majalahsora.com, Kota Bandung – Kepala SMAN 8 Kota Bekasi yang baru dilantik, Acep Hadi, S.Pd., memaparkan program awal setelah resmi menjabat. Awak media majalahsora.com dari Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat (FWP Jabar) sengaja berkunjung untuk mengetahui langkah awal Acep dalam menakhodai sekolah tersebut.
Acep sebelumnya dilantik bersama 640 Kepala SMA, SMK, dan SLB oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) pada 29 Oktober 2025 di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung.
Dalam kesempatan ini, Acep menjelaskan sudah mulai melakukan koordinasi dengan para wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, termasuk siswa, agar pembahasan lanjutan dapat dibawa ke rapat khusus terkait program kerja ke depan.
Ia menggambarkan bahwa SMAN 8 Kota Bekasi selama ini sudah terkoordinasi dengan baik antara wakasek dan guru, begitu pun program-program yang berjalan cukup baik meskipun ada beberapa hal yang perlu peningkatan.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, SMAN 8 Kota Bekasi, Karnadi, M.Pd., di salah satu ruang kelas
Terdekat, mendukung program dari KDM untuk menggerakan Gapura Pancamaluya, membentuk karakter siswa agar menjadi pribadii yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.
Sejalan dengan itu, ia ingin memperkuat karakter siswa meskipun secara akademik dinilainya sudah bagus, terbukti mampu menduduki rangking pertama di Jawa Barat dan siswanya banyak masuk perguruan tinggi negeri.
Soal fasilitas, Acep menyoroti beberapa sarana yang harus segera dibenahi agar tidak membahayakan siswa, seperti antisipasi atap sekolah roboh.
Ia memperkirakan pada 2026 harus ada rehabilitasi dan akan berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III serta Dinas Pendidikan Jabar, mengingat masa tugas dirinya hanya satu tahun lagi.
Pembelajaran di SMAN 8 Kota Bekasi
Selain karakter siswa, Acep juga ingin meningkatkan kompetensi guru secara berkesinambungan melalui kegiatan In House Training (IHT) antara lain program Gapura Pancawaluya dengan menghadirkan narasumber dari provinsi pada 25–26 November 2025 mendatang.
Dari segi prestasi, menurutnya SMAN 8 Kota Bekasi sudah memiliki banyak capaian membanggakan, terutama di bidang ekstrakurikuler seperti marching band dan olahraga.
“Potensi pada beberapa cabang olahraga pun menunjukkan hasil, terbukti ada siswa kami yang masuk POPNAS,” kata Acep di ruang kerjanya,Jalan Irigasi No.1,
Potensi siswa lainnya terlihat dari kapasitas kepemimpinan OSIS yang dinilai sudah sangat bagus karena mampu memanajemen kegiatan dengan baik.
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana, Taufik, S.Pd
Ia juga menyinggung perubahan jalur masuk perguruan tinggi melalui TKA, sehingga ke depan program peningkatan nilai TKA akan diprioritaskan.
Untuk komunikasi internal, Acep menyampaikan sudah dua kali rapat khusus: perkenalan dan penyampaian program mendesak. Namun komunikasi intens dilakukan setiap hari karena ia mengaku lebih suka keliling sekolah dan berdialog dari hati ke hati dengan warga sekolah untuk mengetahui kebutuhan mereka.
Dengan begitu ia berharap kehadirannya membawa kebaikan dan kemajuan bagi sekolah.
Pindah Tugas Lebih Dekat dengan Domisili
Acep membenarkan bahwa perpindahan tugasnya merupakan bagian dari program KDM untuk mendekatkan kepala sekolah dengan domisili. Sebelumnya ia bertugas di SMA 1 Sukakarya, Kabupaten Bekasi dengan jarak sekitar 70 km.
Lapang SMAN 8 Kota Bekasi
Masih dari penuturannya, setiap hari berangkat pukul 05.00 atau 05.30 dan menempuh perjalanan 1,5 sampai 2 jam. Kini jarak rumahnya ke SMAN 8 hanya 15 km dan dapat ditempuh 30 menit lewat tol, sehingga lebih efektif dan tidak lagi menghabiskan TPP untuk bensin dan tol.
