majalahsora.com, Kabupaten Bandung –Kampus berkualitas Universitas Bale Bandung (Unibba) melalui Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun ini kembali mengadakan ajang kompetisi bergengsi Counting Competition in Mathematics (COCOMATH) bagi pelajar SMA, SMK, MA sederajat se-Kabupaten Bandung.
Kegiatannya dilangsungkan di Aula Gedung RH Lily Sumantri, Jalan R.A.A Wiranatakusumah No 7, Baleendah, Sabtu (14/2/2026).
Dekan FMIPA Unibba, Dr. Dini Andiani, S.Si., M.Pd., kepada majalahsora.com mengatakan, melalui kegiatan ini FMIPA Unibba berupaya menghilangkan stigma bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan.
Ajang COCOMATH 2026 diharapkan mampu menularkan kepada peserta, bahwa matematika itu menyenangkan. Juga menjadi sarana menjaring bibit-bibit calon mahasiswa baru Unibba atau siswa luaran SMA sederajat yang kreatif, unggul, dan aktif, khususnya dalam ranah matematika.
Dalam kompetisi ini terdapat dua jenis lomba yang diikuti para peserta, yakni lomba counting dan lomba desain poster.
Ajang COCOMATH 2026, FMIPA Unibba, berupaya menghapus stigma matematika pelajar sulit
“Ada dua jenis lomba. Yang pertama itu counting. Counting itu seperti halnya cerdas cermat,” kata Dini di ruang kerjanya, baru-baru ini.
(Ayo bergabung menjadi mahasiswa baru Universitas Bale Bandung, kampus berkualitas, biaya terjangkau, lulusan mudah bekerja. Klik pendaftaran PMB Unibba Tahun Akademik 2026/2027 di https://pmb.unibba.ac.id/)
Peserta terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan sebelum akhirnya dipilih lima orang terbaik untuk masuk ke babak final.
Dari babak final ini kemudian terpilih berdasarkan kompetisi tersebut tiga orang terbaik yang menjadi juara satu, dua, dan tiga.
Berikutnya lomba desain poster. Poster yang dibuat peserta sebelumnya dikirimkan kepada panitia, kemudian dinilai berdasarkan presentasi yang mereka bawakan di lokasi lomba.
Sebanyak tiga finalis terpilih mempresentasikan hasil desain posternya di hadapan dewan juri yang berasal dari internal dosen.
Peserta desain poster COCOMATH sedang melakukan presentasi
Ia menjelaskan bahwa untuk lomba desain poster terdapat dua juri, sedangkan untuk lomba counting, setelah babak penyisihan, penilaian dilakukan oleh tiga dosen.
Adapun untuk jumlah pesertanya tercatat sebanyak 29 siswa yang berasal dari sekolah yang ada di Kabupaten Bandung.
Masih diutarakan Dini, pihak panitia sebelumnya telah menyebarkan undangan lomba ke 100 sekolah yang ada di Kabupaten Bandung, namun yang daftar belum optimal. Berdasarkan hasil survei, hal ini disebabkan karena pelajaran matematika masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa.
Dengan adanya lomba ini diharapkan dapat menularkan kepada peserta bahwa matematika itu menyenangkan.
“Matematika itu fun, matematika itu asik, dan matematika itu tidak seseram yang mereka bayangkan,” ujarnya.
Juri COCOMATH 2026, sedang berdiskusi
Meski jumlah peserta masih terbatas, pihaknya menyebut antusiasme peserta yang hadir cukup tinggi.
Ia menuturkan banyak peserta yang berharap diundang kembali pada kegiatan serupa karena merasakan bahwa pembelajaran matematika dapat dikemas secara seru.
“Kegiatan ini merupakan event yang kedua sejak pertama kali digelar pada tahun 2024. Kami berharap kompetisi ini dapat dilaksanakan kembali pada tahun 2027 sebagai event ketiga sekaligus menjaring lebih banyak peserta,” kata Dini.
Ia menambahkan, secara fundamental matematika mampu membentuk daya pikir kritis, sistematis, logis, dan analitis pada siswa. Hal tersebut, lanjutnya, menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja di berbagai bidang.
Pada kompetisi ini, para pemenang mendapatkan piala dari universitas, piagam penghargaan, serta uang pembinaan dari fakultas.
Peserta lomba counting COCOMATH 2026 FMIPA Unibba
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar sekolah dengan peserta yang lebih banyak, tetapi juga sarana sosialisasi bahwa matematika dapat menjadi alat untuk mempermudah peluang kerja.
Hampir 90 Persen Lulusan FMIPA Unibba Diterima Kerja
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, hampir 90 persen lulusan Program Studi Matematika FMIPA Unibba telah bekerja, bahkan sebelum resmi lulus. Para alumni diketahui telah berkarier di sekolah sebagai guru dan bekerja di berbagai instansi.
“Bagi kami, orang-orang yang menjadi mahasiswa matematika Unibba itu di sini sudah bahagia. Pokoknya habis kuliah di matematika terus kerja itu gampang banget,” ujarnya.
Pihak fakultas berharap melalui kegiatan ajang COCOMATH ini, calon mahasiswa tidak lagi merasa takut terhadap matematika dan semakin yakin untuk melanjutkan studi di bidang tersebut pada masa mendatang.
Penjelasan Ketua Pelaksana COCOMATH 2026
Pada kesempatan berbeda, Devina Oktovina selaku Ketua COCOMATH 2026 merasa bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin kegiatan ini.
Devina Oktovina, Ketua COCOMATH 2026 (sepatu merah)
Dikatakannya, persiapan yang dilakukan oleh panitia bukan hanya berfokus pada aspek teknis perlombaan, tetapi juga pada bagaimana menciptakan suasana kompetisi yang sehat, edukatif, dan inspiratif bagi seluruh peserta.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang bermakna,” kata Devina, mahasiswi Prodi Matematika angkatan tahun 2023.
Pasalnya, menurut Devina selama ini matematika sering kali oleh masyarakat dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang.
“Melalui COCOMATH, kami berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih kompetitif dan menyenangkan, sehingga mampu menumbuhkan minat, meningkatkan kepercayaan diri, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis para siswa,” kata Devina.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi akademik antara siswa sekolah menengah dengan lingkungan perguruan tinggi.
Pemenang lomba poster COCOMATH 2026 FMIPA Unibba
Keberhasilan terselenggaranya COCOMATH 2026, kata Devina, tidak terlepas dari kerja keras seluruh panitia, dukungan fakultas, universitas, serta partisipasi aktif dari sekolah-sekolah yang turut serta.
Dirinya berharap ajang COCOMATH dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan, serta mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan berintegritas di bidang matematika dan sains.
“Semoga COCOMATH 2026 menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bandung,” kata Devina.
Daftar Juara Lomba Counting
Juara Kesatu SMK Umi Kulsum; Juara Kedua SMK Itikurih Hibarna; Juara Harapan Satu SMAN 1 Banjaran; Juara Harapan Dua, SMK Wirakarya 2 Ciparay; Juara Harapan Tiga, SMK Banjar Asri Cimaung.
Daftar Juara Lomba Poster
Juara Kesatu, Fabregas Parhanbo Sinaga (SMAN 1 Baleendah); Juara Kedua Tarisa Puspita Maharani (SMK Banjar Asri Cimaung); Juara Ketiga Rio Apriansyah (SMK Yadika Soreang); Juara Harapan Satu, Sona Soni Gumbira (SMK Banjar Asri Cimaung); Juara Harapan Dua, Andra Puterasetya M (SMK Itikurih Hibarna). [SR]***











