majalahsora.com, Kota Bandung – Pelepasan lulusan kelas XII SMKN 4 Kota Bandung tahun ini berlangsung “sederhana pisan” namun penuh makna. Kegiatan tersebut digelar pada hari Selasa, 27 Mei 2025, di lapang sekolah yang berlokasi di Jalan Kliningan No 6, Kota Bandung. Sebanyak 504 lulusan hadir mengenakan seragam jurusan masing-masing, tanpa tenda pelindung, di bawah terik sinar matahari yang menyengat.
Meski demikian, semangat para siswa tidak surut. Mereka tetap antusias mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga siang hari. Pelaksanaan tahun ini sangat kontras dengan tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Graha Pos Indonesia, sebuah gedung mewah ber-AC di Jalan Banda, Kota Bandung. Ketika itu, acara diatur oleh Komite Sekolah dan diwarnai hiburan serta sajian makanan, dengan pihak sekolah sebagai tamu undangan.
Kepala SMKN 4 Kota Bandung, Dr. Agus Setiawan, M.Si., menjelaskan bahwa kesederhanaan tahun ini merupakan bentuk dukungan terhadap surat arahan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang meminta SMA, SMK, dan SLB di bawah Dinas Pendidikan Jawa Barat menggelar pelepasan di sekolah tanpa membebani orangtua siswa.
(Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Bale Bandung, Kampus Berkualitas di Bandung dengan Biaya Pendidikan Terjangkau klik di http://pmb.unibba.ac.id/index.php/pendaftaran_pmb)
Kepala SMKN 4 Kota Bandung, Dr. Agus Setiawan, M.Si., seorang kepala sekolah yang taat azas, mendukung program pemerintah dan memajukan kualitas pendidikan
“Kami mendukung program pemerintah daerah. Kebiasaan yang cenderung kepada pemborosan harus ditinggalkan. Misalnya pelepasan tidak perlu digelar di hotel atau menyewa gedung bahkan tenda, agar tidak menjadi beban bagi orangtua,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, kegiatan dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya sekolah.
“Kesederhanaannya justru menggali kreativitas siswa. Ternyata bisa berkesan, khidmat, dan istimewa meskipun tanpa biaya tambahan dari orangtua,” lanjutnya.
Suasana pelepasan siswa kelas XII SMKN 4 Kota Bandung tahun 2025, bisa dikatakan sangat sederhana dibandingkan sekolah lain di Jabar
Acara ini dihadiri oleh para orangtua siswa, komite sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Agus menyebutkan bahwa momen ini merupakan titik puncak perjuangan siswa setelah tiga tahun menimba ilmu.
“Kami hanya bisa mengantar mereka sampai gerbang. Selanjutnya, mereka harus mengembangkan potensi diri untuk meraih masa depan,” ucapnya.
Di hadapan para lulusan, Agus memberikan wejangan khas.
Kiri ke kanan: Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Siti Mulyati, S.Pd., Kepala SMKN 4 Bandung, Dr. Agus Setiawan, M.Si., Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana, Teguh Iswahyudi, S.Pd., dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Yuyun Yuniarsih, S.Pd
“Kalau dalam bahasa Sunda, harus jarambah (main ke tempat jauh), jangan kuuleun (berdiam diri). Jarambah itu akronim dari mengejar asa masa depan untuk meraih masa depan bahagia,” katanya.
Menurutnya, lulusan SMKN 4 Bandung harus aktif berinteraksi untuk memperluas wawasan global, sesuai dengan visi sekolah.
Agus juga merasa bangga karena seluruh lulusan menerima surat pendamping ijazah berupa sertifikat LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dari industri, setelah dinyatakan lulus uji kompetensi. Salah satu mitra industri yang memberikan sertifikasi adalah PT LEN.
Pengalungan medali oleh Wali Kelas, medali yang diberikan merupakan sumbangan sukarela dari salah satu orangtua lulusan
Ia pun berpesan agar para siswa memiliki arah hidup, menggali potensi, minat, dan bakat sebagai bekal menuju sukses.
“Pokoknya lakukan yang terbaik, terus bergerak, jarambah,” pungkasnya.
100 Persen Lulus, Tanpa Pungutan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Siti Mulyati, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa dari jurusan Teknik Audio Video, Teknik Otomasi Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer Jaringan, lulus 100 persen.
Kiri ke kanan: Yopi Fikri Islami, S.Pd., Drs. Ikin Sodikin, Drs. H. Sriyanta, Kepala SMKN 4 Kota Bandung, Dr. Agus Setiawan, M.Si., Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Industri H. Dadan Hermawan, S.Pd., M.T., dan Kusmoro Rusli, S.Pd
“Tadi acaranya dari pukul 07.00 sampai 12.00. Lancar. Prosesi pelepasan diwakili oleh 15 siswa, ditambah 2 siswa terbaik angkatan 2025. Mereka mengganti seragam jurusan dengan batik dan menerima sertifikat serta medali,” ujar Siti.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bebas pungutan, dan medali merupakan sumbangan sukarela dari salah satu orangtua siswa sebanyak 504 buah.
Siti mengakui bahwa awalnya ada kekecewaan dari siswa karena pelepasan tidak seperti tahun sebelumnya. Namun, setelah berdialog dari hati ke hati, mereka bisa memahami dan akhirnya mendukung konsep sederhana ini.
Keceriaan terpancar dari wajah lulusan SMKN 4 Kota Bandung tahun 2025
“Ini jadi pembelajaran bahwa segala sesuatu tidak selalu bergantung pada uang. Justru kreativitas siswa yang menonjol dan mereka benar-benar menjiwai prosesi ini dengan khidmat,” tambahnya.
Siswa dan Orangtua: Sederhana, Tapi Penuh Arti
Nesda Aulia Putri, lulusan jurusan Teknik Komputer Jaringan 2, mengaku bahwa meski sederhana, pelepasan ini memiliki kesan tersendiri.
“Pelepasan seperti ini terasa lebih intim, baik dengan guru maupun teman-teman. Kami tetap senang meski dibatasi peraturan baru. Kami bisa membuat kegiatan sederhana tapi tetap berkesan,” ungkap Nesda.
Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan SMKN 4 Kota Bandung, bagian dari sejarah lulusan tahun 2025, mengantarkan mereka sampai pintu gerbang pendidikan di SMKN 4
Ia bercerita bahwa selama sekolah ia menghadapi tantangan karena bersaing dengan banyak siswa laki-laki, karena jumlah siswa perempuannya sedikit. Namun dengan disiplin dan kerja keras, ia berhasil menjadi lulusan terbaik angkatan 2025.
Dalam kesempatan ini, ia mengucapkan terima kasih kepada ibunya, kakaknya, serta guru-guru SMKN 4 Kota Bandung atas semua bimbingan dan dukungan. Nesda berencana melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Teknik Informatika.
Sementara itu, ibunda Nesda, Enung Herawati, menyambut baik penyelenggaraan acara sederhana ini.
Enung Herawati, Ibunda dari Nesda Aulia Putri, yang hadir sebagai kejutan karena para lulusan banyak yang tidak tahu orangtuanya hadir di acara
“Sebagai warga negara yang baik, harus patuh pada peraturan pemerintah. Acaranya bagus meski sederhana, cukup berkesan untuk anak-anak,” tuturnya.
Enung menambahkan bahwa pelepasan tidak perlu mewah karena kondisi ekonomi orangtua berbeda-beda. Ia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh tenaga kependidikan. Insya Allah ilmu yang diberikan akan bermanfaat untuk masa depan anak-anak,” pungkasnya. [SR]***













