• SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora.
  • Serba Serbi
  • Jalan-Jalan
  • Video
  • Persib
  • Sobat Sora
  • Mojang Jajaka Sora
  • Hot
  • Kuliner
  • Heuheuy Deudeuh
Majalah Sora
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN
No Result
View All Result
Majalah Sora
No Result
View All Result
Home Tokoh

80 Tahun Aam Amilia, Indung Sastra Sunda yang Dinilai Setara dengan Pengarang Dunia

majalah by majalah
21/12/2025 10:10 PM
in new
0 0
0
Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Budi A Riyanto, komikus ternama, saat memberikan karikatur Aam Amilia, didampingi oleh Abdullah Mustappa (Suami Aam Amilia), sastrawan dan budayawan Jabar, pada 18 November 2025 ulang tahun ke-80

355
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

majalahsora.com, Kota Bandung – Momentum peringatan ulang tahun ke-80 sastrawati Sunda ternama Aam Amilia menjadi ruang refleksi sekaligus silaturahmi lintas generasi sastra.

Sosok yang selama puluhan tahun konsisten membangun tradisi kepengarangan Sunda itu dinilai layak ditempatkan sejajar dengan pengarang kelas dunia, terutama melalui kekuatan tema domestik yang bernilai universal.

Pengakuan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Layang Pangajen ka Aam Amilia” yang digagas Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS). Diadakan di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No 2, Kota Bandung, Minggu (21/12/2025).

Ketua PP-SS, Cecep Burdansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan hari ulang tahun, melainkan bentuk penghormatan atas garis pemikiran dan konsistensi karya Aam Amilia yang telah memberi fondasi kuat bagi Sastra Sunda.

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Ketua PP-SS, Cecep Burdansyah, saat memberikan sambutan Layang Pangajen ka Aam Amilia, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No 2, Kota Bandung

Cecep Burdansyah mengungkapkan, layang pangajen (penghargaan) ini bertepatan dengan usia ke-80 sang pengarang menjadi momentum silaturahmi batin, antara pengarang yang digugu dan ditiru dengan para penerusnya.

“Ini momentum silaturahmi antara pengarang yang digurukan, namanya Ceu Aam Amilia, dengan para penerusnya seperti saya yang lebih muda, dan yang lebih muda lagi,” ujar Cecep, kepada majalahsora.com, Forum Wartawan Pendidikan Jabar, usai kegiatan Layang Pangajen ka Aam Amilia, di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi.

Ia menjelaskan, silaturahmi tersebut bukan hanya pertemuan fisik, melainkan menyambungkan pemikiran dan garis ide yang tertuang dalam karya-karya Aam Amalia.

Menurutnya, dalam jagad sastra Sunda, Aam Amilia memiliki ciri khas tersendiri yang agak sulit ditandingi, meskipun pengikutnya cukup banyak.

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Tampilan tembang Cianjuran dari Ani Sukmawati

Lanjut Cecep, tidak banyak yang benar-benar memahami kekuatan utama karya-karyanya.

Justru melalui tema yang kerap dianggap “domestik”, Aam Amilia membuktikan bahwa drama rumah tangga dapat menjadi kekuatan sastra yang besar dan bernilai universal.

Cecep menilai Aam Amilia sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang kerap menyebut karya pengarang Sunda berputar di wilayah domestik.

“Tema domestik itu di tangan Ceu Aam justru menjadi keunggulan tersendiri. Itu jadi garis ciri khas yang menjadi kekuatan, yaitu romantika,” kata Cecep.

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Diskusi Romantika Karya-karya Aam Amilia, menghadirkan Dra. Ai Koraliati, M.Pd., sastrawati, Prof. Dr. Chye Retty Isnendes, M.Hum., Guru Besar Sastra UPI, Rosyid E Abby, sutradara, jurnalis, sekaligus Pemimpin Redaksi SKM Galura, dimoderatori oleh Walid Muhammad Taufik, S.Pd

Ia bahkan menegaskan bahwa anggapan drama rumah tangga sebagai kelemahan sastra adalah keliru. Cecep mencontohkan, dalam karya sastra dunia peraih Nobel pun banyak mengangkat persoalan rumah tangga.

