majalahsora.com, Kota Bekasi – Belum genap satu bulan memimpin SMKN 3 Kota Bekasi setelah dilantik pada 29 Oktober 2025, Drs. Bambang Nurcahyo langsung membeberkan kondisi sekolah dan berbagai rencana yang telah ia siapkan.
Kepada majalahsora.com, perwakilan Forum Wartawan Pendidikan Jabar, hanya satu minggu setelah pelantikan, dirinya bisa melihat bahwa SMK Negeri 3 Kota Bekasi memiliki potensi yang luar biasa. Meskipun dua tahun sebelumnya tidak memiliki kepala sekolah definitif.
“Dua hari tiga hari mempelajari (keadaan di SMKN 3 Kota Bekasi), ternyata sekolah ini juga berjalan dengan baik. Artinya, walaupun enggak ada kepala sekolah (definitif), budaya-budaya dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada,” kata Bambang, di ruang kepala sekolah, Perumahan Jalan Mutiara Gading Timur No 1, Rabu (19/11/2025).
Dengan pondasi yang dianggap sudah baik ini, Bambang merasa tugasnya kini hanya memoles dan mendorong program-program strategis.
Ia menyoroti ruh utama SMK, yakni teaching factory (TeFa). Dari empat program keahlian yang ada, baru dua yang berjalan.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Beny Setiawan, M.Pd
PR terbesar baginya adalah mendorong jurusan tata boga dan TKJ agar teaching factory bisa aktif dan maksimal. Terlebih sudah melihat langsung fasilitas tata boga yang mumpuni.
“Peralatannya sangat canggih, bagus-bagus semua, cuma belum dipoles, belum digunakan dengan maksimal. Padahal biayanya ratusan juta seperti di hotel atau restoran besar. Didukung SDM, baik siswa maupun guru yang kompeten, namun belum berjalan TeFa nya” ungkapnya.
Karena itu, Bambang akan mewujudkan teaching factory sebagai program utama.
Selain itu, SMKN 3 Kota Bekasi dalam waktu dekat, Sabtu-Minggu 22-23 November 2025, akan menggelar kegiatan gebyar lomba Paskibra, “LKBB AKABRIS 5” tingkat nasional yang kelima.
Ia menilai kegiatan ini penting untuk menunjukkan eksistensi sekolah.
Bank Mini SMKN 3 Kota Bekasi
“Dengan adanya kegiatan ini, kami akan mengibarkan bahwa SMK 3 eksis,” katanya.
Ketika ditanya soal potensi SDM, Bambang menilai daya dukung guru sangat baik. Jumlah PNS sebanyak 35 orang, ditambah dirinya menjadi 36. P3K berjumlah 36 orang dan ada 12–13 guru honorer. Semua dinilai potensial dan sesuai bidangnya.
“Saya kemarin sudah keliling di. TKJ ternyata para guru tidak kekurangan jam mengajar,” kata Bambang.
Meski demikian, dirinya mencatat jurusan perhotelan masih kekurangan guru produktif, hanya tiga orang padahal idealnya empat sampai lima.
Bambang juga menyoroti keterbatasan lahan sekolah yang hanya sekitar 8.000 meter persegi atau 0,8 hektar untuk menampung 1.600 siswa. Kondisi ini dinilainya tidak ideal.
Laundry SMKN 3 Kota Bekasi TeFa jurusan Perhotelan
Ke depan, apabila jumlah gurunya mencukupi, ia mempertimbangkan pengurangan jumlah siswa pada jurusan tertentu, namun kebijakan provinsi tidak memperbolehkan pengurangan siswa. Solusinya dengan penambahan lahan, antara lain untuk membangun ruang kelas baru.
“Kami harus mencari lahan lagi. Sudah ada pengajuan sekitar 1.500 meter lahan yang mau kami beli kalau disetujui provinsi,” ujarnya.
Tantangan di SMKN 3 Kota Bekasi dan Kepemimpinan Saat di SMKN 1 Cikarang Barat
Saat disinggung mengenai tantangan terbesar, Bambang ingin memajukan siswa, namun berbenturan dengan dana yang ada dan tidak memungkiri bahwa ketersediaan dana yang minim kini menjadi dilema. Apalagi dengan tidak diperbolehkannya sokongan dana dari komite, sekolah hanya mengandalkan dana BOS dan BOPD.
“Saya harus punya jiwa wirausaha. Akan saya gali dari peralatan yang ada di sini, dari guru-guru, dari sumber daya yang ada supaya bisa mencari dana dari sekolah selain dari luar,” jelasnya.
Ia bahkan menargetkan SMKN 3 Kota Bekasi menjadi sekolah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), meskipun saat ini baru berada pada tahap TeFa.
Ahmad Mualif Ketua Forum Wartawan Pendidikan Jabar, saat bersilaturahmi ke SMKN 3 Kota Bekasi
Menoleh ke belakang, Bambang memaparkan pengalamannya saat memimpin SMKN 1 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi selama 7,5 tahun.