Perubahan di SMAN 1 Sukakarya, Kabupaten Bekasi
Selama tiga tahun tujuh bulan bertugas di sekolah sebelumnya, Acep melakukan banyak perubahan. Saat awal masuk, kedisiplinan siswa belum karuan dan banyak datang terlambat.
Kemudian ia membuat kebijakan masuk pukul 06.30 sebelum KBM dimulai, meski sempat ditentang orangtua dan guru. Anak-anak cenderung menuju dunia kerja sehingga karakter harus dibangun sejak pagi melalui zikir, tadarus, dan kegiatan rutin lainnya dari Selasa hingga Jumat.
Acep juga membenahi SDM guru yang sebelumnya terkotak-kotak, hingga tercipta keharmonisan. Selain itu peningkatan fisik SMAN Sukakarya, yang tadinya hanya memiliki 7 kelas menjadi 12. Lalu pembangunan ruang guru, toilet, UKS, dan rehab lainnya yang masih berjalan hingga Desember.
Laboratorium komputer SMAN 8 Kota Bekasi
Kepada penggantinya, Acep berpesan agar komunikasi yang harmonis tetap dijaga, karena menurutnya kepala sekolah hanyalah jabatan di ruangan, selebihnya ia sama seperti guru.
Kebiasaan keliling sekolah sebelum masuk kantor sudah ia lakukan sejak mengajar di SMA 7 Kota Bekasi selama 23 tahun.
Acep berharap meskipun belum lama memimpin SMAN 8, dirinya ingin membawa keberkahan sesuai visi sekolah: unggul dalam prestasi, disiplin, dan beriman.
Harapan di Bawah Kepemimpinan Acep
Kepemimpinan Acep memunculkan harapan besar di lingkungan sekolah. Wakasek Sarana dan Prasarana, Taufik, S.Pd., menilai berbagai persoalan sarana prasarana kini mulai mendapat solusi.
Lingkungan masjidd SMAN 8 Kota Bandung
Menurutnya, kemajuan akademik, non-akademik, hingga sarana prasarana sangat bergantung pada arah kebijakan pimpinan. Karena itu ia menyambut baik komitmen Acep yang sejak hari pertama langsung memotret kondisi sekolah dan melakukan langkah awal perbaikan.
Taufik menegaskan bahwa kebutuhan mendesak mulai ditangani, termasuk rehab yang sudah berjalan, pengisian data pengajuan di Dapodik, hingga pemetaan fasilitas rusak.
Ia mengatakan visi misi Acep sangat mendukung kemajuan sekolah. Saat Acep tiba, dirinya langsung diajak berkeliling melihat kondisi riil sekolah, mulai dari laboratorium, aula, hingga fasilitas lain yang harus direhab.
Di samping itu ia berharap kebutuhan kursi dan meja siswa dapat segera dipenuhi agar proses belajar mengajar berjalan nyaman.
Program MBG yang sudah berjalan di SMAN 8 Kota Bekasi
Saat SPMB 2025/2026 dengan program PAPS, jumlah siswa baru membludak sehingga berdampak pada kekurangan kursi meja. Kursi-kursi lama yang ada kini sudah banyak yang rusak, bahkan ada siswa yang terpaksa duduk lesehan.
Ia optimistis perbaikan dan pemenuhan kebutuhan yang ada dapat dikebut oleh Acep. Beberapa kebutuhan mendesak sudah didaftarkan, meliputi rehab banyak ruang kelas, rehab ringan, keramik, laboratorium, WC, hingga ruang guru.
“Sepertinya sekarang ini itu udah urgen banget, karena sudah berapa tahun tuh enggak pernah dapat (bantuan pemerintah),” katanya.
Taufik berharap tahun 2026 SMAN 8 Kota Bekasi dapat memperoleh bantuan, apalagi pihaknya sudah mengajukan rehabilitasi untuk 33 ruang kelas dan laboratorium. [SR]***












