majalahsora.com, Kota Bandung – Di tengah tantangan zaman, era disruosi dan kurikulum masa kini, wawasan kebangsaan kembali menjadi salah satu sorotan utama.
Setiap siswa jenjang SMA/SMK sederajat khususnya, perlu terus diingatkan akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan selain pembinaan karakter.
Inilah yang mendorong SMKN 8 Bandung menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika”, yang menghadirkan langsung anggota DPD RI sebagai narasumbernya.
Kegiatannya dilaksanakan di Aula SMKN 8 Bandung, Jalan Kliningan No 31, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, pada Selasa (16/12/2025).
Diikuti oleh 105 peserta, terdiri dari 96 siswa kelas X dan XI, serta sembilan orang guru.
Bisa terselenggaranya kegiatan ini, berkat kerja sama antara SMKN 8 Bandung dengan Sekretariat DPD RI Provinsi Jawa Barat.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMKN 8 Kota Bandung dengan menghadirkan narasumber Agita Nurfianti, S.Psi., anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat
Meski materi Empat Pilar MPR RI telah tertuang dalam mata pelajaran PKN, para siswa dinilai perlu memahami lebih mendalam fungsi dan peran pemerintah serta mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah Supeno Martadi, S.Pd., M.T., Kepala SMKN 8 Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diselenggarakan sebagai salah satu upaya dalam pendidikan dan pembinaan karakter siswa.
Tujuannya agar mereka memiliki pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu ideologi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Usai paham dan tahu dengan materi yang disampaikan oleh narasumber, diharapkan dapat membentuk jiwa nasionalisme, toleransi, dan karakter kebangsaan yang kuat dalam diri siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Kata Supeno selain meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, kegiatan ini juga ditujukan agar siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan demikian, siswa diharapkan mampu mewujudkan individu yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta memiliki sikap nasionalisme dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Supeno yang belum genap dua bulan memimpin SMKN 8 Kota Bandung.
Antusias siswa SMKN 8 Kota Bandung, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI
Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua kali yang diikuti oleh siswa dan guru SMKN 8 Bandung, setelah sebelumnya mengikuti kegiatan serupa yang diselenggarakan di Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Jawa Barat, beberapa waktu ke belakang.
Masih menurut Supeno Martadi, setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara semakin meningkat dan terimplementasikan dalam kesehariannya.
Hal tersebut sejalan dengan visi sekolah, yaitu “Mewujudkan Peserta Didik yang Memiliki Karakter dan Kompetensi Unggul, serta Berdaya Saing Global sebagai SMK Pusat Keunggulan berbasis Teknologi dan Berwawasan Lingkungan”.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan pula di dalam proses pembelajaran yang difasilitasi oleh para guru sebagai bagian dari upaya pendidikan dan pembinaan karakter.
Sedangkan Agita Nurfianti, S.Psi., anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat, yang menjadi narasumber, menyampaikan bahwa para pelajar harus selalu diingatkan dan ditanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti yang tertuang dalam Empat Pilar MPR RI.
Diawali dari Pancasila yang menjadi patokan sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia, kemudian UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR (Tap MPR), dilanjutkan NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
105 peserta, mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMKN 8 Kota Bandung, Selasa, 16 Desember 2025
“Seperti Pancasila, mungkin dari sejak kecil mereka sudah hafal. Namun apakah mereka aplikasikan itu semua di kehidupan sehari-harinya?”
“Maka dengan sosialisasi ini bisa dalam rangka mengingatkan dan mengajak mereka melakukan hal tersebut baik sekarang maupun hingga nanti ke depannya,” ungkap Agita kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, usai kegiatan.
Agita pun menyoroti masih maraknya pelajar yang melakukan dan menjadi korban perundungan atau bullying. Menurutnya perundungan menjadi salah satu ciri bahwa seorang siswa tidak menghargai atau menghormati siswa lainnya berdasarkan nilai-nilai Empat Pilar ini.
Oleh sebab itu nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun juga di masyarakat, termasuk organisasi-organisasi yang mereka ikuti.
Agita juga mengakui fakta pelajar saat ini memiliki nalar kritis yang cukup tinggi.
“Anak-anak sekarang kebanyakan memang pikirannya kritis. Bukan hanya di sini saja (SMKN 8 Bandung), namun di beberapa sekolah juga. Contohnya adalah mereka menyampaikan hal-hal viral dalam sesi tanya jawab. Jadi pasti mereka akan menghubungkan itu dengan pertanyaan-pertanyaan mereka, seperti tentang bencana, DPR, dan isu lainnya,” ujarnya.
Arfan Alzaidan Ghulwani, siswa kelas XI Teknik Elektronika Industri 2, saat melemparkan pertanyaan kepada narasumber
Menurut Agita, kekritisan para siswa justru merupakan hal yang positif karena mencerminkan bahwa mereka mengikuti berita terbaru yang ada. Namun demikian, para siswa tetap harus selalu diarahkan sebagaimana mestinya.
Sebab, mereka kerap tidak utuh mendapatkan informasi dari media sosial atau tagline tertentu mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah.
Padahal kenyataan di lapangan, lanjut Agita, sering kali sangat berbeda dengan yang terlihat di dunia maya, baik dalam menanggapi bencana alam, melakukan proses hukum, maupun kebijakan lainnya.
Oleh karena itu, dalam pemateriannya Agita menyampaikan beberapa poin penting yang bisa dilakukan siswa dalam rangka mengimplementasikan Empat Pilar MPR RI di lingkungan sekolah.
Di antaranya saling menghormati satu sama lain, meskipun berbeda pendapat, menjaga kejujuran dalam belajar dan berorganisasi, mematuhi aturan sekolah dengan penuh tanggung jawab.
Tidak kalah penting berani menyampaikan pendapat secara santun dan beretika, menjaga persatuan dengan tidak membully dan saling mendukung, serta bangga menjadi pelajar Indonesia dan cinta tanah air.
Berfoto bersama kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI
“Mudah-mudahan siswa SMKN 8 Bandung semakin maju. Ini kedua kalinya saya datang, dan terlihat memang sekolah bagus dengan program-program keahliannya. Apalagi dengan produk-produk mereka, semoga bisa terus semakin berkembang lagi dan mempertahankan yang sudah baik,” kata Agita.
Sementara itu, Arfan Alzaidan Ghulwani, siswa kelas XI Teknik Elektronika Industri 2, menyampaikan tanggapannya sebagai peserta.
Kata Arfan kegiatan ini menambah wawasannya. Sehingga ke depan ia dan rekan-rekannya dapat mengimplementasikan bagaimana berwarga negara yang baik.
“Kita juga harus memiliki sebuah sikap yang sesuai dengan pedoman negara kita, khususnya ideologi negara kita,” ungkap Arfan.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar sangat bagus karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya tentang fakta lapangan dari institusi terkait.
Ia pun berharap agar kegiatan serupa ke depannya dapat dilangsungkan lebih baik lagi, serta nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dapat benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. [SR]***










