin, pergantian ini bukan akhir, tetapi awal untuk transformasi positif di SMKN 4 Bandung,” pungkasnya.
Sedangkan Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas), Dadan Hermawan, turut memberikan apresiasi atas dedikasi Agus Setiawan selama memimpin.
Ia menilai kepemimpinan Agus berhasil membawa perubahan besar, terutama dalam implementasi Kurikulum Merdeka dan pembenahan tata kelola sekolah.
Ketua Komite SMKN 4 Bandung Dr. Yusuf hadir di acara (kedua dari kiri), hadir pula pejabat Bank BJB (kiri) sebagai mitra industri
“Kami sangat berterima kasih atas pengabdian Pak Agus. Beliau berhasil mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, menguatkan konsep Teaching Factory, serta memperbaiki sistem layanan kepada siswa dan pengelolaan keuangan sekolah. Bahkan, beliau mampu merumuskan ulang visi-misi SMKN 4 Bandung agar sejalan dengan konsep deep learning,” jelas Dadan.
Dalam kesempatan perpisahan, Dr. Agus Setiawan terlihat tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, meninggalkan rekan kerja di SMKN 4 Kota Bandung, terlebih banyak suka duka telah dilalui bersama-sama.
Sekitar empat tahun lamanya ia mewarnai dan mendedikasikan pengabdiannya di sekolah yang berada di Jalan Kliningan No 6, Kelurahan Kliningan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Banyak guru dan tenaga kependidikan merasakan transfer ilmu dan wawasan yang diberikan oleh Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si
Agus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dan amanah yang diberikan selama bertugas di SMKN 4 Bandung.
“Amanah itu tidak boleh disia-siakan. Saya bersyukur telah diberi kesempatan memimpin dan berkolaborasi dengan seluruh guru, tenaga kependidikan, serta mitra industri yang solid. Tidak ada pemimpin hebat tanpa dukungan tim yang hebat pula,” ucap Agus yang membawa SMKN 4 Kota Bandung, meraih Penghargaan Terbaik Nasional dari OJK.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat atas rotasi yang memperhatikan jarak domisili, sehingga dirinya kini dapat lebih dekat dengan istri serta keluarga, bertugas di domisili asal memimpin SMKN 2 Kota Bekasi.
Kata Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jabar, Ahmad Mualif (memakai topi laken), Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., Kepala Sekolah yang memiliki wawasan serta pegaulan luas, sempat menjadi narasumber FGD FWP Jabar, “Evaluasi Capaian Prestasi di tahun 2024, PR dan Tantangan di tahun 2025”
Lebih lanjut, Agus juga menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah dan dunia industri.
“Kami berterima kasih kepada mitra dari dunia usaha dan dunia industri yang telah bekerja sama membekali siswa agar siap kerja sesuai kebutuhan lapangan. SMKN 4 Bandung berkomitmen menjaga mutu pendidikan agar semakin unggul,” katanya.
Pada kesempatan ini Agus juga meminta maaf kepada seluruh warga SMKN 4 Kota Bandung, dan mendoakan SMKN 4 semakin maju.
Foto bersama dengan keluarga besar SMKN 4 Bandung
Sementara itu, Yudi Kartiwa, S.Pd., yang resmi menggantikan Agus Setiawan, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa kembali ke sekolah yang telah membesarkannya.
Sebelumnya, Yudi pernah mengajar di SMKN 4 Bandung selama 13 tahun sebagai guru Kejuruan Teknik Ketenagalistrikan sebelum dipromosikan menjadi kepala sekolah di Karawang.
“Saya bersyukur bisa kembali ke Bandung dan kembali ke sekolah tempat saya tumbuh. Di sini banyak teman seperjuangan, jadi saya sudah sangat mengenal kultur dan karakter sekolah ini,” ujar Yudi yang sempat menjadi Wakasek Kurikulum SMKN 4 Bandung.
Foto bersama dengan keluarga besar SMKN 1 Pakisjaya, Kabupaten Karawang
Sebagai kepala sekolah baru, Yudi berencana memulai masa kepemimpinannya dengan langkah hati-hati dan terukur.
“Langkah pertama saya adalah mempelajari kondisi sekolah secara menyeluruh. Saya ingin memahami iklim kerja, perubahan yang terjadi, dan potensi yang bisa dikembangkan. Setelah memiliki data yang kuat, baru saya akan mengambil kebijakan,” tegasnya.
Yudi juga menegaskan prinsip kepemimpinannya yang mengedepankan kenyamanan dan komunikasi dua arah.
“Lingkungan kerja yang nyaman dan komunikasi terbuka antara pimpinan dan warga sekolah adalah kunci keberhasilan. Dengan saling memahami kondisi masing-masing, kita bisa bergerak bersama mencapai visi sekolah,” tambahnya. [SR]***