“Di dalam karya sastra dunia yang mendapatkan Nobel, banyak persoalan-persoalan rumah tangga. Kalau menurut saya, Ceu Aam itu sudah setara dengan pengarang-pengarang kelas dunia yang ciri khasnya adalah drama rumah tangga,” ujarnya.

Ditegaskan Cecep, tantangan saat ini adalah bagaimana pengarang Sunda yang lebih muda mampu melihat drama rumah tangga sebagai kekuatan, bukan sekadar wilayah domestik. Terlebih, tema tersebut juga menjadi cara menjawab pola pikir patriarkis yang kerap meremehkan karya perempuan.

“Justru di situlah kekuatan pengarang-pengarang wanita Sunda, dan itu dibuktikan oleh Ceu Aam,” katanya.

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Aam Amilia, banyak menerima berbagai penghargaan, menulis banyak carpon, novel, melahirkan banyak penulis serta pengarang hebat, sampai saat ini masih aktif menulis

Ia menegaskan, generasi muda, khususnya mahasiswa sastra Sunda, tidak cukup hanya mengenal nama besar Aam Amilia. Mereka harus memahami garis pemikirannya.

“Jangan hanya kenal nama Aam Amilia mentereng, tapi ketika ditanya ciri khasnya apa, tidak bisa menjawab,” ucap Cecep.

Sebagai Ketua PP-SS, Cecep menyebut salah satu tugasnya adalah meneruskan garis pemikiran Aam Amilia kepada generasi penerus. Ia pun menyampaikan doa dan harapan di usia ke-80 sang sastrawati.

“Saya berdoa Ceu Aam Amilia, Kang Abdullah Mustappa, dan keluarganya sehat selalu, terus berkarya. Pengarang itu tidak mengenal usia, yang penting sehat dan bisa menulis,” tuturnya.

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Menurut Ketua Panglawungan 13, Iwan Muhammad Ridwan, Aam Amilia merupakan Ibu Ideologi bagi dia dan rekan-rekannya

Cecep juga menekankan keteladanan Aam Amalia yang paling utama adalah konsistensi. Ia mengenang sang guru yang tidak pernah putus dalam berkarya dan mengajarkan teknik menulis kepada generasi penerus sejak tahun 1980-an.

“Saya merupakan murid angkatan kedua (grup Harupat). Ceu Aam itu konsisten, baik mengajar maupun berkarya. Itu yang harus diteladani,” katanya.

Kata Cecep, konsistensi itulah bentuk warisan paling berharga dari Aam Amilia bagi Sastra Sunda.

“Inilah bentuk terima kasih saya sebagai murid dan sebagai Ketua PP-SS,” pungkasnya.

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Rinrin Candraresmi membacakan carpon Samagaha (bagian delapan) karya Aam Amilia

Pengakuan terhadap jasa besar Aam Amilia juga datang dari kalangan sastrawan lainnya, yakni Rosyid E Abby. Dorongan penghargaan tersebut datang dari komunitas pengarang yang dibidani Aam Amilia tidak hanya bersifat karya, tetapi juga regenerasi. Ia dianggap sebagai figur sentral yang menjaga keberlangsungan sastra Sunda, terutama dalam ranah prosa modern.

Menurutnya layang pangajen (penghargaan) terhadap Aam Amilia, sudah sangat semestinya diadakan oleh komunitas pengarang (kalau pun tidak oleh pemerintah setempat), mengingat Aam Amilia bukan hanya berjasa terhadap perkembangan sastra Sunda, terutama prosa, juga terhadap eksistensi kepengarangan Sunda.

Masih dari keterangan Rosyid penghargaan semacam ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk tanggung jawab moral komunitas sastra terhadap tokoh yang telah memberi fondasi kuat bagi perkembangan kesusastraan daerah.

