Majalah Sora|Friday, March 22, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Workshop IHGMA BPD Jawa Barat 2018: Demi Menahan Gempuran MEA

Workshop IHGMA BPD Jawa Barat 2018: Demi Menahan Gempuran MEA 

Workshop IHGMA BPD Jawa Barat 2018

majalahsora.com, Kota Bandung – Sabtu 7 Juli 2018  Indonesian Hotel General Manager Association BPD Jabar (Chapter Parahyangan) mengadakan workshop di Patra Comfort Hotel Jalan Ir H Djuanda 132 Bandung dengan menampilkan pemateri Irmansjah Madewa CHA, CHIA  yang membahas “Strategi Meningkatkan Daya Tahan GM Hotel dan Tips dan Trik Sukses Berinteraksi dengan Owner: Culture (Awarness & Adaptability)”.

Dalam kegiatan tersebut hadir Herman Muhtar Ketua BPD PHRI Jawa Barat, didampingi Ketua DPD IHGMA DPD Jabar Iwan Rismawardani, CHA.

Usai acara Iwan Rismawardani, CHA menjelaskan kepada wartawan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menangkal gempuran MEA (Masyarakat Ekonomi Asia),  “Tenaga kerja asing yang berprofesi sebagai guru dan  perawat termasuk orang-orang hotel itu sudah jauh-jauh hari mempersiapkan segalanya sedemikian rupa, seperti belajar bahasa Indonesia dan sebagainya, tapi persiapan kita seperti apa kita tidak tahu pasti. Nah kita juga khususnya dari hotel harus menangkalnya dengan memberikan ilmu dan bekal lainnya untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja asing,” kata Iwan serius.

Menurut Iwan program MEA ini harus benar-benar diantisipasi supaya kita bisa bersaing di global.

Jadi secara umum kata Iwan,  asosiasi GM  terutama di BPD Jabar ini  intinya bercita-cita meningkatkan Sumber Daya Manusia,  meningkatkan kualitas GM se-Jabar supaya bisa bersaing baik secara nasional dan internasional, “Kita memang tidak bisa menahan,  mau tidak mau mereka datang dengan perjanijan pasar bebas siapa yang mau nahan,  nggak ada. Cuma kita harus persiapan,  masa kita harus di bawah terus melayani orang,” tambah Iwan yang juga jadi General Manager Galeri Ciumbuleuit Hotel & Apartment ini, serius. 

Untuk itulah kata Iwan, IHGMA Jawa Barat punya program rutin dua bulan sekali mengadakan seminar, workshop yang temanya disesuaikan dengan phenomena yang terjadi, “Seperti sekarang kami mengadakan workshop soal adaptasi, soal awareness bagaimana caranya agar GM dan owner ada chemistry jadi satu, kalau ada kolaborasi antara yang punya dan pengelola itu insyaalloh bakal bagus. Jangan sampai owner tidak ngerti hotel dikasih tahu malah marah tersinggung Jadi itulah tujuan dari workshop ini agar diantara owner dan pemilik hotel itu menjadi satu,” demikian papar Pengurus PHRI untuk Hotel Berbintang .                                             

Selain itu IHGMA Jabar pun  diakui Kementrian Pariwisata sudah di level 8  namanya dosenpetasi vokasi ahli perghotelan setara S2 tapi kata Iwan  BPD Jabar akan melegalpormalkan biar dapat ijasah asli S2  dengan cara kerjasama  dengan Unwim  untuk Sarjana Ekonomi dan  Manajemen Master Pariwisata, karena Strata 2 (S2) ini prasyarat untuk menjadi dosen di S-1, Jadi kita akan betul-betul mengabdi dan menyiapkan kualitas orang-oran pariwisata,” demikian pungkas papar lelaki yang pernah menjadi General Manager selama empat  tahun di Aston Pasteur, sambil tak lupa menghimbau ke pemerintah untuk membatasi pembangunan hotel di suatu daerah karena seperti di Bandung sudah over cavacity, lebih banyak kamarnya daripada tamunya.

**

Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA)  merupakan asosiasi para GM- GM yang bertemu demi satu. Organisasi yang sudah berbadan hukum secara legal formal  ini dibentuk di Bali  pada bulan April 2016. Hingga saat ini sudah ada 30 BPD di seluruh Indonesia dengan kurang lebih 200-600 member, sedangkan BPD Jawa Barat baru punya 70 member seperti Karawang, Bogor, Purwakarta, Garut dan Cirebon dan ini akan meluas ke seluruh kota besar di Jabar yang ada hotelnya  ke Priangan Timur  seperti Majalengka, Tasikmalaya, Kuningan, Ciamis dan Pangandaran dan dengan bekerja sama dengan PHRI BPD yang baru ini akan dididik agar berkualitas dan tangguh. Di IHGMA juga terdapat data lengkap tentang hotel. *** [SR-Asep GP]