Majalah Sora|Friday, March 22, 2019
You are here: Home » Sora Sakola » Untuk Raih Revolusi Industri 4.0 Disdik Jabar Genjot Empat Kompetensi Keahlian SMK

Untuk Raih Revolusi Industri 4.0 Disdik Jabar Genjot Empat Kompetensi Keahlian SMK 

dodin r nuryadin kabid smk disdik jabarDr. H. Dodin Rusmin Nuryadin, Kabid SMK Disdik Jabar (memegang mik)

majalahsora.com, Kota Bandung – Hingga 20 tahun ke depan empat kompetensi di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) terus dikembangkan. Keempat kompetensi ini akan lebih banyak dibutuhkan di era revolusi industri 4.0.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Jawa Barat Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan, empat kompetensi itu di bidang pertanian, pariwisata, kemaritiman dan rekayasa industri. Ia menyebutkan tenaga kerja yang dibutuhkan di era sekarang itu yang berkaitan dengan HOTS (high order thinking skill) cara berpikir cepat dan kritis.

“Oleh karena itu, banyak yang akan membuka sekolah kejuruan kami arahkan untuk membuka kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini,” ujarnya, di Jalan Rajiman, Rabu (16/5/2018).

Dodin mengatakan Provinsi Jawa Barat mempunyai 103 kompetensi keahlian. Jumlah itu jauh di atas kompetensi keahlian nasional yang jumlahnya 51 kompetensi keahlian. Menurut Dodin, dibuatlah kebijakan yang menghentikan pengajuan pembukaan kompetensi keahlian yang sudah jenuh.

Keahlian yang sudah jenuh itu, yang menjadi faktor bahwa lulusan SMK menyumbang jumlah pengangguran terbesar. Data itu, kata Dodin, tidak sepenuhnya benar. Pasalnya di Jawa Barat setiap tahunnya, sekitar 60 persen lulusan terserap di dunia kerja.

“Sisanya ada yang memilih berwirausaha. Atau ada yang memutuskan berumah tangga,” ucapnya.

Lebih lanjut Dodin menyebutkan tingginya jumlah pengangguran disebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan tenaga kerja. Ditambah lagi proses link and match belum berjalan sepenuhnya. Di sekolah juga, kata Dodin, masih kurangnya daya dukung, seperti ketersediaan guru linear sesuai kompetensi.

“Ini masalah yang harus kita benahi segera. Salah satunya dengan membuka program baru yang sesuai dengan kebutuhan revolusi industri 4.0,” katanya.

Mematahkan anggapan

Menurut Dodin, empat kompetensi keahlian yang prospektif itu akan terus disosialisasikan. Menurut dia, persoalan mendasar adalah anggapan dari masyarakat. Ia mencontohkan kompetensi keahlian pertanian, dinilai masyarakat akan menghasilkan petani yang penuh lumpur dan jauh dari kesan elegan.

“Padahal petani lulusan SMK tidak hanya pandai bertani tapi dia mampu mengelola pertanian. Bisa dibilang dia insinyurnya,” ucapnya.

Berikutnya kompetensi keahlian kemaritiman, terus dikembangkan mengingat potensi besar yang dimiliki oleh Jawa Barat. Dodin meyakini, lulusan membuka lapangan kerja dari empat kompetensi keahlian yang prospektif tersebut. Untuk mencapai target tersebut, lanjut Dodin, sekolah harus mampu memenuhi 8 standar pendidikan dengan segera. [SR-Mar]***