majalahsora.com, Kota Bandung – Supeno Martadi, S.Pd., M.T., pertanggal 28 Oktober 2025 tercatat sebagau kepala sekolah baru SMKN 8 Bandung. Ia dilantik bersama sekitar 641 Kepala SMK, SMA dan SLB Negeri di Jawa Barat yang dirotasi dan promosi, pada tanggal 29 Oktober 2025 oleh Gubernur Dedi Mulyadi di halaman depan Gedungsate, Kota Bandung.
Supeno menggantikan H. Agus Nugroho, S.Pd., M.T., Kepala SMKN 8 sebelumnya yang dirotasi ke SMKN 13 Kota Bandung.
Kepada awak majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, ia mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan motivasi para guru agar tercipta berbagai novasi baru, pada konsentrasi keahlian pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Perbaikan Bodi Otomotif (TPBO), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), serta Teknik Elektronika Industri (TEI). .
Hal tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Menurut Supeno, SMKN 8 Bandung merupakan sekolah yang telah memiliki nama besar sejak lama, didukung oleh tim yang hebat. Membuat dirinya yakin bahwa ke depan sekolah yang dipimpinnya bisa lebih maju tanpa kendala yang berarti.
Pasalnya kata Supeno, SMKN 8 telah memiliki modal fundamental yang potensial, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana-prasarana, kerja sama dengan industri dan lainnya.
Sebagai pucuk pimpinan yang baru menjabat, dirinya pun hanya perlu memberikan dorongan kepada rekan-rekan guru, agar lebih banyak menelurkan banyak inovasi.
Oleh sebab itu para guru SMKN 8 didorong untuk meningkatkan kompetensinya, baik dari sisi pengetahuan maupun kemampuan diri (up skilling) yang relevan dengan teknologi serta kamajuan jaman untuk diimbaskan kepada para siswa, melalui program teaching factory (Tefa).
“Saya harap di bawah kepemimpinan saya, bisa mendorong rekan-rekan Guru pada setiap konsentrasi keahlian dapat menggali potensi terkait Tefa. Apa saja yang bisa dikembangkan dan dilaksanakan untuk memajukan sekolah,” ungkap Supeno di ruang kepala sekolah, baru-baru ini.
Strategi lain, dalam memperlancar proses, langkah dan menjalankan berbagai program yang ada, kata Supeno, sekolah tinggal memberikan kebijakan yang tepat.
Apalagi pada tahun 2023 SMKN 8 Kota Bandung yang merupakan Sekolah Pusat Keunggulan oleh bidang PSMK Dinas Pendidikan Jabar, terpilih menuju sekolah Badan Layanan Usaha Daerah bersama 109 SMK lainnya.
“Harapan kami BLUD tersebut bisa terkejar, dengan mengoptimalkan pelaksanaan Tefa.”
Berkenaan dengan inovasi, menurut Supeno sekolah vokasi perlu melakukan penguatan mengenaiq inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga para guru pada setiap konsentrasi keahlian dapat melahirkan ide baru.
(Ayo bergabung menjadi mahasiswa baru Universitas Bale Bandung, kampus berkualitas, biaya terjangkau, lulusan mudah bekerja. Klik pendaftaran PMB Unibba Tahun Akademik 2026/2027 di https://pmb.unibba.ac.id/)
Dari sisi presratasi Supeno pun merasa bangga dengan program konversi motor berbahan bakar minyak menjadi listrik yang sudah berjalan baik, oleh jurusan TBSM dengan berbagai inovasi yang telah diciptakan. Malah pada berbagai ajang kejuaraan motor listrik, sering ke luar sebagai juara, menjadi salah satu andalan SMKN 8.
Ia pun ingin mengajak jurusan yang ada untuk menggali dan mendukung kemajuan yang bermanfaat, baik bagi sekolah maupun masyarakat.
Masih dari keterangan Supeno, pada tahun ini SMKN 8 Bandung mendaftarkan inovasi yang ada untuk dimasukkan ke dalam Index Inovasi Daerah (IID) Jawa Barat dan KIJB. Dengan begitu diharapkan bisa menjadi kebiasaan baik secara berkesinambungan.
Program lainnya, yakni kelas High Tech Honda yang ke depannya bisa menjadi kelas industri.
“Itu menurut saya sudah menjadi route map sekolah dan ide besar di masing-masing konsentrasi keahlian,” kata Supeno menambahkan.
Sehubungan dengan hal tersebut, dirinya juga tidak bosan berpesan kepada rekan-rekan guru agar dapat lebih semangat untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pembelajaran dan sesuai dengan harapan.
“Utamanya adalah menjadikan kompetensi lulusan SMKN 8 Bandung dapat terserap secara maksimal di masyarakat, dalam lingkup industri secara meluas, serta mengurangi angka pengangguran,” kata Supeno.
Selain itu, Supeno juga menerapkan beberapa pembiasaan agar komunikasi antar warga sekolah terjalin dengan baik, contohnya dengan sapa pagi di awal masuk sekolah dan coffee morning yang dilakukan dua minggu sekali secara rutin.
Coffee morning ini bertujuan agar terjalin komunikasi yang baik antara pihak manajemen (dalam hal ini pimpinan) dengan guru.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah pelaporan kegiatan mingguan sekolah kepada para orangtua siswa melalui wali kelas, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, bahwa putera-puterinya telah diberikan ilmu sesuai dengan yang mereka harapkan.
Supeno pun berharap agar SMKN 8 Bandung tetap menjadi sekolah hebat, utamanya menjadi sasaran banyak industri dalam mencari tenaga kerja. Di samping itu seluruh lulusan SMKN 8 Bandung dapat terserap maksimal di masyarakat.
Dengan kata lain, para lulusan tidak menjadi pengangguran, melainkan bisa bekerja, melanjutkan atau berwirausaha.
“Bahkan untuk kesempatan bekerja ke luar negeri, akan terus dijalin melalui bidang hubungan masyarakat hubungan industri. Termasuk melakukan link and match dengan LPK-LPK dalam memberangkatkan alumni kami ke luar negeri dengan kesempatan seluas-luasnya,” pungkas Supeno. [SR]***





