Majalah Sora|Tuesday, March 26, 2019
You are here: Home » Serba Serbi » Untuk Meningkatkan Kinerja dan Kemampuan Guru Bahasa Sunda SMA se-Kota Bandung, MGMP Bahasa Sunda Mengadakan Kegiatan PKB

Untuk Meningkatkan Kinerja dan Kemampuan Guru Bahasa Sunda SMA se-Kota Bandung, MGMP Bahasa Sunda Mengadakan Kegiatan PKB 

SONY DSCEncep Ridwan, M.M.Pd., (tengah) Ketua MGMP Bahasa Sunda SMA Kota Bandung 

majalahsora.com, Kota Bandung – Pelaksanaan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru bahasa Sunda yang diadakan oleh MGMP bahasa Sunda SMA Kota Bandung, merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja serta kemampuan para guru tersebut. Dilaksanakan di Gedung Erlangga Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin sampai dengan Selasa (6-7 November 2017).

SONY DSCH. Drs. Djeje Djaenudin, (memegang mic), Pengawas SMA Disdik Jabar sedang membuka kegiatan PKB Guru bahasa Sunda  

Menurut Encep Ridwan, selaku ketua MGMP bahasa Sunda SMA Kota Bandung, selama dirinya memimpin lembaga tersebut, kegiatannya telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut. “Tahun lalu namanya Guru Pembelajar. Tahun ini jadi PKB yang diikuti oleh 70 orang Guru bahasa Sunda, baik negeri maupun swasta. Hari ini  merupakan pelaksanaan in service 1 dari tanggal 6-7 Nopember 2017. Narasumbernya dari P4TK, yaitu Kang Apip Ruhamdani dan Ibu Lani yang merupakan instruktur nasional,” sambungnya, Senin (6/11/2017).

SONY DSCApip Ruhamdani, sebagai narasumber (kiri) menerima bingkisan dari Aribudi Nurseto dari pihak Penerbit Erlangga

Encep pun menjelaskan bahwa kegiatannya merupakan implementasi dari instruksi Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan yang didukung oleh P4TK, PLB dan Bahasa Sunda yang membuat kelasnya.

“Alhamdulillah kegiatannya bisa berjalan lancar, didukung oleh berbagai pihak, di antaranya oleh Penerbit Erlangga, yang telah meminjamkan tempat dan menyediakan segala sesuatunya,” kata Ketua MGMP bahasa Sunda.

SONY DSCAntun (kiri) Guru bahasa Sunda dari SMAN 8 Kota Bandung

Rencananya setelah dilangsungkan In Service 1 akan dilanjutkan dengan kegiatan On The Job Learning serta In Service 2.

“Selesai In Service 1, nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan On The Job Learning, dilaksanakan di sekolahnya masing-masing, dari tanggal 8-21 Nopember 2017. Setelah itu mengikuti In Service 2 yang akan dilaksanakan di Gedung P4TK MIPA, di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, tanggal 25 November 2017 mendatang,” jelas Encep.

SONY DSCKeseriusan para Guru bahasa Sunda mengikuti PKB tahun 2017

Semua rangkaian kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk menguji dan mengetahui sejauh mana kemampuan Guru Bahasa Sunda dalam penguasaan materinya. “Setelah semua pelaksanaan kegiatan selesai, para guru nilainya harus mencapai 70, jangan kurang dari itu. Makanya harus sungguh-sungguh,” tutur Encep.

SONY DSCPKB untuk meningkatkan kompetensi Guru bahsa Sunda

Dalam kesempatan yang sama Djeje Djaenudin, selaku Pengawas SMA Disdik Jabar yang membuka acara tersebut, memuji kegiatan yang dikokolakeun (diadakan) oleh MGMP bahasa Sunda Kota Bandung. “Dengan kegiatan ini Disdik Jabar sangat terbantu sekali terutama untuk masalah edukatif terhadap guru, khususnya Guru bahasa Sunda. Hal ini mendukung Permen tentang standar lulusan, proses dan penilaian. Mudah-mudahan berkelanjutan. Harapan saya semoga para guru bahasa Sunda pun nantinya bisa membuat karya-karya yang inovatif dan kreatif. Pokoknya apabila sukses, maka ke depannya secara kepangkatan bisa meningkat. Insya Alloh tahun depan kegiatan seperti ini bisa mandiri,” ucap Djeje.

SONY DSCDukungan Penerbit Erlangga pada kegiatan PKB tahun 2017

Encep berharap dengan meningkatnya kemampuan dan standar Guru bahasa Sunda, bisa meningkatkan karir dan kesejahteraan mereka. Karena selama ini pemerintah dirasa masih kurang dalam memberikan perhatian kepada Guru bahasa Sunda. “Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak guru bahasa Sunda SMA khususnya yang diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Sampai saat ini yang sudah PNS bisa dihitung dengan jari. Jangan sampai para Guru bahasa Sunda sebagai garda penjaga dan pelestari bahasa dan budaya bangsa hanya menjadi pemanis saja,” pungkas Encep. [SR]***