Dengan potensi lahan seluas 7,2 hektare, ia berhasil membangun banyak bengkel dan fasilitas melalui berbagai sumber dana, sejak 2018.
Tahun 2019 SMKN 1 Cikarang Barat mendapat revitalisasi senilai Rp 1,9 miliar untuk tiga bengkel, kemudian berlanjut tahun 2020–2023 hingga mendapat dana 4.0 senilai Rp 1,9 miliar untuk otomotif, dan DAK provinsi 2024 sekitar Rp 1,7 miliar.
Pada 2025, sekolah kembali mendapat bantuan senilai Rp 1,3 miliar untuk pembangunan ruang kelas dengan toilet di dalamnya.
“Seperti otomotif sekarang sudah punya tiga bengkel, mungkin terbesar di Jawa Barat,” ujarnya.
Peralatan jurusan Tata Boga SMKN 3 Kota Bekasi yang representatif
Intinya dirinya selama memimpin di SMKN 1 Cikarang Barat sudah banyak membangun sarana prasarana memadai. Apalagi sebelumnya siswa moving class, saat ini sudah memiliki kelas dan bengkel praktik yang memadai.
Ia berharap kepala sekolah baru di Cikarang Barat dapat melanjutkan program yang sudah Bambang canangkan, terutama terkait kedisiplinan dan pembangunan sesuai site plan, bisa dilanjutkan.
Bambang pun berharap kepemimpinannya di SMKN 3 Kota Bekasi, seperti pengalamannya di Cikarang Barat, mampu membawa perubahan signifikan.
Kepala SMKN 3 Bekasi Definitif Harapan Besar untuk Akselerasi Sekolah
Kehadiran Kepala SMKN 3 Kota Bekasi yang baru, memberi harapan positif.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Beny Setiawan, M.Pd., menilai selama hampir dua tahun sekolah tidak memiliki kepala sekolah definitif. Meskipun berbagai program bisa berjalan, namun, tidak seleluasa saat dipimpin oleh kepala sekolah definitif. Sehingga kehadiran Bambang menjadi angin segar, perubahan.
Bambang Nurcahyo, akan dorong terwujudnya TeFa jurusan Tata Boga SMKN 3 Kota Bekasi
“Harapan saya dengan adanya Pak Bambang sebagai kepala sekolah definitif di sini bisa punya akselerasi untuk lebih greget lagi, terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan bahkan bisa dikembangkan lagi,” ujarnya.
Beny, yang telah mengabdi selama 15 tahun di SMKN 3 Kota Bekasi, menilai sekolah memiliki potensi besar pada jurusan tata boga dan perhotelan.
Namun kenyataannya, pendaftar terbanyak saat SPMB justru berasal dari jurusan TKJ dan akuntansi.
“PR kami sebagai Guru SMK 3 bagaimana caranya jurusan perhotelan dan tata boga itu bisa unggul dan masyarakat bisa lebih terbuka lagi,” katanya.
Padahal kebutuhan tenaga kerja di bidang kuliner atau tata boga, dan perhotelan sangat tinggi.
Lingkungan SMKN 3 Kota Bekasi yang asri
Saat ini SMKN 3 Bekasi memiliki 1.643 siswa dengan jumlah 45 rombongan belajar. Jurusan TKJ total 15 kelas, Akuntansi 15 kelas, Tata Boga 9 kelas, dan Perhotelan 6 kelas.
Tingginya animo masyarakat juga menjadi bukti kuat daya tarik SMKN 3 Bekasi. Dari kuota 500 siswa, pendaftar mencapai 1.500.
Tatantangan saat SPMB pun diakuinya berat, pasalnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya ke SMKN 3 Kota Bekasi sangat besar.
Masih dari aspek kesiswaan, Beny menekankan pentingnya perhatian khusus pada kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).
Di SMKN 3 Bekasi sendiri tercatat ada 15 ekskul aktif, antara lain Futsal, Voli, Basket, PMR, Paskibra, Pramuka, Sinigasi (perfileman), Saniku (Japanese club), English club, hingga rohis,” ucapnya.
SMKN 3 Kota Bekasi, salah satu sekolah vokasi top di Jabar
“Dan masing-masing eskul itu, Alhamdulillah, setiap minggunya selalu menyumbangkan piala,” ungkapnya.
Ia pun mendorong siswa terus mengikuti kompetisi.
“Karena buat apa ada eskul kalau tidak dilatih dengan ikut lomba. Karena dengan ikut lomba, akan tahu kekurangan kami, kelebihan kami.”
Beny berharap ke depan kegiatan ekstrakurikuler lebih didorong lagi. Ia menilai pembentukan karakter tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi justru sangat kuat di aktivitas minat dan bakat.
“Eskul mah anak senang, ya. Jadi apapun peraturannya dia akan ikutin karena senang, sesuai passionnya,” pungkasnya. [SR]***













