majalahsora.com, Kota Bandung – Pemilihan Duta Baris Jawa Barat Forum Baris Indonesia (Forbasi), diproyeksikan menjadi ajang pendobrak nasional bagi Pengcab-pengcab dan Pengda-pengda di seluruh Indonesia.
Pemilihan Duta Baris, layaknya ajang pemilihan Mojang Jajaka, Abang None dan lainnya.
Program ini tidak hanya mencari figur pembaris terbaik, tetapi juga menetapkan standar ikon positif yang berlandaskan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, hingga karakter kepemimpinan.
Hal tersebut disampaikan Jepri Supratno sebagai Ketua Duta Baris Forbasi Jawa Barat, kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, saat ditemui di RM Imah Mitoha, Kota Bandung, Rabu (24/12/2025).
Ia menegaskan bahwa Duta Baris dihadirkan sebagai terobosan baru agar dunia baris-berbaris memiliki representasi yang kuat, berintegritas, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Jepri Supratno, Duta Baris ini harus mempunyai ikon yang bernilai positif. Nilai tersebut mencakup kedisiplinan, kemampuan public speaking, serta kemampuan beraksi di dalam baris-baris maupun pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap. Dari sisi persyaratan awal, usia peserta ditetapkan mulai 15 tahun sampai dengan 20 tahun, dengan ketentuan tinggi badan untuk putra minimal 165 sentimeter dan putri 163 sentimeter. Selain itu, peserta juga harus memiliki penampilan menarik, berbakat, dan berprestasi.
“Selain dari situ, untuk penyeleksiannya yaitu ada beberapa tahap yang harus diseleksi secara langsung atau offline. Tahapan tersebut diawali dengan interview, yang menjadi pintu awal penilaian karakter dan wawasan peserta,” kata Jepri.
Dalam sesi interview, terdapat sejumlah materi yang diuji. Yang pertama ada wawasan kebangsaan, sebagai dasar pemahaman peserta terhadap nilai-nilai nasionalisme. Yang kedua yaitu public speaking dan Bahasa, dengan bahasa wajib Bahasa Indonesia, sementara bahasa asing seperti Inggris, Jepang, atau Mandarin menjadi nilai tambah.
Tahapan berikutnya mencakup materi Pancasila, serta PBB dasar, baik PBB di tempat, gerakan berjalan, maupun gerakan berpindah tempat. Seluruh materi tersebut dirancang untuk menilai kemampuan teknis baris-berbaris sekaligus pemahaman ideologi bangsa.
Terakhir ada tes psikologi. Tes ini difokuskan pada penilaian karakter finalis, baik dari segi pribadi maupun segi kelompok, guna membentuk Duta Baris yang solid, adaptif, dan mampu menjadi teladan.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Bekasi, Cikarang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Cimahi. Dari total 51 orang yang mengikuti tahapan seleksi, 12 finalis, terdiri dari enam putra dan enam putri.
Terkait pelaksanaan puncak acara, Jefri memastikan bahwa final Duta Baris akan dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2026 dan bertempat di Gedung Sate. Acara tersebut terbuka untuk umum.
“Untuk umum itu diperbolehkan karena menjadi support juga buat para finalis, baik dari pihak sekolah, pihak umum, maupun dari keluarga,” ujarnya.
Jepri pun mengakui bahwa Duta Baris memang belum menggelegar namanya. Namun ia optimistis program tersebut akan menjadi agenda tahunan.
Ia menegaskan bahwa Forbasi Jawa Barat berkomitmen menjadikan Duta Baris sebagai pendobrak dan percontohan nasional bagi pengcab-pengcab dan pengda-pengda di masa mendatang.
“Kami sebagai Pengurus Pengda Forbasi Jawa Barat menciptakan hal yang baru, yaitu Pemilihan Duta Baris ini sebagai role model untuk Pengcab-pengcab Pengda-pengda ke depannya menjadi pemilihan setiap tahunnya,” pungkasnya. [SR]***