“Beliau adalah Indung Sastra Sunda, atau Indung Prosa Sunda Modern kalau menurut Chye Retty Isnendes,” kata Rosyid, sastrawan, sutradara dan jurnalis yang pernah belajar mengarang dan menulis di Caraka Sundanologi, grup Pustaka Karsa Sunda (PKS), asuhan Aam Amilia dan Abdullah Mustappa

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Undangan yang hadir pada acara Layang Pangajen ka Aam Amilia

Sebutan tersebut, lanjut Rosyid, bukanlah klaim berlebihan. Aam Amilia telah menjadi figur keibuan dalam dunia sastra Sunda dalam membina, membimbing, dan membuka jalan bagi generasi penerus pengarang.

Beliau banyak melahirkan para pengarang yang nantinya cukup punya nama. Jadi, sudah sewajarnyalah PP-SS sebagai wadah/organisasi pengarang Sunda menyelenggarakan acara semacam ini sebagai tanda terima kasih.

“Ini bukan hanya soal penghargaan personal, tapi penghormatan terhadap sejarah sastra Sunda itu sendiri,” kata Rosyid menegaskan.

Sedangkan bagi Iwan M Ridwan, Ketua Panglawungan 13, komunitas pengarang Sunda binaan Aam Amilia, kehadiran sang mentor bukan sekadar pengajar. Ia bahkan diibaratkan seperti pengganti ibu sendiri

Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Nurani (grup belajar mengarang) asuhan Aam Amilia memberikan lukisan dan buket bunga

“Sosok yang begitu menyayangi kami sebagaimana beliau menyayangi anak-anaknya. Kami bisa dikatakan anak ideologi Bu Aam,” kata Iwan.

Menurutnya belajar dengan Aam Amilia terasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang lebih dari sekadar seseorang yang mengajarkan ilmu dan berbagi pengalamannya. Tetapi lebih dari itu.

“Kami di Komunitas Panglawungan 13 yang diasuh oleh beliau mendapatkan pengajaran yang betul-betul nyaman. Ruang diskusi terbuka, detail dalam memeriksa dan memberi saran, juga dalam perhatiannya semisal menyediakan tempat dan sesuguhan bagi kami,” kata Iwan.

“Dorongannya agar kami terus menulis, perhatiannya dalam memberi saran untuk menjadi penulis, itu seperti seorang yang betul-betul menuntun kami untuk melangkah,” lanjutnya.

Ferry Curtis Musisi Layang Pangajen Panglawungan Sunda Layang Pangajen ka Aam Amilia

Ferry Curtis, musisi balada ternama Indonesia, sengaja hadir menghibur, kado untuk Aam Amilia yang genap berusia 80 tahun

Maka wajar jika banyak sastrawan Sunda yang mengaku sebagai muridnya. Ia merasakan betul dari semula yang belum bisa menulis, mulai belajar sampai pada tahap publikasi.

“Dari kami Panglawungan 13 menghaturkan banyak terimakasih atas dedikasi Ibu Aam sejauh ini,” kata Iwan M Ridwan mewakili komunitasnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun disertai doa tulus.

“Kami ucapkan selamat ulangtahun, semoga Bu Aam termasuk dari tiga golongan yang dalam Hadits Nabi sebagai manusia yang amalnya tidak terputus sampai alam keabadian,” ujarnya.

Foto bersama dengan komunitas pengarang Panglawungan P 13

Dedikasi Aam Amilia dalam membina generasi penulis Sunda pun dinilai telah meninggalkan jejak yang akan terus hidup dan mengalir dalam dunia sastra.

Sekedar diketahui dalam kegiatan tersebut digelar diskusi “Romantika Sastra dina Karya-karya Aam Amilia”, menghadirkan Prof. Dr. Chye Retty Isnendes, M.Hum., Guru Besar Sastra UPI, yang  mengulas “Jagat Batin Tokoh Wanoja Sunda”. Rosyid E Abby, sutradara, jurnalis, sekaligus Pemimpin Redaksi SKM Galura (Grup Pikiran Rakyat), mengulas “Dedikasi Aam Amilia Ngaping Pangarang”, serta Dra. Ai Koraliati, M.Pd., sastrawati yang mengupas “Teknik Ngolah Drama Rumah Tangga Jadi Kakuatan Carita”.

