majalahsora.com, Kota Cimahi – Antusiasme tinggi terlihat di SMA Pasundan 2 Cimahi. Sebanyak 255 siswa kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai persiapan menghadapi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Perdana diadakan oleh Kemendikdasmen pada tahun ajaran ini. Meski bersifat tidak wajib, TKA menjadi acuan penting dan validator nilai rapor untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Tes ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan siswa menghadapi dunia perkuliahan.
Kepala SMA Pasundan 2 Cimahi, Sri Rahayu Iryaningsih, S.Pd., menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan TKA sebagai langkah nyata meningkatkan kesiapan akademik siswa.
TKA di SMA Pasundan 2 Kota Bandung, diadakan dari tanggal 3-6 November 2025
“Kami mempersiapkan sedini mungkin perangkat, alat, dan kebutuhan lainnya. Banyak siswa yang berminat, mudah-mudahan berhasil dan lancar sampai akhir,” ujar Sri di ruang kerjanya, Rabu (5/11/2025).
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum sekaligus Ketua Pelaksana TKA, Hany Anggraeni, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua gelombang, 3-6 November 2025, dengan tiga sesi setiap harinya. Sebagai sarana pendukung ada 50 komputer dan dua ruangan utama yang digunakan saat TKA. Setiap sesi diikuti oleh 46 peserta mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.
“Ini baru pertama kali dilaksanakan secara nasional. Kami optimalkan seluruh perangkat agar berjalan lancar,” ungkap Hany.
Dari 316 siswa kelas XII, sebanyak 60 siswa tidak mengikuti TKA karena memilih langsung bekerja setelah lulus, sebagian besar karena orang tua mereka merupakan pengusaha.
TKA SMA Pasundan 2 Cimahi, menggunakan dua laboratorium komputer
Sementara itu, mayoritas peserta TKA memilih peminatan Ekonomi dan Sosiologi, bahkan banyak dari jurusan MIPA yang memilih lintas jurusan dengan alasan ingin menjadi pengusaha melalui jurusan Akuntansi.
Hany menuturkan, tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan. Sekolah telah menyiapkan kegiatan ini sejak lama, termasuk program pemantapan sesi tambahan setiap pukul 16.00–17.00 WIB bagi siswa yang ingin memperdalam kemampuan dan mengatasi rasa tegang.
“Kebanyakan takut nilainya rendah di sertifikat TKA, jadi kami bantu lewat Pemantapan,” jelasnya.
Menurut Hany, TKA penting sebagai penguat nilai akademik.
Raisya Asmiranda dan Yasinta Dwi Adha deg-degan mengikuti TKA
“Walaupun tidak menentukan kelulusan, tapi berguna sebagai validator nilai siswa. Nilai TKA otomatis terhubung ke sistem pusat dan dikirim langsung ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia berharap program TKA terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang sebagai acuan minat siswa terhadap jurusan kuliah yang akan diambil.
Suara Siswa: Antara Tegang dan Antusias
Salah satu peserta, Raisya Asmiranda dari kelas XII MIPA 4, mengaku gugup menghadapi TKA pertamanya.
“Saya deg-degan, apalagi pas simulasi ternyata tidak semudah itu. Dua bulan sebelumnya saya rutin latihan soal lewat buku dan daring,” tuturnya.
Banyak siswa SMA Psundan 2 Kota Cimahi yang ingin melanjutkan kuliah
Raisya berencana melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Kedokteran.
Rekan sekelasnya, Yasinta Dwi Adha, juga merasakan hal serupa.
“Soalnya sulit dan beragam, jadi memang harus banyak belajar. Saya fokus di Matematika dan Biologi karena ingin masuk jurusan Keperawatan di UNPAD atau kampus Rajawali,” katanya.
Keduanya berharap nilai TKA yang diperoleh sesuai harapan dan menjadi langkah awal menuju kampus impian. “Semoga berjalan lancar dan apa yang dipelajari keluar di soal,” pungkas Yasinta. [SR]***