Selain itu, acara dimeriahkan dengan tampilan tembang Sunda Cianjuran oleh Ani Sukmawati, tafsir dramatik “Buron” naskah sutradara REA dengan musik Farhan Venyol dan pemeran Eka Candra W, Dadan Darto Ramdani, serta Laras Yoseph Iskandar. Sedangkan Rinrin Candraresmi membacakan carpon Samagaha (bagian delapan) karya Aam Amilia.

Acara tersebut dihadiri para sastrawan, akademisi, jurnalis, serta murid-murid Aam Amilia dari berbagai generasi. [SR]***

Tags: #Aam Amilia#Abdullah Mustappa#Berita ViralCecep BurdansyahLayang Pangajen Aam AmiliaPangarangSastraViralViral Bandung
majalah

majalah

Related Posts

El Clasico Persib vs Persija Erwan Wagub Jabar
Persib

Jelang Laga El Clasico Persib vs Persija, Wagub Jabar Imbau Bobotoh Gelar Nobar Demi Keamanan & Kebersamaan

by majalah
10/01/2026 2:28 PM
Cara Masuk PTN SNBT Class 2026 dari SINCOSTAN
Sora Sakola

Siswa Kelas XII dan Alumni yang Ingin Diterima di PTN Wajib Ikuti SNBT Class 2026 dari SINCOSTAN Academy Ayo Daftar Jangan Telat

by majalah
08/01/2026 5:35 PM
Telkom University Abdimas Internasional di Taiwan
Sora Sakola

Telkom University Perkuat Kewirausahaan Digital PMI Taiwan, Tekankan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi dan AI

by majalah
08/01/2026 1:34 PM
Telkom University Abdimas Internasional Telkom University di Malaysia
Sora Sakola

Telkom University Dorong Daya Saing Industri FMCG Malaysia Melaui Penguatan SDM dan Pemasaran Digital

by majalah
08/01/2026 12:31 PM
Dr. Ratna Komala Putri, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (kiri) saat program Abdimas Internasional Telkom University di Taiwan
Sora Sakola

Program Abdimas Internasional Telkom University Dorong Kesiapan Reintegrasi dan Persiapan Pulang PMI di Taiwan

by majalah
08/01/2026 12:03 PM
No Result
View All Result

Kategori Berita

Arsip Berita

Berita Terbaru

  • Jelang Laga El Clasico Persib vs Persija, Wagub Jabar Imbau Bobotoh Gelar Nobar Demi Keamanan & Kebersamaan
  • Siswa Kelas XII dan Alumni yang Ingin Diterima di PTN Wajib Ikuti SNBT Class 2026 dari SINCOSTAN Academy Ayo Daftar Jangan Telat
  • Telkom University Perkuat Kewirausahaan Digital PMI Taiwan, Tekankan Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi dan AI
  • Telkom University Dorong Daya Saing Industri FMCG Malaysia Melaui Penguatan SDM dan Pemasaran Digital
  • Program Abdimas Internasional Telkom University Dorong Kesiapan Reintegrasi dan Persiapan Pulang PMI di Taiwan
Facebook Twitter Youtube Instagram

Kategori Berita

  • CARPON & SAJAK
  • Ekskul
  • Heuheuy Deudeuh
  • Hot
  • Jalan-Jalan
  • Kuliner
  • Mojang Jajaka Sora
  • new
  • Pemerintahan
  • Persib
  • Promoted
  • Serba Serbi
  • Sobat Sora
  • Sora Sakola
  • Tokoh

Majalahsora.com

  • Redaksi Majalahsora
  • Kebijakan Privasi / Privacy

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

No Result
View All Result
  • SORA SAKOLA
    • ESKUL
  • SOBAT SORA
  • GALLERY
    • SERBA-SERBI
    • JALAN-JALAN
    • Video
  • KULINER
  • TOKOH
  • HEUHEUY DEUDEUH
    • CARPON & SAJAK
  • PEMERINTAHAN

© 2019 Majalah Sora All Rights Reserved
Designed by tokoweb.co

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In